Path: Top > S3-Dissertations > Pharmacy-SF > 2018

STUDI DERIVAT AZAPHILON PIGMEN MONASCUS DAN UJI TOKSISITAS SECARA IN SILICO SERTA PENGGUNAAN EKSTRAK ANGKAK MONASCUS PURPUREUS SEBAGAI PEWARNA KOSMETIK

PhD Theses from JBPTITBPP / 2018-06-22 16:25:18
Oleh : ANNA YULIANA NIM : 30715001, S3 - Pharmacy-SF
Dibuat : 2018-06-22, dengan 1 file

Keyword : Monascus, pigmen, tokisisitas, identifikasi, kosmetik, lipstik, perona pipi

enelitian pigmen Monascus mengalami kemajuan yang sangat cepat termasuk

penemuan pigmen baru yang merupakan derivat dari pigmen utama kuning,

jingga dan merah. Data derivat pigmen yang tersedia masih merupakan informasi

yang terpisah dalam setiap artikel penelitian, sehingga diperlukan data yang

lengkap terutama mengenai efek toksik dari setiap pigmen yang ditemukan. Hal

ini menjadi syarat untuk keamanan penggunaan pigmen Monascus sebagai

pewarna alami. Informasi derivat pigmen yang terkandung pada galur Monascus

purpureus yang ada di Indonesia sampai saat ini belum diketahui termasuk

laporan mengenai penggunaan pigmen Monascus sebagai pewarna alami pada

makanan, obat-obatan dan kometik juga masih sangat terbatas. Penelitian ini

bertujuan untuk melakukan studi terhadap derivat pigmen Monascus termasuk

penentuan efek toksik, identifikasi derivat pigmen Monascus purpureus dari galur

yang ada di Indonesia dan penggunaan ekstrak pigmen sebagai pewarna kosmetik.

Telah dilakukan kajian terhadap lebih dari 300 artikel penelitian yang telah

dipublikasikan di seluruh dunia berkaitan dengan isolasi dan identifikasi derivat

pigmen Monascus dari tahun 1976 sampai dengan tahun 2015. Hasil kajian

diperoleh 57 derivat pigmen Monascus yang disusun dan dilengkapi dengan

struktur kimia, rumus kimia, berat molekul, nama pigmen, galur dan substrat yang

digunakan, warna yang dihasilkan dan metode identifikasi yang dipakai.

Informasi data kelarutan dan toksisitas diuji secara in silico dengan menggunakan

program Ecosar dan PreAdmet. Hasil uji toksisitas dengan Ecosar menunjukan

tingkat toksisitas pigmen terhadap organisme air berdasarkan nilai Log P yaitu

bahwa semakin kecil nilai Log P maka efek toksik semakin rendah. Hasil uji

toksisitas dengan PreAdmet menunjukan bahwa Monascopyridine A, B dan C

memberikan hasil yang negatif terhadap uji Ames dan Carsino. Penggunaan

metode in silico untuk penelitian Monascus baru pertama kali dilakukan dan

diharapkan menjadi panduan peta perjalanan penelitian Monascus di masa depan

sehingga akan lebih banyak menghasilkan penelitian yang lebih lengkap dan

aplikatif.

! !

ii

Penelusuran terhadap Monascus yang ada di Indonesia, ditemukan lima galur

Monascus purpureus yang diberi kode; IPBCC-A, IPBCC-B, ITBCC-HD-001,

INACC-F147 dan INACC-F01. Kelima galur Monascus purpureus difermentasi

menggunakan media padat berupa beras dan diinkubasi selama 14-28 hari pada

temperature 25-28

o

C. Hasil fermentasi kemudian diekstraksi menggunakan

metanol 96% dengan metode setrifugasi 3000 rpm selama 15 menit dan dianalisis

pigmen dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dan Liquid

Chromatography-Mass Spectrometry (LC-MS). Analisis kandungan derivat

pigmen dilakukan dengan dengan memilih ekstrak dari salah satu galur

berdasarkan hasil kromatogram LC-MS dan ekstrak dari Monascus purpureus

INACC-F01 merupakan galur yang terpilih untuk diidentifikasi kandungan

derivat pigmennya. Ekstrak pigmen dipisahkan menggunakan metode

kromatografi kolom vakum dan fraksi yang dihasilkan diidentikasi dengan LC-

MS kolom Cosmosil 5C18-MS-II, dan kecepatan alir 0.5 mL/min. Percobaan

yang dilakukan menunjukkan dapat diidentifikasi 11 pigmen yaitu Monarubrin

(Y,BF), Xanthomonascin A, Xanthomonascin B, Rubropunctin, Monapurones B,

Monapurones C, Monankarin A-B, Red Shandong 2, Monascopyridine A,

Monascopyridine B dan Monascopyridine C. Proses identifikasi pigmen mengacu

pada data yang terangkum dari hasil studi derivat pigmen Monascus yang telah

dilakukan sebelumnya.

