Path: Top > S2-Theses > Design-FSRD > 2001

STRATEGI PENGEMBANGAN DESAIN MEBEL MELALUI PENDEKATAN HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL (Studi Kasus : Industri Mebel dan Kerajinan Rotan Tegalwangi, Cirebon)

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:46:47
Oleh : Andar Bagus Sriwarno (NIM: 271 98 003), S2 - Design
Dibuat : 2001-07-10, dengan 9 file

Keyword : IPR, subcontractors, design strategies, indigenous knowledge, IP management , furniture.
Subjek : Drawing and Decorative Arts
Nomor Panggil (DDC) : 749 SRI

Abstrak:




Tegalawangi merupakan sebuah wilayah di sebelah selatan Cirebon yang terkenal sebagai daerah industri kerajinan dan mebel ratan nasional. Meski hanva memasok 40 person dari total produksi kerajinan nasional dengan nilai ekspor 13,5 juta dollar per bulan, Tegalwangi telah memberi kontribusi devisa yang cukup besar bagi negara. Dampak sosial dan ekonomi akibat intervensi pemerintah dalam berbagai program bantuan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Kondisi kemakmuran dan kesejahteraan usaha rotan di Tegalivangi merupakan daya tarik tersendiri bagi pendatang dari filar daerah sehingga terbentuk bisnis usaha yang sangat khas yaitu Astern sub kontrak komponen. Sistem ini menjadi pola kerja yang cukup efisien karena sifatnya yang tanggap dalam pengelolaan limpahan order dari perusahaan besar.




Lemahnya etika bisnis antar pengusaha berakibat persaingan yang kurang sehat sehingga menjadikan kendala tidak stabilnya plan coda ekonomi. Kurang berfungsinya organisasi pengusaha mebel nasional (Asmindo) secara optimal turut berperan sebagai pemicu dominasi pasar di antara para pengusaha dengan cara meniru desain. Rendahnya pemahaman tentang pentingnya desain menjadikan desain dipandang sebagai komoditi yang tidak memiliki anti dan nilai strategis. Dampak ekonomi akibat penjiplakan desain berakibat goyahnya stabilitas harga. Mebel rotan tidak lagi memiliki nilai tawar yang tinggi. Friksi sosial berupa penjiplakan desain merupakan pelanggaran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang sangat dirasakan dampaknya balk nasional maupun internasional. Organisasi perdagangan dunia (WTO) telah melakukan teguran dan bahkan UST R (United State Trade Representative) menempatkan Indonesia ke dalam First Priority Watch List dan hares menegakkan sistem HAKI dengan seksama jika tidak ingin menerima sanksi embargo.




Dalam mengantisipasi tekanan internasional diperlukan sebuah pendekatan penyadaran dari kalangan industri besar dan sub kontraktor secara komprehensif - inisiatif . Industri tidak bisa menunggu intervensi pemerintah dalam menyusun aturan hukum dalam bidang HAKI serta melakukan upaya penegakan hukum (law enfbrcement) melainkan harus ada upaya internal dari industri bersangkutan dalam rangka menyiasati lingkungan hukum yang ada dan eksternal dengan membangun jaringan kerja dengan perguruan tinggi. Strategi yang perlu dibangun adalah menggairahkan kinerja lingkungan riset dan pengembangan produk baru yang berbasis HAKI secara optimal dengan cara menelusuri terlebih dahulu desain-desain dalam bank data dan menemukan unsur-unsur kekayaan tradisi sebagai nilai tambah desain. Dalam formulasi strategi, diperlukan serangkaian analisis terhadap faktor - faktor yang terkait hingga pada akhirnya lahir desain baru yang layak dafar (registeredable) dan layak lindung (protectable) yang pada akhirnya pengelolaan HAKI suatu industri dapat menjamin kesinambungan desain.

Deskripsi Alternatif :

Abstract:




Tegalwangi is a well known center for national rattan craft industry and furniture located on southbound of Cirebon. In spite of only 40% of the total national craft export production worth LISS 13.5 million per month, this area has contributed a significant portion of national income. Healthiness of the ample rattan business in Tegalwangi has drawn interests to individuals outside the area. This eventually forms a specific system business of component sub contract method This type of system is efficient since it is responsive to manage overwhelming orders from big companies. The fact of weak business ethics between entrepreneurs results in unfair competition that f irther creates instability in economics progress. The non-optimum role of the association of national furniture and handy craft (Asmindo) leads to situation of market monopoly through plagiarism. Poor understanding of the importance of design has set aside design as unimportant and non-strategic work. Economic impact of the design plagiarism is the price instability i.e. rattan furniture no longer becomes a high price commodities. Social friction due to this plagiarism is the violation of intellectual property rights (HAKI). Evidence of such infringement is the appeal of World Trade Organization (WTO) and even .further the decision of United State Trade Representative (USTR) to place Indonesia into First Priority Watch List that, forces Indonesia to establish a firm Intellectual Property Rights system to avoid embargo sanction. In order to anticipate international pressure, a comprehensive and initiative approach from large companies and subcontractors is required. Industries can no longer expect governmental intervention in constructing rules and law enforcement in Intellectual Property Rights, but internally an initiative must emerge from industries side to adapt to the existing rules as well as external effort in building inter-university network. The required strategy is to optimally stimulate the research environment and development of new Intellectual Right Property-based products. This can be implemented by initially tracing previous works from a design database and exploring traditional richness as a new added value to existing products. To formulate the strategy, a sequence of analysis to related factors is needed that eventually raises a new design which is registeredable and protectable. As final stage the Intellectual Property Rights management in industries is proven to be required to ensure the continuity of design.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD).




Information Dissemination Right @2008 ITB Central Library, Jl. Ganesha 10 Bandung,40132, Indonesia.




Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author to ITB Central




Library in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing I : Prof. Imam Buchori Zainuddin. ;




    Pembimbing II: Drs. Prabu Wardono, M.Des.





    Scanner: Alice Diniarti; 2008-01-07. , Editor: PKL-SMK

File PDF...