Path: Top > S2-Theses > Urban and Regional Planning-SAPPK > 2018

Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Pemilihan Moda Antara Kereta Api dan Sepeda Motor Pada Perjalanan Bekerja di Koridor Solo-Yogyakarta

The Influencing Factors on Modes Choice Between Train and Motorcycle of Commuter in Solo-Yogyakarta Trip

Master Theses from JBPTITBPP / 2018-02-23 14:36:49
Oleh : Andina Oktavia Sulistya Putri (NIM: 25416067), S2 - Regional and City Planning-SAPPK (andinaoktavias@gmail.com)
Dibuat : 2018-02-13, dengan 2 file

Keyword : Probabilitas Pemilihan Moda, Perjalanan Solo-Yogyakarta, Pekerja Komuter, Kereta Api Antar Kota Metropolitan, Multistage Sampling, Model Logit Biner, Regresi Binary Logistic, Uji Chi Square,Uji Mann Whitny-U, NLOGIT, SPSS.
Subjek : Perencanaan Transportasi dan Prasarana
Nomor Panggil (DDC) : 711.7

Peningkatan pergerakan antar perkotaan metropolitan Solo dan Yogyakarta salah satunya disebabkan oleh pergerakan harian pekerja komuter. Penggunaan kendaraan pribadi sebagai moda berkomuter menyebabkan dampak negatif berupa polusi udara yang disebabkan oleh gas buang kendaraan dan kemacetan yang terjadi pada titik-titik tertentu jalur lintas Solo – Yogyakarta. Kereta api komuter Solo-Yogyakarta menjadi salah satu pilihan alternatif moda berkelanjutan dengan konsumsi bahan bakar yang rendah yaitu sebesar 0,002 liter/km/penumpang. Namun demikian, meskipun pemerintah telah memberlakukan kebijakan-kebijakan yang mendorong peningkatan jumlah penumpang kereta api, moda ini masih belum menjadi moda pilihan masyarakat dalam kegiatan komuter bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pekerja komuter dalam memilih moda bekerja antara kereta api dan sepeda motor serta memprediksikan besaran waktu dan biaya perjalanan yang dapat mempengaruhi probabilitas komuter untuk memilih menggunakan kereta api sebagai moda bekerja di Koridor Solo-Yogyakarta. Responden penelitian dipilih melalui multistage sampiling dengan total responden berjumlah 138 orang. Pemodelan probabilitas dilakukan menggunakan model logit biner untuk memodelkan probabilitas pemilihan moda antara kereta api dan sepeda motor. Software yang digunakan untuk estimasi parameter adalah SPSS dan NLOGIT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan moda berdasarkan analisis hubungan dengan Uji Chi Square, Uji Mann Whitny-U, dan Regresi Logit Biner. Kedelapan faktor tersebut adalah jenis kelamin, kepemilikan SIM, penggunaan angkutan umum ke stasiun sebagai moda pengumpan, jadwal keberangkatan, frekuensi penggunaan moda dalam satu minggu, jarak perjalanan dari rumah ke tempat kerja, waktu perjalanan, serta biaya perjalanan. Komuter di Koridor Solo-Yogyakarta cenderung lebih memilih melakukan perjalanan bekerja menggunakan sepeda motor dibandingkan dengan kereta api. Hal ini diketahui berdasarkan hasil perhitungan nilai utilitas yang menunjukkan bahwa rata-rata nilai utilitas penggunaan sepeda motor lebih tinggi dibandingkan rata-rata nilai utilitas penggunaan kereta api yang menyebabkan peluang terpilihnya moda sepeda motor oleh pekerja komuter di Koridor Solo-Yogyakarta lebih besar dibandingkan dengan kereta api (71,19% banding 18,81%). Pada kondisi eksisting diketahui bahwa rata-rata waktu perjalanan dan biaya perjalanan eksisting menggunakan kereta api masing masing adalah sebesar 63,9 menit dan Rp. 20.365,32. Berdasarkan analisis sensitivitas model dapat diprediksi bahwa komuter akan mau menggunakan moda kereta api sebagai moda komuter apabila waktu dan biaya perjalanan menggunakan kereta api diturunkan masing-masing menjadi 43 menit dan Rp. 12.265,32. Sementara berdasarkan hasil analisis willingness to pay diketahui bahwa besaran biaya perjalanan yang mau dibayarkan oleh komuter untuk menggunakan kereta api sebagai moda berkomuter adalah sebesar RP.14.000,00. Dengan demikian dapat diketahui bahwa terdapat kemungkinan untuk menjadikan moda kereta api sebagai moda komuter utama pada perjalanan bekerja di Koridor Solo – Yogyakarta dengan melakukan rekayasa terhadap pelayanan moda transportasi. Oleh karena itu, hasil akhir penelitian ini merupakan rekomendasi strategi untuk meningkatkan probabilitas pemilihan kereta api sebagai moda komuter yang dirumuskan berdasarkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan moda komuter pada perjalanan bekerja di Koridor Solo – Yogyakarta. Beberapa rekomendasi strategi tersebut diantaranya adalah meningkatkan pelayanan kereta api dengan memberikan fasilitas khusus bagi penumpang wanita dan menerapkan jadwal keberangkatan kereta sesuai kebutuhan pengguna, meningkatkan pelayanan angkutan umum sebagai moda pengumpan, memberikan disinsentif pada perjalanan komuter menggunakan sepeda motor, mempersingkat total waktu perjalanan menggunakan kereta api, serta memperkecil total biaya perjalanan menggunakan kereta api.

