Path: Top > S1-Final Project > School of Business and Management > 2008

STOCK INVESTMENT IN GLOBAL ECONOMY TURBULENCE USING FUNDAMENTAL ANALYSIS AND TECHNICAL ANALYSIS

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-08-21 11:16:06
Oleh : ARDIAN TONI YULIANTO (NIM 19005091), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : Global economic uncertainty, Fundamental analysis and technical analysis

Pasar modal telah menjadi salah satu instrument investasi yang paling menarik di Indonesia. Pasar modal di Indonesia telah berkembang pesat. Pertumbuhan pada tahun 2006 lebih besar daipada pertumbuhan di tahun 2005. Hal itu berlanjut di tahun 2007, pada tahun itu IHSG meningkat 52% daripada IHSG tahun 2006. Hal itu menjadikan IHSG sebagai index yang mempunyai kinerja paling baik di Asia Tenggara dan menjadi terbaik ketiga di dunia setelah Shanghai composite index dan Hangseng.



Tetapi pada awal tahun 2008, pergerakan dari IHSG menghadapi beberapa ancaman dari perubahan makro ekonomi. Makro eonomi dunia menjadi tidak menentu dan mengalami perlambatan.Hampir semua negara di dunia menagalami perlambatan ekonomi. Hal itu disebabkan karena krisis keuangan dan ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat. Krisis keuangan tersebut disebabkan karena krisis subprime mortgage yang terjadi di Amerika Serikat. Krisis subprime mortgage menyebabkan beberapa perusahaan besar mengalami kerugian yang besar dan terancam bangkrut. Tidak hanya itu, kerugian tersebut menyebabkan banyaknya penagangguran di Amerika Serikat, produksi dalam negeri juga mengalami penurunan dan mata uang dolar juga mengalami penurunan. Penurunan mata uang dolar ini menyebabkan harga komoditas seperti batu bara dan CPO mengalami kenaikan karena banyak penanam modal yang beralih ke pasar komoditas, hal ini mengalibatkan terjadinya inflasi.



Penulis juga melakukan analisa terhadap makro ekonomi Indonesia. Makro ekonomi Indonesia juga mengalami perlambatan tetapi tidak terlalu signifikan karena terdersifikasinya ekspor. Kenaikan harga komoditas juga menyebabkan kenaikan harga komoditas di dalam negeri. Hal ini menyebabkan naiknya tingkat inflasi yang akan mendorong kenaikan suku bunga untuk menahan laju inflasi tersebut. Nilai tukar rupiah cenderung stabil karena pelamahan mata uang dolar Amerika Serikat.



Penulis juga melakukan analisa industi di pasar modal Indonesia. Dalam analisa ini, penulis mendapatkan bahwa industri pertambangan dan industri perkebunan menjadi industri yang paling bagus di kondisi ekonomi seperti sekarang ini karena ada kenaikan harga komoditas. Di dalam analisa rasio keuangan, penulis mendapatkan bahwa BUMI dan PTBA menjadi yang terbaik di industri pertambangan. Sedangkan, AALI dan LSIP menjadi yang terbaik di industri perkebunan. Berdasarkan penilaian harga wajar saham, BUMI dan ITMG menjadi yang terbaik di sektor pertamabnagan dimana mempunyai harga wajar yang lebih rendah daripada harga saham di pasar. Semua saham perkebunan menjadi yang terbaik di sektor perkebunan. Berdasarkan kedua analisa itu, penulis merekomendasikan memilih BUMI di industri pertambangan karena konsisten menjadi yang terbaik. Sedangkan AALI di industri perkebunan.



Penulis juga melakukan analisa tehnik baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek untuk mengetahui kapan harus membeli dan menjual. Penulis mendapatkan bahwa analisa tehnik untuk jangkang panjang lebih cocok untuk investor dan jangka pendek untuk trader. Di dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, baik penanam modal dan trader lebih baik menggunakan analisa tehnik untuk jangka pendek. Untuk membeli saham sebaiknya saat analisa fundamental dan analisa tehnik mendukung satu sama lain.

Deskripsi Alternatif :

Capital market is the most attractiveness investment instrument in Indonesia. Indonesian capital market is growing significantly from 2006. The data from BEI have shown us that IHSG/composite index in the end of 2006 was higher than IHSG in the end of 2005. This growth was continuing in 2007, IHSG/composite index was increase 52% than closing IHSG in 2006. IHSG have been the best performer in the region and also have been the third of the best performance in the world after Shanghai composite index.



But, this condition was changed in 2008, the movement of IHSG facing several threath from macro economy changes. Global economy had been turbulent and facing slowdown. Almost of all countries in the world was facing economic slowdown. This caused by financial crisis in United States. This financial crisis caused by sub prime mortgage case. This crisis made big companies in the world that related with this case especially companies in US and Europe, they suffered a lot of loss and can be bankrupt. This crisis also made unemployment, decreasing purchasing power and decreasing US Dollar rate. This decreasing of US Dollar made increased commodity price that can made inflation.



Domestic macroeconomic in Indonesia also was influenced by global economic slowdown. Economic growth of Indonesia has been decrease too. Meanwhile that, increasing of commodity price cause increasing price in domestic market that made increased inflation. Interest rate also increased because in order too keep the inflation movement. Indonesian rupiah rate more stable caused by decreasing US Dollar. This condition make investors should be careful before invest in capital market.



The researcher also analyze industry, in industry analysis the researcher got that plantation industry and mining industry as the best industry in Indonesian capital market. Both of those industry has positive growth during global economic turbulence.



Based on the financial ratio, the researcher got that BUMI and PTBA as the best company in mining industry. Meanwhile that, AALI and LSIP as the best company in plantation industry. Based on stock valuation BUMI and ITMG is undervalued and PTBA is overvalued. Because of that, BUMI and ITMG as the best stock in mining industry. The writer is also doing technical analysis for long term and short term. Long term technical analysis is more suitable for investor and short term technical analysis is more suitable for trader. At global economy turbulence, it should be better if investor or trader do hit and run strategy. To invest in stock market should be better if fundamental analysis and technical analysis support each other.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Yunieta A. Nainggolan, MCom (Hons)., Editor: Rizki Apriyanti

File PDF...