Path: Top > S2-Theses > Highway Engineering and Development-FTSL > 1990

KARAKTERISASI MODULUS LAPIS ASPAL UNTUK KONDISI KLIMATIK DI INDONESIA

CHARACTERIZATION OF ASPHALT LAYER MODULUS FOR INDONESIAN TEMPERATURE CONDITIONS

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:21:02
Oleh : A. Eddy Triyanto Soedjatmiko (NIM: 26996005), S2 - Civil Engineering
Dibuat : 1990-00-00, dengan 8 file

Keyword : Asphalt ; asphalt pavements ; environmental conditions ; The effect on asphalt pavements ; layer modulus.
Kepala Subjek : Engineering
Nomor Panggil (DDC) : 625.85 SOE

Ringkasan:





Efek kondisi lingkungan terhadap perkerasan aspal telah diketahui dengan baik. Variasi temperatur merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhitungkan dalam desain struktur perkerasan modern karena pada kenyataannya modulus lapis aspal di lapangan sangat dipengaruhi oleh temperatur.




Tesis ini menyediakan informasi rinci mengenai variasi-variasi gradien temperatur pada lapis aspal pada kondisi klimatik di Indonesia.




Penelitian lapangan dilakukan, mencakup pengukuran gradien temperatur hingga kedalaman 24,5 cm pada suatu lokasi di Jakarta. Gradien temperatur ditentukan tiap interval 3-jam dalam satu hari selama periode tiga bulan dalam mewakili kondisi klimatik daerah Jakarta; untuk tiap bulannya gradien temperatur dari 8 hari ditentukan. Pengukuran temperatur udara pada saat pengukuran temperatur perkerasan juga dilakukan disekitar lokasi penelitian dan data temperatur udara yang terkait juga dikumpulkan dari Badan Meteorologi.




Implikasi gradien temperatur terukur bagi desain perkerasan dianalisa dengan menilai modulus lapis aspal efektif. Secara difinisi, modulus aspal efektif adalah modulus yang jika diterapkan bagi seluruh lapis aspal akan mengakibatkan tingkat kerusakan lapis dasar perkerasan atau tingkat kelelahan lapis aspal yang sama seperti bila gradien modulus lapis aspal turut diperhitungkan.




Analisis menunjukan bahwa, baik perhitungan dengan basis kriteria regangan lapis dasar maupun kriteria regangan lapis aspal, menghasilkan modulus lapis aspal efektif yang hampir sama. Sebagai contoh, untuk gradien temperatur bulan Juli, modulus lapis aspal efektif yang dihitung dengan basis regangan lapis dasar dan regangan lapis aspal adalah 1817 Mpa dan 1797 Mpa.




Hasil penelitian mengindikasikan bahwa nilai MMAT 27,6 derajat C dapat digunakan sebagai temperatur referensi bagi desain struktur perkerasan aspal di area Jakarta. Jika nilai MMAT 27,6 derajat C tersebut digunakan sebagai temperatur referensi, maka nilai modulus efektif sebesar 1807 Mpa dapat digunakan dalam analisa struktur. Suatu perkiraan modulus aspal efektif untuk nilai MMAT pada rentang 27,7 derajat C hingga 29,1 derajat C juga diberikan.




Deskripsi Alternatif :

Summary:





The effect on asphalt pavements of environmental conditions is well recognized. Temperature variation is one of the important factors to be considered in modern pavement structural design in view of the fact that the in-service modulus of the asphalt layer is influenced primarily by temperature.




This thesis provides specific information on the in-ervice temperature gradients in the asphalt layer in Indonesian climatic conditions.




Fieldwork carried out included measurements of asphalt temperature at depths up to 24.5 cm at a selected site in the Jakarta area. Temperature gradients were determined at 3-hour intervals during the course of a day over a 3-month period representative of climate conditions in the Jakarta area; gradients were established for 8 days in each month. Air temperature measurements were made in the immediate vicinity of the test site and related air temperature data was also collected from the meteorological office.




The implications of the measured temperature gradients for pavement design was analyzed by assessing the effective modulus of the asphalt layer. Definitively, the effective asphalt modulus is the modulus which if assigned to the entire asphalt layer would result in the same subgrade damage or asphalt layer fatigue damage as if asphalt modulus gradients were taken into account.




The analysis shows that the effective asphalt modulus is essentially the same when determined on the basis of either the subgrade strain or asphalt strain criterion. For example, for the temperature gradients measured in July, effective asphalt moduli calculated on the basis of subgrade strain and asphalt strain are, respectively, 1817 Mpa and 1797 Mpa.




The results indicate that an MMAT of 27.6 farenheit C may be taken as a reference temperature for the design of asphalt pavements in the Jakarta area. If an MMAT value of 27.6 farenheit C is taken as the reference temperature, an effective asphalt modulus of 1807 Mpa is appropriate for use in pavement structural analysis. An estimate of effective asphalt modulus for MMAT values in the range 27.7 farenheit C to 29.1 farenheit C is given.

Copyrights : Copyright (c) 1999 by Faculty of Civil and Environmental Engineering. Information Dissemination Right @2008 ITB Central Library, Jl. Ganesha 10 Bandung,40132, Indonesia. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author to ITB Central Library in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing 1 : Hedi Hidayat, Ir.,MSc. ;




    Pembimbing 2 : Ade Sjafruddin, Ir.,MSc,.





    Scanner: Alice Diniarti; 2008-01-22.
    , Editor: PKL-SMK

File PDF...