Path: TopS1-Final ProjectMeteorology-FITB2017

ANALISIS KESESUAIAN IKLIM DAN LAHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS TEH UNTUK PROYEKSI TAHUN 2030 (Studi Kasus Kabupaten Bandung)

CLIMATE AND LAND SUITABILITY ANALYSIS OF TEA PRODUCTIVITY FOR PROJECTION IN 2030 (Case Study Bandung Regency)

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 11:45:48
Oleh : ANDHIKA RAHMAN , S1 - Department of Geophysics and Meteorology
Dibuat : 2017-09-25, dengan 1 file

Keyword : Produktivitas Teh, Kesesuaian Iklim dan Lahan, Deret Fourier, Model Barotropik, Variabilitas Iklim

Provinsi Jawa Barat merupakan produsen teh utama yang menghasilkan lebih dari 78% produksi teh di Indonesia. Daerah produsen teh di Provinsi Jawa Barat terkonsentrasi di beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung. Sayangnya produksi teh di Kabupaten Bandung terus menurun dan dikhawatirkan tidak bisa memenuhi permintaan teh di masa depan. Ada banyak faktor yang menentukan produktivitas teh, seperti umur tanaman, tenaga kerja, kesesuaian iklim dan kesesuaian lahan. Di penelitian ini akan diteliti lebih lanjut tentang kesesuaian iklim dan kesesuaian lahan terhadap produktivitas teh hingga tahun 2030 dengan memperhitungkan variabilitas iklim.



Metode yang dipakai adalah fitting Deret Fourier untuk memproyeksikan curah hujan dan Model Barotropik digunakan untuk menentukan jumlah hari petik dalam setahun hingga tahun 2030. Curah hujan, temperatur, kemiringan lereng dan jenis tanah digunakan sebagai faktor penentu dalam kelas kesesuaian lahan. Hasil penelitian ini memproyeksikan produktivitas teh di Kabupaten Bandung menurun dari rata-rata produktivitas teh sebesar 1,8 ton/hektar, menjadi 1.64 ton/hektar pada tahun 2030. Oleh karena itu disarankan untuk membuka lahan baru atau rekayasa lahan untuk meningkatkan produksi teh di Kabupaten Bandung.



Deskripsi Alternatif :

West Java Province is a main producer that produces more than 78% of tea production in Indonesia. Areas in West Java Province that produce tea are concentrated in several sub-districts in Bandung Regency. Unfortunately, tea production in Bandung Regency continues to drop and it is feared it cannot meet the demand for tea in the future. There are many factors that determine productivity, such as plant life, labor and climate and land suitability. In this research it will be examined further about the climate and land against tea productivity until 2030 with the provision of climate variability.



The Fourier Series fitting is used as the method to project rainfall and the Barotropic Model is used to determine the number of harvest days in a year until 2030. Rainfall, temperature, slope and soil type are used as determinants in land suitability class. This research results tea productivity projection in Bandung Regency decreased from the average tea productivity of 1.8 tons per hectare to 1.64 tons per hectare in 2030. Therefore, it is suggested to open new tea plantation or land engineering at old tea plantation to increase tea production in Bandung Regency.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS1 - Department of Geophysics and Meteorology
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Dr. Plato Martuani Siregar, S.Si., M.Si. , Editor: Irwan Sofiyan

File PDF...