Path: Top > S2-Theses > Business Administration-SBM > 2013

COMPETITIVE STRATEGY IN DEVELOPING OZONE THERAPY BUSINESS PLAN IN SOUTH JAKARTA (Case Study: Brilliant Health Ozone Therapy)

PENGEMBANGAN RENCANA BISNIS TERAPI OZON DI JAKARTA SELATAN DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI YANG KOMPETITIF (Studi Kasus: Brilliant Health Ozone Therapy)

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:31:11
Oleh : ANTONIUS (NIM: 29111353); Thesis Advisor : Ir. Uke MMP Siahaan, MBA, Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2015-06-16, dengan 6 file

Keyword : Keywords: Alternative Treatment Trend, Unsuccessful Existing Businesses, New Business, New Strategy, Feasibility Study.

ABSTRAK


Saat ini, pengobatan alternatif sangat populer di dunia kesehatan, khususnya di


Indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan meningkatnya tren penggunaan obat tradisional. Terapi


ozon adalah salah satu bentuk pengobatan alternatif. Pada dasarnya, terapi ini menggunakan


gas medis ozon yang dihasilkan melalui generator ozon. Terapi ini terdiri dari beberapa jenis,


seperti apheresis, saline infusion, bagging therapy, vagina dispersion, men vitality, dan


sebagainya. Terapi ozon terbukti dalam membantu penyembuhan berbagai penyakit seperti


penyakit jantung, diabetes melitus, kanker, stroke, infeksi, sebagainya.


Terdapat dua penyedia terapi ozon di Jakarta yang tidak cukup sukses berdasarkan


jumlah pelanggannya. Mereka adalah Stanford Center dan Jakarta Heart Brain Care Center


(JHBCC). Masalah yang terjadi pada kedua bisnis tersebut akan dianalisis. Masalah yang


menyebabkan kegagalan dari Stanfor Center adalah bahwa harganya terlalu mahal dan kualitas


layanan buruk. Sementara itu, permasalahan yang terjadi pada JHBCC adalah lokasi yang


kurang strategis dan kurangnya promosi sehingga nama tidak terlalu terkenal.


Oleh karena itu, PT XYZ ingin membuka bisnis terapi ozon yang baru., yand dinamakan


Brilliant Health Ozone Therapy. Permasalahannya adalah strategi apa yang harus dilaksanakan


untuk mendapatkan keberhasilan dan apakah bisnis ini layak dijalankan atau tidak. Pada


akhirnya, diputuskan bahwa bisnis terapi ozon yang baru akan menjadi mini klinik terapi ozon


yang pertama dengan lokasi yang baik, kualitas layanan yang tinggi, berbagai pilihan hiburan,


harga terjangkau, dan promosi yang agresif. Bisnis ini akan menjual tiga layanan, yaitu


Apheresis therapy, Saline Infusion, dan Vitamin C Infusion. Bisnis ini akan berlokasi di Wolter


Monginsidi 85, Jakarta. Bisnis ini akan dipromosikan melalui televisi, koran, majalah, brosur,


media sosial, dan seminar.


Perkiraan keuangan akan diselenggarakan untuk memastikan apakah bisnis baru akan


menguntungkan atau tidak. Bagian utama dari perkiraan keuangan adalah studi kelayakan, yang


menggunakan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period, Return of


Equity (ROE), dan Return of Investment (ROI). Analisis dilakukan dalam tiga skenario, yaitu


pesimis, skenario yang paling mungkin, dan optimis. Hasilnya adalah NPV adalah Rp


856,786,364; IRR adalah 30.40%; Payback period adalah 3.01 tahun; ROE adalah 130.04%;


ROI adalah 39.01%. Hal itu berarti bahwa bisnis terapi ozon layak dijalankan. Strategi


pembiayaan bisnis ini akan dianalisa dengan menggunakan metode basic business profitability.


Hasilnya adalah bahwa bisnis terapi ozon yang baru akan dibiayai dengan 70% utang dan 30%


ekuitas.


Kata kunci: Tren pengobatan alternatif, kegagalan bisnis yang sudah ada, pendirian bisnis baru,


strategi baru, studi kelayakan usaha.

Deskripsi Alternatif :

ABSTRACT


Nowadays, alternative treatment is very popular in healthcare service, especially in


Indonesia. It is shown by the increasing trend of traditional medicine users. Ozone therapy is one


of alternative treatments. Basically, the therapy uses medical ozone gas which is generated in an


ozone generator. There are many types of this therapy, such as apheresis, saline infusion, bagging


therapy, vaginal dispersion, men vitality, and so on. Ozone therapy is proven to be helpful in


curing various diseases such as heart diseases, diabetes mellitus, cancer, stroke, infection, so


forth.


There are two unsuccessful ozone therapy providers in Jakarta based on the number of


customers. They are Stanford Center and Jakarta Heart Brain Care Center (JHBCC). It will be


analyzed the problems of those businesses. The result is that the weakness of Stanford Center is


that the price is too expensive and the quality of service is bad. Meanwhile, JHBCC’s problems


are the location and promotion. The location is not strategic and JHCCC is lack of promotion so


the name is not too famous.


Because of that, PT XYZ wants to open the new ozone therapy business, which is called


Brilliant Health Ozone Therapy. But, there are some problems. The problems are what strategy


should be implemented to get success and whether the business is feasible or not. At the end, it is


decided that the new ozone therapy business will be made as the first ozone therapy mini clinic


which has a good location, high quality of service, various entertainment options, affordable


price, and aggressive promotion. It will sell three services, which are Apheresis Therapy, Saline


Infusion, and Vitamin C Infusion. It will be located in Wolter Monginsidi 85, Jakarta. This


business will be promoted through television, newspaper, magazines, brochure, social media, and


seminar.


The financial forecast will be held to make sure whether the new business will be


profitable or not. The main point of financial forecast is feasibility study, which uses Net Present


Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period, Return of Equity (ROE), and


Return of Investment (ROI). The analysis is established under three scenarios, which are


pessimistic, most likely, and optimistic scenario. The results are that NPV is Rp 856,786,364; IRR


is 30.40%; payback period is 3.01 years; ROE is 130.04%; ROI is 39.01%. It means that the


ozone therapy business is feasible. The financing strategy of this business will be analyzed by


using basic business profitability method. The result is that it will be funded with 70% of debt and


30% of equity.


Keywords: Alternative Treatment Trend, Unsuccessful Existing Businesses, New Business, New


Strategy, Feasibility Study.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Thesis Advisor : Ir. Uke MMP Siahaan, MBA, Editor: Wiwik Istiyarini

File PDF...