Path: TopS2-ThesesGeodesy and Geomatics Engineering-FITB2015

PENENTUAN OPSI GARIS BATAS NEGARA ANTARA INDONESIA DAN MALAYSIA DI PANTAI BARAT PULAU SEBATIK, TERUSAN TAMBOE DAN TERUSAN SIKAPAL

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:15:52
Oleh : AMIN NURDIN (NIM :25114007); Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Hasanuddin Z. A., M.Sc.; Dr. Ir. Eka Djunarsjah, M.T., S2 - Geodetic Engineering
Dibuat : 2015, dengan 6 file

Keyword : garis batas, Persetujuan 1915, Pulau Sebatik, ekuidistan, UNCLOS, boundary line, 1915 Agreement, Sebatik Island, Equidistance.

Permasalahan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia salah satunya disebabkan oleh tidak jelasnya batas internasional kedua negara. Salah satu lokasi tersebut adalah perairan dari pantai barat Pulau Sebatik, Terusan Tamboe dan Terusan Sikapal. Berdasar asas uti posidetis juris batas di perairan tersebut disebutkan dalam Persetujuan 1915 antara Belanda dan Inggris yang menyatakan batas negara di mulai dari pilar barat Pulau Sebatik, kemudian mengikuti bagian tengah terusan dan dihubungkan dengan watersheed Bukit Sikapal dengan garis tegak lurus. Sayangnya Persetujuan 1915 tidak menyebutkan datum geodesi dan metode yang digunakan untuk menentukan bagian tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan opsi-opsi penentuan batas berdasar Persetujuan 1915 dengan menerapkan metode ekuidistan yang disebutkan dalam UNCLOS (United Nations Convention on The Law of The Sea) dan IHO (International Hydographic Organization), metode Pendekatan Tiga Tahap (Three Stage Approach) yang digunakan oleh ICJ (International Court of Justice) dan ITLOS (International Tribunal for The Law of The Sea) dalam kasus batas maritim, serta metode interval untuk menentukan bagian tengah.


Langkah pertama metode Three Stage Approach adalah konstruksi garis ekuidistan pada beberapa peta dan citra satelit. Kemudian penentuan faktor berpengaruh pada area relevan. Uji disproporsionalitas dengan membandingkan panjang garis pantai dan luas area penentuan batas. Selanjutnya perbandingan median line untuk mengetahui besar perbedaan dari setiap garis batas yang terbentuk. Serta dilakukan analisis berdasar pada Persetujuan 1915.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ekuidistan dan Pendekatan Tiga Tahap dapat diterapkan dalam penentuan batas perairan di area tersebut. Ada beberapa opsi garis lintang pilar barat Pulau Sebatik dan tiga opsi garis tegak lurus ke Bukit Sikapal yang dapat digunakan. Ada sebuah unsur hidrografi yaitu Pulau Sedam di wilayah Malaysia yang mempengaruhi posisi titik batas di pantai barat Pulau Sebatik. Hasil uji disproporsionalitas perbandingan panjang garis pantai dan area perairan hasil penentuan batas Indonesia dan Malaysia menunjukkan hasil yang proporsional baik pada opsi 1 melibatkan Pulau Sedam maupun opsi 2 tidak melibatkan Pulau Sedam.

Deskripsi Alternatif :

Land boundary problem between Indonesia and Malaysia is due to, among other things, the unclarity of international boundary between the two countries. One of the locations where boundary is an issue is the area of west coast of Sebatik Island, Terusan Tamboe and Terusan Sikapal. Referring to the principle of “uti posidetis juris”, the boundary in said area is mentioned in the 1915 Agreement between The Neitherland and The British wich declare where it starts from the west pillar of Sebatik Island thence keeping middle of channel and connected finally to watersheed of Bukit Sikapal by a line taken perpendicular. Unfortunately the 1915 Agreement does not specify any geodetic datum and the method used to determine the middle of the channel. Therefore, it is necessary to figure out some options of delimitation by applying equidistance method as stated in UNCLOS (United Nations Convention on The Law of The Sea) and IHO (International Hydographic Organization) and the Three Stage Approach method practiced by ICJ (International Court of Justice) and ITLOS (International Tribunal for The Law of The Sea) in maritime boundary in order to define the middle of channel.


The first step of the Three Stage Approach method is to construct equidistance line on some charts and satellite images. The second step is to determine the relevant circumtances in relevant area. The third step is to accomplish, the disproportionality test- to compare the lenght of coastline with the delimitation area. Finally, the median line of those methods are then compared in order to find the difference in the constructed the boundary line. Analisys are conducted base on the 1915 Agreement.


Equidistance method and Three Stage Approach method can be applied in said water area delimitation as part of land boundary. There are some options of west pilar of Sebatik Island’s latitude lines and three options of perpendicular lines. Sedam Island situated in Malaysia region is a relevant circumstances that affects the position of centre point of west coast of Sebatik Island. The disproportionality test comparing the lenght of coastline to the delimitation area between Indonesia and Malaysia indicates a proportional comparison in both options which are 1) giving full effect to Sedam Island and 2) giving nil effect to Sedam Island.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Hasanuddin Z. A., M.Sc.; Dr. Ir. Eka Djunarsjah, M.T., Editor: Alice Diniarti

File PDF...