Path: TopS2-ThesesPetroleum Engineering2017

PENGARUH SALINITY SHOCK NEGATIF AIR INJEKSI DAN KOMPOSISI CLAY TERHADAP PEROLEHAN MINYAK PADA CORE BATU PASIR

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-08-11 14:24:26
Oleh : ANVI FEBRIANTI SYAFEI (NIM : 22214006), S2 - Petroleum Engineering
Dibuat : 2017-08-11, dengan 8 file

Keyword : EOR, salinitas, oil recovery, efek salinitas-rendah, komposisi ionik, clay, core pasir

Teknologi injeksi air bersalinitas rendah telah banyak diterapkan tak lain dikarenakan tersedianya sumber air yang melimpah, efeknya yang ramah lingkungan, serta biayanya yang relatif lebih murah bila dibandingkan dengan pilihan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) lainnya. Terdapat banyak uji coreflood yang telah dipublikasikan guna memaparkan pengaruh “salinitas-rendah” ini terhadap perolehan minyak (oil recovery) yang dihasilkan. Pada kebanyakan hasil menunjukkan bahwa perolehan minyak yang lebih besar dapat diperoleh ketika salinitas air yang diinjeksikan ke reservoir jauh lebih rendah dibandingkan dengan salinitas air formasi (connate water). Banyak mekanisme – mekanisme berbeda yang telah diajukan oleh para peneliti untuk menjelaskan efek “salinitas-rendah” ini. Meskipun begitu, masih belum bisa dinyatakan secara pasti mekanisme mana yang paling mendominasi. Sehingga, penelitian ini diajukan untuk dilakukan agar dapat diperoleh pemahaman akan pengaruh salinitas serta komposisi ionik air injeksi yang divariasikan terhadap perolehan minyak. Selain itu, clay akan ditambahkan (juga secara bervariasi) ke dalam susunan core pasir yang akan digunakan. Dari percobaan ini kemudian akan dianalisa mekanisme yang paling mungkin terjadi terkait oil recovery atau recovery factor (RF) yang didapatkan. Dari studi ini diperoleh hasil dan kesimpulan bahwa (1) salinity shock memberikan peningkatan perolehan minyak hingga 25%; (2) secara garis besar, pada kasus ini, konsentrasi clay tidak banyak memberikan pengaruh terhadap peningkatan perolehan minyak; (3) komposisi ionik, terutama kation Na+, memberikan efek terhadap peningkatan perolehan minyak; dan (4) mekanisme yang paling mungkin terjadi di balik peningkatan perolehan minyak pada studi ini adalah pertukaran ion multi-komponen (MIE).

Deskripsi Alternatif :

Injection of low-salinity water (LSW) has widely been practiced because the water sources are available, environmentally friendly, and relatively cheaper among other practical advantages. Many coreflood tests have been published to address the low-salinity effect on waterflooding oil recovery. Most of the results showed that higher oil recovery could be obtained when the salinity of injection water is much lower than that of the formation water. Different mechanisms have been proposed to explain this low-salinity effect. However, there is no consensus about the dominant mechanisms. Thus, the research is made in order to determine the effect of salinity shock and varied ionic composition of the injection water (using synthetic brine) on oil recovery, the effect of clay content within the artificial loose sand core on oil recovery, and the most possible mechanisms behind the LS effect. From the study it is determined that (1) salinity shock gives additional oil recovery up to 25%; (2) in general, for this case, the concentration of clay does not give appreciable effect to the oil recovery; (3) ionic composition, especially cations such as Na+, gives significant increase in oil recovery; and (4) the most possible mechanism behind the incremental oil recovery gained from the experiment is a multi-component ion exchange (MIE).

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Petroleum Engineering
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id