Path: Top > S2-Theses > Civil Engineering-FTSL > 2009

KAJIAN MODULUS RESILIEN CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS PENGIKAT (AC-BC) DENGAN MEMAKAI BUTON GRANULAR ASPHALT (BGA) 15/20 LAWELE

STUDY OF RESILIEN MODULUS IN MIXING ASPHALT CONCRETE (AC-BC) BINDING LAYER WITH BOTON ASPHALT GRANULAR

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:23:37
Oleh : Alfin Jerry (NIM 25006309), S2 - Transportation
Dibuat : 2009-00-00, dengan 7 file

Keyword : Mixed AC-BC, BGA Lawele, Absolute Dense, Marshall Test, Stiffness Modulus ; Campuran AC-BC, Kepadatan Mutlak, pengujian Marshall, Modulus kekakuan
Subjek : Technology-Engineering-Engineering of railroads and roads-Artificial road surfaces
Kepala Subjek : Pavements, Asphalt concrete
Nomor Panggil (DDC) : T 625.85 JER
Url : http://otomasi.lib.itb.ac.id/index.php?menu=library&act=detail&libraryID= 93194
Sumber pengambilan dokumen : Tesis Magister Rekayasa Transportasi Institut Teknologi Bandung

ABSTRAK:


Kebutuhan aspal nasional untuk kontruksi jalan meningkat setiap tahunnya. Sebagian dari kebutuhan tersebut dipenuhi dengan mengimpor. Salah satu cara untuk mengurangi impor aspal adalah dengan memanfaatkan produk dalam negeri,yaitu aspal alam yang terdapat dipulau Buton, Sulawesi tenggara.


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji Modulus Resilien Campuran Beton Aspal lapis pengikat (AC-BC) dengan memakai BGA tipe 15/20 dari Lawele di laboratorium. Perencanaan campuran didasarkan pada Spesifikasi Baru Campuran Beraspal Panas, Tahun 2007 dan menggunakan metoda Kepadatan Mutlak. Pada kadar aspal optimum (KAO) semua jenis campuran, dievaluasi ketahanan terhadap pengaruh air, dan modulus kekakuan UMATTA. Empat tipe perencanaan campuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanpa BGA (BGA-0), subtitusi 4% BGA (BGA-4), subtitusi 8% BGA (BGA-8) dan subtitusi 12% BGA (BGA-12) terhadap berat total campuran. Untuk setiap tingkat substitusi BGA akan memberikan kontribusi pada agregat, sehingga akan merubah seluruh gradasi halus dari agregat.


Untuk campuran BGA-0, BGA-4, BGA-8 dan BGA-12, nilai KAORefusal adalah 5.84%, 6.20%, 6.98% dan 7.30%. Nilai IKS adalah 84.40%, 92.39%, 92.61% dan 92.82%. Nilai Stabilitas Marshall adalah 990.11 Kg, 1087.25 Kg, 1171.37 dan 1132.89 Kg. Nilai Modulus kekakuan pada suhu 35 derajat C adalah 884.7 Mpa, 912.8 Mpa, 809.3 Mpa dan 708.6 Mpa. Dan pada suhu 45oC adalah 354.4 Mpa, 331.1 Mpa, 361.9 dan 385.4 Mpa.Terlihat bahwa dengan bertambahnya BGA terjadi perubahan modulus kekakuan. Semakin tinggi temperatur dan BGA, semakin tinggi nilai Modulus Kekakuannya, ini disebabkan karena pada temperatur 45 derajat C bitumen BGA mengalami penguraian secara baik sehingga jumlah aspal dan agregat saling mengisi dan saling mengikat satu sama lain.


Hasil analisis perhitungan Modulus Kekakuan menggunakan metoda Shell dan Nottingham berbeda dengan hasil uji UMATTA dikarenakan bedanya parameter yang digunakan. Untuk Shell menggunakan S bit , konsentrasi agregat (Cv), dan konsentrasi aspal (Cv`), sedangkan untuk Nottingham menggunakan fungsi S bit dan kadar VMA.


Dari hasil penelitian campuran AC-BC terlihat bahwa BGA diindikasikan dapat memperbaiki kinerja dari campuran dan meningkat modulus kekakuan UMATTA. Maka direkomendasikan melakukan penelitian dengan subtitusi aspal minyak dengan 8% BGA.

Deskripsi Alternatif :

ABSTRACT:


The needs of asphalt in road construction increase every year. Most of the asphalt demand was fulfilled by importing. Local product, such as Buton`s asphalt in Sulawesi Tenggara, could be a solution in decreasing the asphalt import.


The objective of this research is to study the Resilient Modulus of Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) using BGA type 15/20 Lawele. The study is based on the New Specification of Hot Mix Asphalt 2007 and the PRD method. All type of asphalt mix at OBC were evaluated to Water Endurance and stiffness modulus UMATTA. There are four types of asphalt mix are used in this research, i.e. without BGA (BGA-0), 4% substitution BGA (BGA-4), 8% substitution BGA (BGA-8) and 12% substitution BGA (BGA-12) from total weight of mixes. Each level of BGA substitution will make contribution to the aggregate, thus will change the whole aggregate gradation.


For BGA-0, BGA-4, BGA-8, and BGA-12 mixes the OBC were 5.84%, 6.20%, 6.98%, and 7.30%. The IKS are 84.40%, 92.39%, 92.61%, and 92.82%. Marshall Stability were 990.11 Kg, 1087.25 Kg, 1171.37 Kg, and 1132.89 Kg. Stiffness modulus in 35 degrees C are 884.7 Mpa, 912.8 Mpa, 809.3 Mpa, and 708.6 Mpa. In 45 degrees C the stiffness modulus are 354.4 Mpa, 331.1 Mpa, 361.9 Mpa, and 385.4 Mpa. It is clear that stiffness modulus will increase as BGA increases for certain temperature. The higher temperature and BGA contents, the higher stiffness modulus will be. At temperature of 45 degrees C , BGA bitumen was melt so that the asphalt and aggregate will fill and bond each other. Different results was obtained in Stiffness Modulus between the Shell and Nottingham method, this is caused by the different parameter used in those formula.


Concluding this research, BGA substitution indicates the increasing performance of the mix and its stiffness modulus. So that a research result with 8 % BGA substitution is recommended.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • (Informasi pembimbing tidak tersedia), Editor: Ena Sukmana

File PDF...