Path: Top S2-Theses Transportation 2015

ANALISIS POTENSI DEMAND PADA PENGEMBANGAN KANAL JONGAYA DAN PANAMPU SEBAGAI MODA TRANSPORTASI ALTERNATIF (WATERWAY) DI KOTA MAKASSAR

Demand Potential Analysis, to Jongaya & Panampu Channel Development as Alternative Water Transport Modes (Waterways) in Makassar

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-03-16 09:17:36
Oleh : AMIRUDDIN AKBAR FISU (NIM : 24212302), S2 - Transportation
Dibuat : 2015, dengan 10 file

Keyword : waterway, transportasi air, demand, preferensi, factor yang mempengaruhi, Kanal Panampu, Kanal Jongaya, Makassar

Terjadinya kemacetan di kota Makassar tidak terlepas dari tingkat pertumbuhan kendaraan yang tidak terkendali, dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data 2010 jumlah kendaraan yang beroperasi di Makassar mencapai 843.473 unit, angka ini tumbuh sekitar 14 persen per tahun dan tidak seimbangnya dengan pembangunan infrastuktur transportasi yang ada memperparah kondisi traffic di Kota Makassar Salah satu potensi yang bisa dimanfaatkan untuk memecahkan persoalan kemacetan yang terjadi di Kota Makassar yaitu memanfaatkan kanal sebagai media transportasi perkotaan baik itu sebagai perjalanan untuk kebutuhan sehari-hari

(formal) maupun perjalanan kegiatan wisata (nonformal). Kota Makassar memiliki tiga kanal dengan panjang keseluruhan mencapai 15,11 km, 2 diantara dapat dijadikan sebagai media transportasi airyang terdiri dari Kanal Jongayya 7,83 km, Kanal Panampu 4,92 km. Sejak tahun 1990, Kanal ini berfungsi sebagai drainase

perkotaan dan juga sebagai basis utama pengendalian banjir. Transportasi kanal menjadi salah satu solusi untuk mengurangi permasalahan kemacetan yang terjadi

di kota Makassar.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar potensi demand dari moda angkutan berbasis waterway di Kanal Panampu dan Jongaya, faktor-faktor yang mempengaruhi user ingin ataupun enggan untuk menggunakan kanal sebagai media transportasi alternative. mengidentifikasi preferensi para user

terkait dengan perencanaan kanal sebagai media transportasi, dan mengidentifikasi sejauh mana peran kanal Jongaya dan Panampu dapat menjadi alternative media transportasi, baik itu sebagai pesaing ataupun pelengkap, terhadap transportasi berbasis jalan raya di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan

metode kuantitatif deskriptif untuk mencapai tujuan tersebut yang selanjutnya digunakan metode crosstab analysis, multinomial logistic regression dan pendekatan

dengan metode stated preference.

Berdasarkan temuan studi yang diperoleh, dapat dikatakan bahwa pandangan calon user terhadap rencana pengoperasian angkutan berbasis kanal/waterway dinilai baik dan positif, meskipun calon user belum memiliki

gambaran detil tentang bagaimana jasa angkutan berbasis kanal/waterway beroperasi. Namun sebagian besar dari calon user menyatakan kemungkinannya untuk bersedia menggunakan jasa angkutan berbasis kanal/waterway. Dari hasil survey dan analisis diperoleh potesi demand jasa angkutan berbasis kanal/waterway yaitu terdapat sekitar 20% reponden yang menyatakan kepastiannya untuk

menggunakan jasa angkutan berbasis kanal/waterway ini, dan sekitar 45% yang kemungkinan menggunakan jasa angkutan ini. Sedangkan sekitar 35% sisanya menyatakan tidak bersedia untuk menggunakan jasa angkutan ini. Secara spesifik terdapat 4 variabel yang mempengaruhi kesediaan calon user menggunakan moda waterway, yaitu pendapatan, waktu tempuh, alasan memilih moda, dan toleransi tarif. Sedangkan preferensi calon user terhadap pemilihan moda kanal dan angkot sensitif terhadap variabel tariff lalu waktu tunggu,kapasitas dan kecepatan moda.

Deskripsi Alternatif :

The occurrence of congestion in the city of Makassar is inseparable from the uncontrolled growth rate of vehicle in the last five years. Based on data from 2010, the number of vehicles that operated in Makassar reached 843 473 units, this figure is growing at about 14 percent per year. The unbalance between the recent number

of vehicles and the existing transport infrastructure development, worsen the condition of traffic in Makassar.

One of the potential that can be used to solve the congestion problem that occurred in the city of Makassar is by utilizing channels as urban transport medium,

for trips for daily needs (formal), and trips for tourist activities (informal). Makassar City has three channels with an overall length of 15.11 km reach, which 2 among them - Jongaya 7.83 km and Panampu 4.92 km – can be used as water transport medium. Since 1990, both channels already served as urban drainage system as well as the main base for flood control. Channel transport becomes one solution to reduce the congestion problems that occurred in the city of Makassar.

The purposes of this study are: to determine how much potential demand of transport modes based on waterways in Panampu and Jongaya Channels, factors that affect the user eagerness or reluctance to use channels as an alternative transportation medium, to identify the preferences of the user associated with the planning of channel as a transport medium, and to identify the extent to which the role of the Panampu and Jongaya Channel can be alternative transport mediums (either as a competitor or a complement to the road-based transportation in the city of Makassar). This study uses a quantitative descriptive methods approach to achieve these objectives, and further, uses crosstab analysis method, multinomial logistic regression and stated preference methods approach.

Based on the study findings obtained, it can be said that the prospective users' viewpoints to the plan of operating channel-based transport/waterways is considered good and positive. Although the prospective users do not yet have a detailed picture of how channel-based transport services/waterways will be operated.

Nevertheless, most of the prospective user states likely to be willing to use channelbased transport services/waterways in the future. From the survey and analysis results, obtained demand potential for channel-based transportation services/waterways, which contained approximately 20% of respondents who expressed their assurance to use this channel-based transport services, about 45% are likely to use this transport service, while approximately 35% of the remaining states they are not willing to use these transport services. Specifically, there are four variables that influence the willingness of prospective users using the waterways, namely: income, travel time, the reason for selecting the modes, and tolerance rates.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Transportation
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id