Path: Top > S2-Theses > Business Administration-SBM > 2017

COST ANALYSIS OF SLURRY INJECTION PROJECT FOR HYDROCARBON IMPACTED SOIL FOR PRODUCTION SHARING CONTRACT IN CENTRAL SUMATERA AREA

COST ANALYSIS OF SLURRY INJECTION PROJECT FOR HYDROCARBON IMPACTED SOIL FOR PRODUCTION SHARING CONTRACT IN CENTRAL SUMATERA AREA

2017
Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-02 16:20:57
Oleh : ANTONIUS PADUA ANGGER RADITE 29115235 , S2 - MBA-ITB
Dibuat : 2017-10-02, dengan 1 file

Keyword : Slurry Injection, PSC mechanism, Discounted Cash Flow Analysis, Sensitivity Analysis
Sumber pengambilan dokumen : Tanah Terkontaminasi Minyak (TTM)

Mendekati akhir masa kontrak bagi hasil (PSC), perusahaan diwajibkan untuk menyelesaikan

pekerjaan remediasi Tanah Terkontaminasi Minyak (TTM) yang dihasilkan selama kegiatan eksplorasi

dan produksi perusahaan. Walaupun hal ini merupakan kewajiban perusahaan yang diamanatkan

oleh kontrak kerjasama dan juga dari peraturan yang berlaku di Indonesia, perusahaan tetap harus

mempertimbangkan efisiensi biaya dalam melaksanakan program remediasi ini.

Dengan program remediasi yang ekstensif, Proyek Slurry Injection di dalam area kerja perusahaan

menjadi pilihan dalam rangka melakukan efisiensi dan penghematan biaya remediasi yang

diproyeksikan sampai dengan tahun 2021. Dua alternatif untuk menjalankan proyek ini, yaitu dengan

“Membangun fasilitas milik perusahaan” dan “Menggunakan fasilitas milik pihak ketiga di dalam

lokasi perusahaan” dikembangkan dan dianalisa dalam mempersiapkan eksekusi proyek ini.

Alternatif yang memiliki penghematan biaya terbesar akan direkomendasikan melalui sudut pandang

keuangan.

Biaya Modal, Biaya Operasi, serta penghematan biaya yang dihasilkan oleh eksekusi proyek ini akan

dipetakan ke dalam mekanisme kontrak bagi hasil (PSC), termasuk dengan memperhitungkan

mekanisme depresiasi terhadap Biaya Modal. Analisa Arus Kas Diskonto diaplikasikan pada arus kas

net tahunan yang dihasilkan oleh mekanisme bagi hasil ini. Net Present Value (NPV), Internal Rate of

Return (IRR), Discounted Profitability Index (DPI), dan Pay Back Period (PBP) akan dianalisa untuk

menentukan alternatif yang paling baik dari aspek keuangan.

Analisa ini menghasilkan alternatif dengan NPV USD 3,846,777, IRR 38.29%, DPI 1.45, serta Pay Back

period 3.56 tahun. Seluruh indikator menghasilkan kesimpulan bahwa proyek ini baik dari sudut

pandang keuangan. Dengan nilai DPI di atas hurdle rate perusahaan sebesar 1.20, maka proyek ini

dapat direkomendasikan untuk dijalankan.

Ada beberapa ketidakpastian yang menjadi kunci dalam melakukan analisa ini, yaitu total biaya

proyek, durasi proyek, serta tingkat produktivitas fasilitas, khususnya sumur injeksi. Terkait dengan

mendekatnya akhir kontrak, maka durasi pelaksanaan proyek menjadi faktor yang menjadi kunci

yang paling sensitif untuk memastikan parameter DCF dan DPI minimum masih berada di atas batas

penerimaan perusahaan.

Deskripsi Alternatif :

Approaching expiration period of Production Sharing Contract (PSC) with Government of Indonesia,

company has obligation to complete the remediation program of Hydrocarbon Impacted Soil (HIS)

which produced during company’s eksploration and production acitivities. Although it is mandated

by the contractual obligation and the applicable regulation, company should consider cost efficiency

in executing the remediation program.

With extensive remediation program, Slurry Injection Project within company operation area

becomes promising alternative in efficieny and remediation cost saving which projected to be

executed up to end of contract. Two viable alternatives, “Build Company Owned Facility” and “Using

Third Party Facilities Within Company Area”, are developed and reviewed within project planning.

Alternative which give bigger cost saving will be recommended through financial perspective.

Capital Expenditure, Operating Cost, and cost saving which are generated by this project execution

will be mapped through PSC split mechanism, including depreciation model of the capital

expenditure. Discounted Cash Flow Analysis will be applied to the annual net cash flow which are

generated by the PSC split model. Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Discounted

Profitability Index (DPI), and Pay Back Period (PBP) are analyzed to determined the best alternative

from financial perspective.

This analysis generate alternative with NPV USD 3,846,777, IRR 38.29%, DPI 1.45, and Pay Back

period 3.56 tahun. All indicators give conclusion that it is an acceptable project from financial

perspective. With DPI value above company hurdle rate, which is 1.20, this project is recommended

to be executed.

There are key of uncertainties analyzed in this project, which are total project cost, project duration,

and deviation in facility’s productivity especially the injection rate. Related to near of contract

expiration date, the duration of project execution is the most sensitive factor to ensure the DCF

parameters and minimum DPI still above company acceptable rate.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Dr.Ir. Achmad Herlanto A., MBA RFA , Editor: Neng Kartika

File PDF...