Path: TopS2-ThesesGeological Engineering-FITB2009

TATANAN GEOLOGI TELUK CENDERAWASIH DALAM KAITANNYA DENGAN EVOLUSI TEKTONIK KEPALA BURUNG, PAPUA

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:38:34
Oleh : AILERON CESSNA ADYAGHARINI (NIM 22007016); Pembimbing : Ir. Benyamin Sapiie, Ph.D. dan Dr. Ir. Darji Noeradi, S2 - Geology
Dibuat : 2009, dengan 10 file

Keyword : Kepala Burung, Papua, Teluk Cenderawasih, Tektonik

Penelitian geologi dan evolusi daerah Kepala Burung dimulai beberapa tahun lalu oleh beberapa peneliti. Data yang digunakan dalam pembuatan model evolusi dan tektonik Teluk Cenderawasih sangat terbatas, karena terbatasnya aktifitas eksplorasi di daerah ini. Model-model yang ada umumnya dibuat berdasarkan geologi di sekitar teluk, yaitu di daratan utama Papua dan di pulau-pulau yang tersebar di dalam teluk.

Teluk Cenderawasih dapat diklasifikasikan sebagai cekungan frontier. Di sekitar daerah ini hanya terdapat dua sumur bor. Pada tahun 1973, Tesoro Indonesia melaukan pemboran di dua titik, setelah itu aktifitas pemboran berhenti. Data seismik di daerah sekitar teluk di bagian daratan Papua Utara pada 1.380 km. Total sampai pada tahun 2007, data seismik daerah lepas pantai Teluk Cenderawasih tidak tersedia. Pada tahun 2007 TGS NOPEC melakukan pengambilan data seismik sepanjang ratusan kilometer di daerah teluk, dan multibeam. Data multibeam ini dapat digunakan untuk pemetaan backscatter dan bathimetri dasar laut.

Makalah ini akan menyimpulkan model baru perkembangan Teluk Cenderawasih di bagian utara Papua. Geologi Teluk Cenderawasih berperan penting dalam perkembangan evolusi tektonik Kepala Burung. Model yang disajikan terutama berdasarakan penafsiran penampang seismik 2D terbaru, peta struktur waktu, penampang geologi 3D, dan rekonstruksi penampang (palinspatik).

Studi tentang pergerakan lempeng yang mempengaruhi deformasi Kepala Burung menjelaskan bahwa Lempeng Benua Indo-Australia pada saat ini bergerak relatif ke utara, sedangkan Lempeng Samudera Pasifik-Caroline bergerak ke baratdaya. Deformasi akibat tumbukan oblique kedua lempeng ini terekam pada sejarah tektonik Kepala Burung dan seluruh daratan New Guinea.

Teluk Cenderawasih dibatasi oleh struktur-struktur geologi utama yang mempengaruhi sejarah tektonik Kepala Burung. Zona Sesar Sorong-Yapen berada di bagian tengah daerah penelitian, bagian utara dibatasi oleh New Guinea Trench. Bagian timur dibatasi oleh Waipoga Trough. Bagian selatan dibatasi oleh Weyland Overthrust. Bagian barat dibatasi oleh Jalur Lipatan Anjakan Lengguru, Zona Sesar Ransiki, dan Tinggian Kemum. Beberapa pulau tersebar di sekitar teluk, diantaranya, Pulau Yapen, Pulau Biak, Pulau Supiori, Pulau Num, Pulau Numfoor, dan beberapa pulau kecil di bagian barat teluk.

Penafsiran dari 72 penampang seismik 2D baru dan peta bathimetri permukaan lantai samudera menunjukkan perkembangan struktur dan sedimentasi daerah penelitian. Penafsiran data seismik dilakukan dengan menggunakan prinsip seismik stratigrafi. Hal ini disebabkan oleh minimnya informasi stratigrafi bawah permukaan yang memadai.

Peta struktur waktu dan penampang geologi 3D akan menunjukkan kecenderungan arah struktur sesar, geometri dan topografi cekungan serta tinggian batuan dasar. Struktur sesar berarah timurlaut-baratdaya diperkirakan sebagai bukti kehadiran mekanisme ekstensional pada daerah penelitian. Struktur sesar berarah barat-timur merupakan bukti perkembangan Zona Sesar Yapen. Deformasi kompresi ditemukan di bagian tenggara Teluk Cenderawasih di Palung Waipoga. Sesar anjakan tipe thin skinned hadir pada arah timurlaut-baratdaya membentuk jalur lipatan dan anjakan yang kemudian dikenal dengan Waipoga Fold Thrust Belt (Jalur Lipatan Anjakan Waipoga). Rekonstruksi penampang menampilkan perkembangan struktur dan sedimentasi hasil penafsiran. Rekonstruksi digunakan untuk mengkonfirmasi kehadiran ciri deformasi ekstensi maupun kompresi berdasarkan tipe-tipe sesarnya.