Penggunaan ekstrak pigmen sebagai pewarna kosmetik diawali dengan pemilihan

ekstrak yang memberikan serapan pigmen merah paling tinggi berdasarkan hasil

analisis Spektrofotometer UV-Vis. Ekstrak Monascus purpureus IPBCC-B dipilih

sebagai pewarna untuk digunakan pada pembuatan contoh komposisi lipstik dan

perona pipi. Proses pembuatan lipstik dan perona pipi diawali dengan menguji

spesifikasi bahan dan stabilitas pigmen ekstrak terhadap variasi pH dan suhu.

Produk dibuat masing-masing empat komposisi dengan kandungan ekstrak

pigmen 10%b/b dan variasi konsentrasi pelembab lesitin 0, 1, 2 dan 3%b/b. Uji

kualitas produk dilakukan dengan melalui serangkaian uji yaitu organoleptik,

homogenitas, titik lebur, pH, iritasi, oles, efektivitas kelembaban, stabilitas

produk, kekerasan, keretakan dan hedonik. Percobaan yang dilakukan

menunjukan pigmen Monascus purpureus dapat digunakan sebagai pewarna pada

lipstik dan perona pipi dan produk dengan daya terima paling baik adalah produk

pada komposisi ekstrak 10%b/b dalam lesithin 2%.

Deskripsi Alternatif :

Researches of Monascus pigments are progressing rapidly including the

discoveries of new pigments that are derivatives from the main pigments of

yellow, orange and red. The research data obtained are still secluded in many

research journals, therefore the data have to be compiled, especially information

on the levels of toxicity of each pigments that have been found. The compilation

would be the basis for the safety use of Monascus pigments as natural pigments.

Information about derivates of pigment from Monascus purpureus Indonesian

strain is not yet known, including reports of the use of Monascus pigment as a

natural pigment in food, medicine and cometics are also very limited. The aims of

this research were to study derivates of Monascus pigments including the

determination of toxic effect, the identification of derivates Monascus purpureus

pigments from Indonesian strain and the use of pigment extract as cosmetic

colorant.

Study of more than 300 worlwide published research articles has been conducted

regarding with isolation and identification of Monascus pigment derivates from

1976 to 2015. Results of the study obtained 57 derivates of Monascus pigment

compiled and equipped with chemical structure, chemical formula, molecular

weight, name of pigment, strain and substrate, color and the identification method

used. In Silico method studied to determination the level of solubility and toxicity

using Ecosar and PreAdmet. The results of toxicity assay with Ecosar showed the

level of pigment toxicity agains aquatic organisms based on Log P value, the

lower of Log P value, the less toxic effect. Result of toxicity test with PreAdmet

showed that Monascopyridine A, B and C gave negatif result to Ames and

Carsino test. The use of in silico method for Monascus research was the first time

applied and expected to guide for future Monascus research to produce complete

and applicative result.

Study of Monascus in Indonesia found five Monascus purpureus strains coded by;

IPBCC-A, IPBCC-B, ITBCC-HD-001, INACC-F147 and INACC-F01. The five

strains of Monascus purpureus are fermented using rice as substrate and

incubated for 14-28 days at temperathure 25-28

o

C. The fermentation product was

! !

iv

extracted using methanol 96% by setrifugation method with 3000 rpm for 15 min

and analyzed pigment using UV-Vis Spectrophotometer and Liquid

Chromatography-Mass Spectrometry (LC-MS). Pigment identification was

performed by selecting extract from one galur based on LC-MS chromatogram

and extract Monascus purpureus INACC-F01 was the selected galur. The pigment

extracts were separated using the vacuum column chromatography method and

the fraction was identified using LC-MS column of Cosmosil 5C18-MS-II, and

flow rate of 0.5 mL/min. The experiment was identified eleven pigments derivates;

Monarubrin (Y, BF), Xanthomonascin A, Xanthomonascin B, Rubropunctin,

Monapurones B, Monapurones C, Monankarin AB, Red Shandong 2,

Monascopyridine A, Monascopyridine B and Monascopyridine C. Pigment

identification process refers to the data which was summarized from the results of

studies derivates of Monascus pigment that have been done previously.

The use of pigment extract as a cosmetic colorant begins with the selection of

extracts that showed the highest red pigment absoption based on UV-Vis

Spectrophotometer analysis. Monascus purpureus IPBCC-B extract was selected

as a colorant for use in preparation of lipstick and blush-on composition. The

formulation process begins by testing the material specifications and the stability

of the pigment extract with the variation of pH and temperature. Lipstick and

blush-on are made four compositions with 10%w/w pigment extract content and

variation of lecithin concentration 0, 1, 2 and 3%w/w. Evaluation product

performed through a series of tests; organoleptic, homogeneity, melting point,

pH, irritation, patch, moisture effectiveness, product stability, hardness, cracking

and hedonic. The experiments showed that Monascus purpureus pigment could be

used as colorant on lipstick and blush-on and the product with the best

acceptance was the extract composition of 10% in 2% of lesithin.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS3 - Pharmacy-SF
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • PEMBIMBING : Dr Marlia Singgih Wibowo ; Dr. Elin Julianti, Editor: yana mulyana