Path: Top > S1-Final Project > Urban and Regional Planning-SAPPK > 2017

Identifikasi Kondisi Saat ini Transportasi Kota Bandung dalam rangka Melayani Usulan Lokasi Transit Oriented Development

Identification of Current Condition of Bandung Transportation to Serve Proposed Transit Oriented Development Location

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:30:32
Oleh : AFRIADI SAMUEL SIHOMBING, Central Library Institute Technology Bandung (afriadisamuel@gmail.com)
Dibuat : 2017-10-02, dengan 1 file

Keyword : kemacetan, Transit Oriented Development, kondisi transportasi, kualitas layanan dan intermodalitas
Subjek : Transportasi
Nomor Panggil (DDC) : 388.4




Kemacetan merupakan salah satu permasalahan transportasi yang dihadapi oleh Kota Bandung. Pada tahun 2013 tercatat terdapat 44 titik kemacetan di Kota Bandung. Kemacetan Kota Bandung berdampak pada besarnya kontribusi emisi gas buang Kota Bandung sebesar 66,34% pada tahun 2013. Selain itu, hingga tahun 2016 kemacetan tetap menjadi masalah yang dikeluhkan oleh penduduk Bandung. Untuk mengatasi permasalahan ini Kota Bandung telah menyiapkan rencana pengembangan kawasan TOD. Belajar dari pengalaman berbagai kota di dunia, pengembangan konsep TOD tidak selalu berhasil memecahkan permasalahan kemacetan. Terdapat 2 jenis syarat yang perlu dipenuhi atau dipersiapkan supaya pengembangan TOD dapat berhasil atau efektif. Kedua jenis syarat tersebut ialah critical conditions dan important conditions. Critical conditions merupakan syarat yang harus dipenuhi karena memiliki peran yang kritis dalam pengembangan TOD. Salah satu syarat critical conditions ialah kondisi transportasi yang dilihat dari kualitas layanan transit dan kondisi intermodalitas. Sebagai kota yang merencanakan pengembangan kawasan TOD, Kota Bandung perlu mengetahui sejauh mana terpenuhinya kondisi transportasi pendukung pengembangan TOD yang efektif supaya masalah kemacetan yang dihadapi dapat teratasi oleh pengembangan TOD. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi saat ini transportasi Kota Bandung dalam rangka melayani usulan lokasi TOD. Transportasi publik yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah Trans Metro Bandung (TMB) koridor 2 (Cicaheum-Cibeureum) sedangkan identifikasi kondisi intermodalitas dilakukan pada usulan TOD Kebon Kawung dan TOD Martadinata. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model SERVQUAL (Service Quality) untuk mengidentifikasi kualitas layanan transportasi publik saat ini dan analisis deskriptif untuk memaparkan kondisi intermodalitas pada usulan lokasi TOD. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, kualitas layanan Trans Metro Bandung koridor 2 masih belum mampu memenuhi harapan atau ekspektasi penumpang dan kondisi intermodalitas pada kedua usulan lokasi tergolong kuat. Kondisi saat ini transportasi Kota Bandung masih belum sepenuhnya mampu memenuhi kondisi transportasi yang termasuk critical conditions pengembangan TOD yang efektif.

Deskripsi Alternatif :

Congestion is one of the ongoing transportation problems faced by the city of Bandung. In the year 2013, it is recorded that there are 44 points of congestion in the city of Bandung. The congestion in Bandung has impacted the amount of Bandung gas emissions contribution as much as 66.34% in 2013. In addition, until 2016 congestion remains a problem complained by residents of Bandung. To overcome this problem the city of Bandung has prepared a plan for the development of TOD areas. Learning from the experiences of various cities in the world, the development of the TOD concept does not always solve the congestion problem. There are 2 types of conditions that are required or prepared for in order for the development of TOD to be successful or effective. Both conditions include critical conditions and important conditions. Critical condition is a requirement that must be fulfilled because it has a critical role in the development of TOD. One of the conditions of critical conditions is the condition of transportation as seen from the quality of transit service and the condition of intermodality. As the city preparing for the development of TOD area, Bandung needs to know the current fulfillment of development conditions supporting the development of effective TOD thus fatal results can be overcome by the development of TOD itself. The purpose of this study is to identify the current condition of transportation in Bandung in order to serve the location of TOD. Public transportation that will be studied in this research is Trans Metro Bandung (TMB) corridor 2 (Cicaheum-Cibeureum) whereas symptom of intermodality condition identification is done on TOD at Kebon Kawung and TOD Martadinata. The method used in this research is SERVQUAL (Service Quality) model for service quality of the existing public service and descriptive analysis to describe condition of intermodality at a TOD location feature. Based on the results of the research conducted, the quality of service Trans Metro Bandung corridor 2 are still not able to meet expectations or expectations of the passengers and intermodality conditions in both locations are quite strong. The current condition of transportation in Bandung City still cannot meet the transportation conditions including critical conditions for effective TOD development.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pradono, Prof., SE, M.Ec.Dev., Dr.Eng, Editor: Yoninur Almira

File PDF...