Path: TopS2-ThesesDevelopment Studies2008

PRAKTEK PELIBATAN WARTAWAN DALAM PERANG PADA KONTEKS HUBUNGAN MEDIA-MILITER

Studi Kasus : Pelaksanaan Embedded Journalist Dalam Operasi Pemulihan Keamanan di NAD Selama Darurat Militer (19 Mei 2003-18 Mei 2004)

Master Theses from JBPTITBPP / 2012-12-11 17:43:09
Oleh : ANTON ALIABBAS (NIM: 24006008); Tim Pembimbing: Dr. Bambang Kismono Hadi, dan Prof. Dr. Santoso S. Hamijoyo, S2 - Development Studies
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : hubungan antar persona, embedded journalist

Pandangan militer terhadap media mengalami perubahan sejak era 1990-an, Media menjadi sesuatu yang melekat dan menjadi bagian dalam doktrin militer. Konsep perang informasi menjadi terintegrasi dalam strategi militer. Militer juga mendapat keuntungan dari media dengan menggunakannya untuk mencapai tujuan tertentu. Sebagai kekuatan militer di Indonesia, TNI juga memiliki kendala dalam menghadapi perubahan lingkungan yang lebih demokratis. Dalam menghadapi operasi terpadu di NAD, Mabes TNI mencoba mengadopsi sistem pelibatan wartawan (embedded journalist). Pelibatan wartawan ini dilakukan wartawan dapat menyaksikan secara langsung operasi militer dilakukan sekaligus dengan tujuan ikut mengontrol tingkah laku prajurit di lapangan. Di samping, secara psikologis, TNI merasa telah berhasil meraih simpati publik untuk memberi dukungan bagi operasi tersebut. Namun kenyataan yang ada justru hubungan TNIMedia di NAD tidak mesra. Karena itu, mengetahui bagaimana hubungan antara media dan militer yang terbangun dalam operasi militer di Aceh menjadi menarik untuk dikaji.

Penelitian ini menggunakan metode studi fenomenologi yang telah dimodifikasi dengan menggabungkan unsur etnografi. Fokus dari studi ini adalah esensi atau struktur dari sebuah pengalaman.

Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran motif wartawan yang meliput konflik NAD. Hal ini dikarenakan monotonnya peliputan setelah 1 bulan operasi pemulihan keamanan berjalan serta adanya tekanan psikologis dari pihak GAM maupun TNI. Adanya diskriminasi peliputan dan tidak memadainya informasi yang disediakan Koops disertai kebijakan satu pintu informasi menyebabkan hubungan antara wartawan yang terlibat dalam program embedded journalist dengan Koops sebagai perwakilan militer di NAD menjadi tidak harmonis. Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi pasang surut hubungan tersebut, berdasarkan penelitian ini adalah hubungan antar persona antara figur Panglima Komando Operasi dengan wartawan. Proposisi yang diperoleh dari penelitian ini adalah hubungan media-militer dalam suatu daerah konflik akan dominan dipengaruhi faktor hubungan antar persona komandan tinggi operasi dengan wartawan.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Tim Pembimbing: Dr. Bambang Kismono Hadi, dan Prof. Dr. Santoso S. Hamijoyo, Editor: Vika A. Kovariansi

Download...