Hasil pemodelan pada seluruh penampang yang ada mengindikasikan adanya kemungkinan pergerakan Kepala Burung dan perlahan bergerak berlawanan arah jarum jam ke barat. Pergerakan ini diperkirakan berkaitan dengan hadirnya mekanisme ekstensional. Mekanisme ekstensional dan pergerakan sesar geser mengiri dari Zona Sesar Sorong-Yapen yang terjadi setelah tumbukkan busur benua ini kemudian menghasilkan ciri geografi yang sangat spesifik sebagai Teluk Cenderawasih.

Data stratigrafi yang memadai akan memberikan tambahan informasi mengenai batuan dasar yang mendasari Teluk Cenderawasih dan lithologi di atasnya, untuk itu diperlukan eksplorasi geologi lebih lanjut, misalnya pemboran di daerah lepas pantai Teluk Cenderawasih.

Deskripsi Alternatif :

Researches on geology and evolution of Bird's Head area have been conducted for years by many authors. The lack of geological data to construct tectonic and evolution model of Cenderawasih Bay were due to a very small amount of exploration activities. The current models generally were assembled based on geological data in the adjacent area, which are the Papua mainland and small islands lies in the bay.

Cenderawasih Bay could be classified into a frontier basin. Two wells data were available. In 1973, Tesoro Indonesia drilled two wells, but then after that, there has been no drilling activity in the basin.Onshore of North Papua limited amount of seismic lines have been recorded only 1,380 km. There were no offshore seismic activity has been recorded until 2007. TGS NOPEC then shoots hundreds of kilometers new seismic lines and multibeams on this frontier basin. Multibeams was used to acquire maps of both backscatter and seafloor bathymetry.

This thesis will deduce new development model of Cendrawasih in the northern part of Papua. The geology of the bay will play an important role to explain the Bird's Head tectonic evolution. The new presented model generate mainly based on results of interpretations on acquired seismic lines, time structure map, 3D geological cross section, and palinspatic reconstructions.

Recent studies on plate movement indicate that the Indo-Australia continental plate is moving to the north, while the Pacific oceanic plate is moving to the southwest. The deformations from this oblique collision are recorded on the tectonic history of Bird's Head and New Guinea mainland.

Several major geological features that affected the tectonic history of Bird's Head form the boundaries of Cenderawasih Bay. The east-west trending Sorong-Yapen Fault Zone is on the center of the research area, the northern part is bounded by New Guinea Trench, to the east by Waipoga Through, to the south by the Weyland Overthrust, and last but not least the western margins are Lengguru Fold-Thrust-Belt, Ransiki Fault Zone, and Kemum High.

Seismic interpretations on 72 new 2D lines and bathymetry on the seafloor topography showed a rapid growth of geological structure and sedimentation development. Seismic interpretations were able to perform by using the principal of seismic stratigraphy. This was due to the lack of proper subsurface stratigraphical data.

Time structure map and 3D cross section showed the majority fault trends, geometry and topography of basinal area and high area. A NE-SW fault trending were interpreted related to the extensional deformation phase occurred in the research area. An E-W fault trending proofing the Sorong-Yapen Fault Zone activities. Compressional deformation is found on the southeastern part of Cenderawasih Bay in the offshore Waipoga Trough. This compression is a spectacular NE-SW trending thin-skinned fold-thrust-belt system which later on known as Waipoga Fold Thrust Belt. Palinspatic reconstruction will illustrate the geological structure construction and sedimentation on the interpreted seismic lines. This reconstruction is used to confirm the existing extensional or compressional deformation feature based on its fault.

Evidence from seismic interpretation in the resulted model suggests Bird's Head might be shifted and slightly moved in counter clockwise direction to the west. This movement is interpreted related to extensional event occurred in the. The extensional mechanism and the E-W left-lateral strike-slip fault occurred following the arc-continent collision, constructing the present specific geographical features of Cenderawasih Bay.

An appropriate stratigraphical data will provide more information on the basement underlying Cenderawasih Bay and the lithology above basement, therefore a further geological exploration is required, such as well drilling offshore of Cenderawasih Bay.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id