Path: Top > S1-Final Project > Pharmaceutical Science and Technology-SF > 2018

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BIJI KOPI HIJAU CANEPHORA ( C OFFEA CANEPHORA P.) DARI TIGA DAERAH DENGAN METODE DPPH DAN FRAP

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2018-07-11 13:41:49
Oleh : AQMARINA LAZUARDI R. NIM 10714034, S1 - Pharmaceutical Science and Technology-SF
Dibuat : 2018-07-03, dengan 1 file

Keyword : antioksidan, DPPH, FRAP, biji , kopi , Gayo , Dampit, Tabanan

Radikal bebas adalah senyawa atau molekul yang mengadung satu lebih elektron yang tidak berpasangan

pada orbital terluar sehingga senyawa tidak stabil dan reaktif. Senyawa radikal bebas dapat bereaksi

dengan protein, karbohidrat, lipid, asam nukleat. Fungsi dari radikal bebas yaitu membunuh bakteri

intraseluler. Penyakit akibat adanya radikal bebas diantaranya adalah penyakit jantung, stroke, kanker,

katarak, penuaan dini. Radikal bebas dapat diredam oleh antioksidan. Antioksidan banyak terkandung pada

berbagai jenis tumbuhan, salah satunya adalah biji kopi Canephora. Tujuan penelitian ini adalah untuk

mengetahui aktivitas antioksidan dari biji kopi hijau Canephora (Coffea canephora P.) dari 3 daerah

berbeda, yaitu Gayo, Dampit dan Tabanan dengan metode DPPH dan FRAP, penetapan total fenol, dan total

flavonoid. Selain itu juga dilakukan analisis korelasi antara total fenol dan flavonoid terhadap IC50

peredaman DPPH dan EC50 kapasitas FRAP, serta korelasi antara IC50 peredaman DPPH dan EC50 kapasitas

FRAP. Ekstraksi dilakukan dengan metode refluks menggunakan pelarut dengan kopolaran meningkat, yaitu

n-heksana, etil asetat, dan etanol secara berurutan. Penetapan IC50 peredaman DPPH dan EC50 kapasitas

FRAP, penetapan total fenol, dan flavonoid menggunakan spektrofotometri uv-sinar tampak. Analisis

korelasi dilakukan dengan metode Pearson. IC50 peredaman DPPH semua ekstrak uji ada pada rentang 0,39-

171,82 µg/mL, sedangkan EC50 kapasitas FRAP pada rentang 54,89 –303,61 µg/mL. Ekstrak etanol kopi hijau

Canephora Tabanan memiliki nilai fenol total tertinggi yaitu 28,97 ± 1,18 g GAE/ 100 g, sedangkan ekstrak nheksana kopi hijau Canephora Gayo memiliki flavonoid total tertinggi yaitu 3,96 ± 0,31 g QE/100 g. Total

fenol mempunyai korelasi negatif dan bermakna terhadap IC50 DPPH ekstrak biji kopi hijau Canephora

Tabanan. IC50 DPPH ekstrak biji kopi hijau Canephora Gayo dan Dampit mempunyai korelasi positif dan

bermakna dengan EC50 FRAP. Semua ekstrak uji (kecuali ekstrak n-heksana biji kopi hijau Canephora

Tabanan) merupakan antioksidan sangat kuat dengan metode DPPH. Senyawa golongan fenol merupakan

kontributor utama pada aktivitas antioksidan ekstrak biji kopi hijau Canephora Tabanan dengan metode

DPPH. Metode DPPH dan FRAP memberikan hasil yang linier pada pengukuran aktivitas antioksidan ekstrak

biji kopi hijau Canephora Gayo dan Dampit.



Deskripsi Alternatif :

Free radicals are compounds or molecules that contain one more unpaired electron in the outermost

orbital so that the compound is unstable and reactive. Free radical compounds can react with proteins,

carbohydrates, lipids, nucleic acids. The function of free radicals is to kill intracellular bacteria. Diseases due

to the presence of free radicals include heart disease, stroke, cancer, cataracts and aging. Free radicals can

be scavenged by antioxidant. Antioxidants are widely contained in various types of plants, one of which is

green bean Canephora coffee. The purposes of this research are to investigate the antioxidant activity of

green bean Canephora coffee (Coffea canephora P.) from 3 different regions: Gayo, Dampit and Tabanan by

DPPH and FRAP methods, total phenolic, and total flavonoid content. There are also to analyze the

correlation between total phenolic and total flavonoid content towards IC50 DPPH and EC50 FRAP, as well as

correlation between IC50 DPPH and EC50 FRAP capacity. The extraction was carried out by reflux using

increasing polarity solvent, such as n-hexane, ethyl acetate, and ethanol consecutively. Determination of

IC50 DPPH and EC50 FRAP, total phenolic and total flavonoid content were measured using uv-visible

spectrophotometry. Correlation determination was then performed by Pearson method. IC50 DPPH of all

extracts in the range of 0.39-171.82 µg/mL, meanwhile EC50 FRAP varied from 54.89 to 303.61 µg/mL.

Ethanol extract of Tabanan green bean Canephora coffee had the highest total phenolic content 28.97 ±

1.18 g GAE/ 100 g, while n-hexane extract of Gayo green bean coffee gave the highest total flavonoid 3.96 ±

0.31 g QE/ 100 g. Total phenolic content had significant and negative correlation with IC50 DPPH of Tabanan

green bean Canephora coffee extract. IC50 DPPH of Gayo and Dampit green bean Canephora coffee extract

had significant and positive correlation with EC50 FRAP. All extracts (except n-hexane extract of Tabanan

green bean Canephora coffee) were very strong antioxidant by DPPH method. Phenolic compounds were

the main contributor in antioxidant activity of Tabanan green bean Canephora coffee extract by DPPH

method. DPPH and FRAP methods had linear results in antioxidant activity of green bean Canephora coffee

extract from Gayo and Dampit.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS1 - Pharmaceutical Science and Technology-SF
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • PEMBIMBING : Prof. Dr. Irda Fidrianny ; Prof. Dr. Komar Ruslan W
    , Editor: yana mulyana

File PDF...