Path: Top > S1-Final Project > Urban and Regional Planning-SAPPK > 2017

IDENTIFIKASI KESESUAIAN FAKTOR KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN AIR BERSIH BERBASIS MASYARAKAT DI DESA CARINGIN WETAN

IDENTIFICATION OF SUSTAINABILITY FACTORS CONFORMITY OF COMMUNITY-BASED WATER MANAGEMENT IN CARINGIN WETAN VILLAGE

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:30:32
Oleh : ANNISA RAKHMASYIFA, S1 - Regional and City Planning-SAPPK (nisyamasyifa@gmail.com)
Dibuat : 2017-10-02, dengan 1 file

Keyword : kemacetan, Transit Oriented Development, kondisi transportasi, kualitas layanan dan intermodalitas
Subjek : Perencanaan Transportasi dan Prasarana
Nomor Panggil (DDC) : 711.7

Air memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, dimana permintaannya yang besar dengan ketersediaannya yang terbatas membuat air ini menjadi sulit untuk didapatkan. Hal ini juga menjadi isu permasalahan air, khususnya air bersih dimana air bersih ini semakin sulit untuk didapatkan. Salah satunya dapat dilihat dari tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs yang merupakan agenda pemenuhan target secara global, salah satunya juga membahas mengenai ketersediaan air. Indoneisa juga ikut berpartisipasi dalam agenda tersebut, salah satunya melalu program prakarsa 100-0-100 Universal Access dimana salah satu targetnya adalah 100% akses air minum pada tahun 2019. Jika melihat tingkat pelayanan air bersih di Indonesia, khususnya PDAM baru sekitar 68,8% pada tahun 2015. Dengan waktu yang tidak lama lagi, tingkat pelayanan ini harus dapat memenuhi. Namun pemerintah melalui PDAM belum dapat sepenuhnya diandalkan dalam menyediakan air bersih. Menurut Ostrom, suatu common pool resources dalam hal ini air, akan lebih berkelanjutan jika dikelola oleh institusi lokal. Dapat diartikan bahwa masyarakat sebagai unit terkecil dan paling dekat dengan permintaan berpotensi untuk dapat mengelola penyediaan air. Namun masyarakat sendiri pada dasarnya tidak memiliki kompetensi atau kapasitas yang cukup dalam mengelola sehingga perlu diketahui bagaimana agar masyarakat dapat melakukan penyediaan air bersih secara berkelanjutan. Desa Caringin Wetan merupakan salah satu desa di Kabupaten Sukabumi yang memiliki sistem penyediaan air bersih berbasis masyarakat. Namun masyarakat setempat juga tidak meiliki kapastitas dalam melakukan pengelolaan. Oleh karena itu perlu diketahui apa faktor-faktor yang mmpengaruhi keberlanjutan pengelolaan air bersih berbasis masyarakat dan apakah pengelolaan di Desa Caringin Wetan sudah sesuai dengan faktor tersebut atau belum. Pendekatan penelitian yang dilakukan yaitu melalui metode kualitatif, dengan menggunakan metode analisis deskriptf, analisis kesesuaian, dan analsis penyederhanaan. Metode analisis deskriptif untuk menjelaskan kondisi lapangan, analsis kesesuaian untuk menilai kesesuaiannya, dan analsisi penyederhanaan untuk melakukan penentuan faktor. Data yang didapat sebagian besar melalui wawancara stakeholder menggunakan purposive sampling dan snowball. Hasil dari penelitian ini yaitu 23 dari 36 indikator tidak sesuai dengan kriteria penilaian kesesuaian. Secara garis besar, ketidaksesuaian ini dikarenakan adanya pengelolaan yang tidak profesional seperti tidak adanya pengaturan atas pengelolaan ataupun aturan bagi pengguna, data pengguna yang tidak mencakup seluruh pengguna, tidak adanya mekanisme sanksi atau peraturan khusus pengguna, ada banyaknya free-rider, dan ketidakteraturan lainnya yang mengarah kepada tidak idealnya pengelolaan yang dilakukan. Selain itu, ketidaksesuaian lainnya dikarenakan faktor terkait indikator yang tidak sesuai tersebut adalah hal yang mutlak harus ada. Sedangkan indikator yang sesuai secara garis besar yang berhubungan dengan kondusifitas hubungan antar masyarakat seperti hubungan sosial, kebiasaan, kepercayaan, dan komunikasi antar masyarakat. Adapun alasan lainnya yaitu karena tetap terpenuhinya maksud dari faktor walaupun indikatornya tidak persis sama secara seksama.

Deskripsi Alternatif :

Water has an important role in human life, where its great demand with its limited availability makes water difficult to obtain. It is also a water issue, especially clean water which is more difficult to obtain. We can see it from the Sustainable Development Goals or SDGs which is the agenda of fulfilling the goals globally. One of the target also discusses the availability of water. Indoneisa also participates in the agenda through the 100-0-100 Universal Access initiative program where one of the targets is 100% access to drinking water by 2019. Clean water supply in Indonesia, especially by PDAM only about 68.8 % by 2015. This level of service should be able to meet the goals by 2019 which is soon. However, the government through PDAM can not be fully relied upon in providing clean water. According to Ostrom, a common pool of resources, in this case water, will be more sustainable if managed by local institutions. It can be interpreted that society as the smallest unit and closest to the demand has a potential to be able to manage water supply. But the society itself basically does not have any sufficient competence or capacity in managing. So, we need to know how to make the society as a community can provide clean water in a sustainable manner. Caringin Wetan Village is one of the villages in Sukabumi Regency that has community-based water supply system. However, local people also do not have capastity in managing. Therefore, it is important to know what factors influence the sustainability of community-based clean water management and whether the management in Caringin Wetan Village is in accordance with these factors or not. The research approach is done through qualitative method, using descriptive analysis method, conformity analysis, and simplification analysis. Descriptive analysis method to explain field conditions, conformity analysis to assess its suitability, and simplification analysis for determining factors. Data obtained largely through stakeholder interviews using purposive sampling and snowball. The results of this study are 23 out of 36 indicators not in accordance with the conformity assessment criteria. Broadly speaking, this mismatch is due to unprofessional management such as the lack of management or user rules, user data that does not cover all users, the absence of user-specific sanctions or regulatory mechanisms, the number of free-riders, and other irregularities leads to not ideally manageable. In addition, other discrepancies due to factors related to such inappropriate indicators are absolute. While the indicators that fit in broad outline relating to the conduciveness of inter-community relationships such as social relationships, habits, trust, and communication between communities. The other reason is because it remains the fulfillment of the intent of the factor although the indicator is not exactly the same carefully.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Dr. Sri Maryati, ST., MIP., Editor: Yoninur Almira

File PDF...