Deskripsi Alternatif :





The increased movement between urban metropolitan Solo and Yogyakarta caused by daily movement of commuter workers. The use of private vehicles as a mode of commuting causes negative impacts such as air pollution and traffic congestion. The Solo-Yogyakarta commuter trains become one of the alternatives of sustainable mode with low fuel consumption just about 0.002 liters/km/passenger. Nevertheless, although the government has enacted policies to increase the number of train passengers, this mode has not yet become the major mode for commuter workers. This study aims to identify factors affecting commuting workers in choosing a working mode between train and motorcycle, and to predict the amount of time and travel costs that may affect the probability of commuting to choose using train as a working mode. Respondents were selected through multistage sampling with a total of 138 respondents. The probability modeling is performed using a binary logit model to modeling the probability of selecting modes between train and motorcycle. Software used for parameter estimation is SPSS and NLOGIT. The results showed that there were eight factors influencing modes choice based on correlation analysis with Chi Square Test, Mann Whitny-U Test, and Binary Logit Regression. The eight factors are gender, SIM ownership, the use of public transport to the station as feeder, departure schedules, frequency of weekly usage, distance from home to work, travel time, and travel cost. Commuters are more likely travel with motorcycle than train. This is known based on the calculation of utility value which known that the average utility value of motorcycle usage is higher than the average utility value of commuter train usage. The probability of choosing motorcycle by commuter is bigger than the train (71.19% versus 18.81%). In the existing conditions, it is known that the average travel time and the travel cost by train are 63.9 minutes and Rp. 20365,32. Based on the model sensitivity analysis, it is predict that commuters will be willing to use train as a commuter mode when the time and travel cost by train are lowered to 43 minutes and Rp. 12.265,32. While based on the results of willingness to pay analysis known that the amount of travel expenses that will be paid by the commuter to use train as a commuter mode is RP.14.000,00. So, it can be seen that there is a possibility to make commuter train as the main mode of working trip by enhance the transportation mode service. Some of recommendations that suggested are applying train schedules according to user requirements, improving public transport services as feeder, providing disincentives on commuter trips using motorcycles, shortening total travel time by train, and minimize the total travel cost by train.




Keywords: Probability of Mode Selection, Solo-Yogyakarta Trip, Commuter, Metropolitan Intercity Train, Multistage Sampling, Binary Logit Model, Binary Logistic Regression, Chi Square Test, Mann Whitny-U Test, NLOGIT, SPSS.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Regional and City Planning-SAPPK
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Shanty Yulianti Rachmat, ST., MT., M.Sc., Ph.D., Editor: Yoninur Almira

File PDF...