Path: Top > S2-Theses > Biology-SITH > 2007

PENGGUNAAN TIPE-TIPE HABITAT OLEH TIGA JENIS ELANG DI KAWASAN PANARUBAN TANGKUBAN PERAHU JAWA BARAT

Utilization of Habitat Type by Three Species of Eagle In Panaruban Area, Tangkuban Perahu - West Java Province

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:33:59
Oleh : ANA WIDIANA (NIM 20605004), S2 - Biology
Dibuat : 2007, dengan 7 file

Keyword : Elang, Kawasan Panaruban, tipe habitat, frekuensi perjumpaan, lama waktu kehadiran

Penyusutan kawasan hutan akibat aktivitas manusia di Pulau Jawa semakin meluas. Keadaan ini dapat berpengaruh negatif terhadap keberadaan jenis-jenis elang yang menggunakan kawasan ini sebagai habitatnya. Tipe habitat merupakan salah satu faktor eksternal yang dibutuhkan elang dalam melakukan aktivitas hariannya dan untuk dapat mempertahankan kehidupannya.

Untuk mengetahui kebutuhan elang akan tipe habitat di Kawasan Panaruban Tangkuban Perahu, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui proporsi penggunaan tipe habitat oleh elang dalam melakukan aktivitas hariannya (terbang, bertengger dan berburu). Proporsi penggunaan tipe habitat didapat dengan menghitung frekuensi perjumpaan dan lamanya waktu kehadiran elang di setiap tipe habitat.

Penelitian diawali dengan observasi langsung di lapangan untuk mengetahui jenis elang yang sering ditemukan perjumpaannya, mengkategorikan tipe habitat yang diperkirakan sering digunakan elang untuk melakukan aktivitas hariannya dan menentukan lokasi atau titik pengamatan. Pengamatan aktivitas elang dilakukan dengan menggunakan metoda Ad-libitum yang digabungkan dengan metoda scan sampling, sedangkan penghitungan frekuensi perjumpaan dan lamanya waktu kehadiran dicuplik dengan metoda time sampling.

Ditemukan 3 jenis elang yang sering terlihat kehadirannya di lokasi penelitian yaitu Elang Hitam (Ichtinaetus malayensis), Elang Ular-Bido (Spilornis cheela) dan Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus) yang ketiganya termasuk kedalam famili Acciptridae dan merupakan jenis penetap. Tipe habitat dikategorikan ke dalam 4 tipe habitat yaitu Tipe habitat hutan alam, hutan produksi, kebun teh dan pertanian yang berupa sawah dan kebun masyarakat di dekat perkampungan penduduk.

Aktivitas terbang pada umumnya dilakukan oleh ketiga jenis elang dengan melintas di atas keempat tipe habitat dengan frekuensi perjumpaan tertinggi di tipe habitat kebun teh dengan frekuensi rata-rata sebesar 51,91%. Aktivitas bertengger dilakukan oleh Elang Hitam di tipe habitat kebun teh dengan proporsi tertinggi yaitu 66,67%, hutan produksi dan pertanian digunakan dengan proporsi yang sama sebesar 16,67%. Elang Ular-Bido hanya teramati melakukan aktivitas bertenggernya di tipe habitat kebun teh (100%). Elang Brontok melakukan aktivitas bertenggernya di kebun teh dengan proporsi 77,78% dan di hutan produksi sebesar 22,22%. Aktivitas berburu teramati dilakukan oleh Elang Hitam dan Elang Ular-Bido di tipe habitat kebun teh dengan proporsi sebesar 100%. Sedangkan Elang Brontok menggunakan tipe habitat hutan produksi dengan proporsi 50%, tipe habitat kebun teh dan pertanian digunakan dengan proporsi yang sama (25%).

Usaha-usaha konservasi terhadap jenis elang dapat dilakukan di kawasan Panaruban dengan mengembangkan kegiatan-kegiatan konservasi terhadap habitat untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Konservasi in-situ adalah metode terbaik dalam pelestarian elang yaitu dengan melestarikan elang di habitat alaminya. Usaha konservasi terhadap habitat elang adalah terutama menjaga keutuhan area berbiak (sarang) dan juga area berburu termasuk area yang menjadi daerah jelajahnya. Hal ini dapat memberikan dampak positif terhadap kelestarian elang yang ada di kawasan tersebut.

Deskripsi Alternatif :

Reduction forest area by human activities has been more increase extensively in Java Island currently. This situation could give adverse affect to the existence of various type of eagle utilize such area as their habitat. Habitat type is one of the external factors needed by eagle to keep survive and to do their daily activities.

A research on proportion of utilization of various type of habitat by eagle in doing its daily activities (soaring, perching and hunting) have been conducted to recognize the eagle’s needs of habitat type in Panaruban Area–Tangkuban Parahu. The research carried out by counting the frequency of eagle occurrence and duration of its presence in each habitat type.

The research started with direct observation on site to recognize eagle species which have frequently found, followed by categorized habitat type presumed as the repeatedly habitat utilized by the eagle to do its daily activities and the next step was to determine location and observation point. Observation of eagle activities used by ad-libitum method combined with scan sampling method, whilst time sampling method is quoted to acquire frequency of occurrence and duration of presence of the eagle.

Around the observation area, there were found 3 species of eagle sight frequently namely: Black Eagle / Elang Hitam (Ichtinaetus malayensis), Crested Serpent-eagle / Elang Ular Bido (Spilornis cheela) and Changeable Hawk-eagle / Elang Brontok (Spzaetus cirrhatus) all of them are the member of family acciptridae and recognized as permanent type. Habitat type categorized into 4 types of habitat namely natural-forest habitat type, production-forest habitat type, tea-plantation field habitat type and farming type of habitat consisting of paddy field and community field crop nearby inhabitants dwelling village.

Commonly, soaring activities performed by all three types of eagle by flying over the four types of habitats. The highest frequency of occurrence of soaring activities was over the tea-plantation field habitat type, with average frequency of occurrence 51.91 %. Perching activities performed by Black eagle at the tea-plantation area with the highest proportion 66.67%, follow by natural forest habitat type (16.67%) and farming area habitat type (16.67%). Crested Serpent-eagle only observed performed perching activities at the tea-plantation habitat type (100%). Changeable Hawk-eagle performed perching activities at the tea plantation field habitat type with the proportion of 77.78% and at production forest as much as 22.22%. Hunting activities observed performed by Black eagle and Crested Serpent-eagle at tea plantation habitat type with the proportion as much as 100%. Changeable Hawk-eagle utilized production forest habitat type with proportion 50%, tea plantation and farming area habitat type utilized with the same proportion that is 25%.

Conservation endeavors for the eagle species possibly performed at the Panaruban area by developing habitat conservation activities to obtain expected result. In situ conservation is the best method to maintain the existence of the eagle species in the natural habitat. Conservation efforts for the eagle habitat are mainly to protect breeding area (nest area) and also hunting area including the home range area. It could be provide positive impact for the existence of the eagle at such area.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr. Ama Rustama, Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...