Path: TopS2-ThesesBusiness Administration-SBM2012

DEFINING THE PRODUCT MIX TO OPTIMIZE UTILIZATION AND EFFICIENCY RATE THROUGH STRATEGIC CAPACITY MAPPING ( CASE STUDY IN WOVEN TEXTILE MANUFACTURE)

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:30:32
Oleh : ANNA CAROLINA LIONG (NIM 29109385) ; Pembimbing : Dr. Ir. Aries F. Firman, S2 - Business Administration
Dibuat : 2012, dengan 6 file

Keyword : textile industry, weaving, product mix, strategic capacity mapping, linear programming, production scheduling.

Textile industry has been one of the biggest economy contributors in Indonesia West Java area. Nevertheless, after the CAFTA Agreement in 2010, textile industry in Indonesia has to compete with very tight margin and volatile environment. Changes in business environment encourage textile mills in Indonesia to improve their efficiency and utilization rate to reduce fix cost per unit of fabrics. With the revival of textile industry in the end of 2010, an applicable product mix strategy that utilizes the entire process chain in a textile mill




can become the most important source of competitive advantage. The most common process chain combination in polyester filament textile industry lies in its pre-weaving yarn preparation process that includes interlaced, texturizing, and twisting of warn. While interlaced and texturized warp yarn has to undergo sizing process, sizing process for twisted yarn is usually skipped. The variation of the process flow is very crucial in production planning and scheduling. This research aims to provide a generic product mix solution based on the combination of twisting –sizing machine in a weaving mill, thus optimizing its process flow to align with its capacity. It also tries to adopt line balancing method to find the possible additional capacity required to reduce the overall capacity waste. In the future, the research, analysis method and the model derived can be used in other textile mills accordingly. Initial operational data analysis upon weaving production performance reveal that low production rate mainly caused by machine downtime and scheduling mismatch between raw material preparation division and weaving division. In order to align scheduling in each division, a resource planner is needed to allocate each division’s machine capacity to support




the aggregate plan. The combination of the resource planner result is then used to perform a linear programming calculation to minimize the overall capacity waste. The implementation process began with fine tuning the system according to real life situation prior to the trial application. Upon trial application, feedback mechanism on the system has to be built to assure continuous improvement on the system and to maintain system relevancy to real-time production system.

Deskripsi Alternatif :

Tekstil industri telah menjadi kontributor nomor satu untuk Indonesia terutama bagi Propinsi Jawa Barat. Namun sejak dibentuknya perjanjian CAFTA di tahun 2010, industri tekstil harus bersaing harga dengan kondisi pasar yang bergejolak. Perubahan ini mengharuskan perusahaan- erusahaan tekstil meningkatkan efisiensi kerja untuk menurunkan ongkos produksi per meter kain. Dengan kemajuan kembali industri tekstil di akhir tahun 2010, kombinasi produksi beberapa jenis produk menjadi penting untuk meningkatkan utilitas mesin pabrik dan sekaligus menjadi kunci keberhasilan dalam berkompetisi. Interlaced, texturizing, dan twisting adalah proses kombinasi yang umum pada rantai produksi di industri polyester. Proses ini diberikan sebelum benang ditenun. Untuk proses interlaced dan texturizing benang harus menjalani proses sizing, sedangkan untuk twisting biasanya tidak menggunakan proses sizing. Variasi dari kombinasi proses dan produk sangat mempengaruhi perencanaan produksi dan penjadwalannya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat jadwal dan kombinasi produk sehingga menghasilkan utilitas yang optimum berdasarkan pada kombinasi proses dan kapasitas mesin twisting dan sizing. Penelitian ini mencoba untuk mengadopsi metode line balancing untuk menemukan kelebihan kapasitas yang selama ini tidak digunakan. Di masa depan hasil dari penelitian dan metode analisis dapat diaplikasikan pada pabrik tekstil lainnya. Analisis data operasional pada kinerja produksi mesin tenun menunjukan tingkat produksi yang rendah terutama disebabkan oleh downtime mesin dan ketidakcocokan penjadwalan antara persiapan bahan baku dan divisi divisi tenun. Untuk menyelaraskan penjadwalan di setiap divisi, perencana sumber daya dibutuhkan untuk mengalokasikan kapasitas mesin di setiap divisi secara menyeluruh. Kombinasi produk dan jadwal dari perencana sumber daya ini kemudian dihitung dengan linear programming untuk mendapatkan optimisasi produksi. Proses implementasi dimulai dengan mengaplikasikan sistem yang telah dibuat pada dan dibandingkan dengan data sebelum percobaan. Mekanisme pelaporan harus dibangun secara real-time untuk menjamin perbaikan terus menerus dan untuk mempertahankan relevansi sistem produksi.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Ir. Aries F. Firman, Editor: Dwina Fatimiyah Shidiq

File PDF...