Path: TopS2-ThesesCivil Engineering-FTSL2002

STUDI ALTERNATIF POLA TANAM DAN SISTEM GOLONGAN PADA DAERAH IRIGASI CIHERANG

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:23:36
Oleh : ANDRIANITA SULISTIORINI (NIM: 95000042), S2 - Water Resources Management
Dibuat : 2002, dengan 9 file

Keyword : pola tanam, intensitas tanam, golongan, menems (continous flow), giliran (intermiten); Cropping pattern, cropping intensity, block, continuous flow,interrnittent flow.
Nomor Panggil (DDC) : T 551.353 SUL
Url : http://otomasi.lib.itb.ac.id/home.php?menu=library&action=detail&libraryID=50266
Sumber pengambilan dokumen : 20080022

Pola tanam yang didasarkan pada SK Bupati padi-padi-palawija yang pemberian airnya secara menerus, intensitas tanamnya hanya mencapai 290 % ; bentuk pola tanam yang berkembang di masyarakat yaitu padi-padi-padi dengan intensitas tanam 254 % dan pemberian air secara menerus. Untuk meningkatkan intensitas tanam yang baik berdasarkan pola tanam SK. Bupati dengan pola tanam existing perlu pengaturan pola tanam dan pemberian air secara giliran untuk golongan I terhadap golongan I1 dengan pemberlakuan faktor K 0.78 untuk tanam padi-padi-palawija dan faktor K 0.47 tanam padi-padi-padi. Untuk meningkatkan efektifitas pemanfaatan lahan dan pemerataan tanam bagi petani agar tidak te rjadi konflik, maka dilakukan pola tanam campuran yaitu padi-padi-padi/palawija , dengan faktor K 0.60 , pemberian air irigasi dengan sistem giliran pembagian luas DI secara optimum pada MT I11 adalah : > Tanam Padi 1766.39 ha ( 70 % ) > Tanam Palawija 757.03 ha ( 30 % ) Dengan menerapkan pola tanam padi-padi-padilpalawija, sistem pemberian air dilakukan secara giliran dengan faktor K 0.6 pada bulan Agustus I, Agustus 11 dan September I. Berdasarkan bentuk pola tanam padi-padi-padilpalawija dapat meningkatkan intensitas tanam dari 270 % menjadi 300 %.

Deskripsi Alternatif :

The cropping pattern is based on the Decree of Regent (SK Bupati) that rice-rice-palawija crop which its water distribute is continuous flow, its cropping intensity is only achieving 290 %. The developed cropping pattern in the community is that rice-rice-rice with the cropping intensity is 254 % and continuous flow. To improvethe good cropping intensity based on the SK. Bupati's cropping pattern with the existing cropping pattern which needs the cropping pattern regulation and the intermittent water distribute for block I toward the block I1 by the treatment of factor K of 0.78 for rice-rice-palawija crop and faktor K 0.47 is that rice-rice-rice crop. To increase the land use effectiveness and cropping equalization for the farmers in order that conflicts is not resulting in, so the mix cropping pattern is that rice-rice-rice+palawija crop with the factor K = 0.60, water distribute with the intermittent system on the area divide on DI. In optimum for dry season I1 (MT III), is that : O- Rice cropping 1,766.39 ha (70 %} k Palawija cropping 757.03 ha (30 %) By appling the cropping pattern of rice-rice-rice+palawija crop, water distribute system is flowed intermittently with the factor K of 0.6 on August I, August I1 and September I. Based on the cropping pattern of rice-rice-rice+palawija crop can improve the cropping intensity from 270 % becoming 300 %.


Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id