Path: Top > S2-Theses > Chemistry-FMIPA > 2016

ISOLASI DAN PENGUJIAN ANTIBAKTERI METABOLIT SEKUNDER DARI KAYU AKAR ARTOCARPUS FRETESSI

ISOLATION AND ANTIBACTERIAL TEST OF SECONDARY METABOLITE FROM ROOT WOOD ARTOCARPUS FRETESSI

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-31 13:19:45
Oleh : ADRI NORA (NIM : 20514028), S2 - Chemistry-FMIPA
Dibuat : 2017-10-31, dengan 7 file

Keyword : Moraceae, Artocarpus fretessi, flavon, antibakteri

Artocarpus adalah salah satu tumbuhan dari famili Moraceae yang banyak tersebar di daerah Asia Selatan, Papua Nugini, Pasifik Selatan, dan Indonesia. Artocarpus merupakan salah satu genus utama dan memiliki keanekaragaman terbesar pada famili Moraceae. Di Indonesia tumbuhan ini banyak ditemukan di daerah Sumatera, Bangka, Kalimantan, dan Sulawesi. Secara Etnobotani, tumbuhan ini banyak dimanfaatkan sebagai obat malaria, obat disentri, dan obat kulit. Dari literatur yang ada, diketahui bahwa Artocarpus memiliki kandungan metabolit sekunder yang terdiri dari golongan flavonoid yang terprenilasi, calkon, stilben, arilbenzofuran, dan triterpen. Artocarpus juga diketahui memiliki bioaktivitas yang beragam seperti sebagai antibakteri, antimalaria, anti-HIV, dll. Artocarpus fretessi Hassk atau yang lebih dikenal dengan nama “Maumbi” atau ”kelembi” adalah tumbuhan cempedak hutan yang termasuk dalam tumbuhan endemik di Sulawesi Selatan dan merupakan salah satu spesies dari genus Artocarpus. Kajian fitokimia pada Artocarpus fretessi yaitu pada bagian kulit akar, kulit batang, dan daun telah dilakukan. Namun, kajian fitokimia terhadap kayu akar dari Artocarpus freretessi belum pernah dilakukan. Selain itu, pengujian antibakteri pada tumbuhan ini belum pernah dilakukan. Pada penelitian ini telah dilakukan isolasi metabolit sekunder dari Kayu akar Artocarpus fretessi. Isolasi metabolit sekunder dilakukan dengan metoda maserasi dalam pelarut metanol. Fraksinasi ekstrak dilakukan dengan eluen heksana dan etil asetat dengan perbandingan 9:1, 7:3, 6:4, 1:1, 3:7, dan 100% etil asetat menggunakan teknik kromatografi vakum cair (KVC) dan kromatografi radial (KR). Pemurnian metabolit sekunder dilakukan dengan menggunakan kromatografi radial (KR) dengan eluen yang memiliki berbagai variasi kepolaran. Berdasarkan metoda tersebut, telah diisolasi dan diidentifikasi tiga senyawa flavonoid, golongan flavon, yaitu mulberin, mulberokromen, dan kudraflavon C dan satu senyawa turunan steroid, β-sitosterol. Penentuan struktur metabolit sekunder dilakukan dengan menggunakan spektroskopi 1H-NMR, 13C-NMR, NMR 2D. Senyawa-senyawa golongan flavon yang berhasil diisolasi mengalami subsitusi dengan suatu gugus prenil (C5) pada karbon nomor 3 (C3), karbon nomor 6 (C6), dan salah satu senyawa tersebut mengalami proses siklisasi pada gugus prenil yang tersubstitusi di C6 dan membentuk suatu cincin piran. Senyawa golongan steroid yang berhasil diisolasi merupakan senyawa turunan β-sitosterol yang telah mengalami oksidasi pada gugus alkohol menjadi gugus keton. Diketahui bahwa Artocarpus memiliki dua subgenus yaitu, subgenus Psudojaca dan subgenus Artocarpus. Metabolit sekunder yang dihasilkan pada subgenus Pseudojaca lebih sederhana dibandingkan dengan subgenus Artocarpus. Penemuan metabolit sekunder pada Artocarpus fretessi dapat memberikan petunjuk bahwa tumbuhan ini dapat menjembatani kekerabatan antara subgenus Pseudojaca dan subgenus Artocarpus. Dari hasil pengujian antibakteri, senyawa kudraflavon C terhadap bakteri B.subtilis dan S.dysentriae dinyatakan aktif dengan nilai MIC masing-masing 3,125 mg/L dengan menggunakan kloramfenikol sebagai pembanding yang memiliki nilai MIC 6,25 mg/L, dan juga diperoleh nilai MBC dari kudraflavon C terhadap B.subtilis yaitu 50 mg/L, sehingga dapat disimpulkan bahwa senyawa tersebut bersifat bakteriostatik. Kemudian, senyawa mulberokromen terhadap bakteri S.dysentriae dinyatakan aktif dengan nilai MIC 6,25 mg/L dengan menggunakan kloramfenikol sebagai pembanding yang memiliki nilai MIC 6,25 mg/L. Sebagai kesimpulan, telah diperoleh tiga senyawa golongan flavon yaitu mulberin, mulberokromen, dan kudraflavon C yang tersubstitusi oleh gugus prenil dan satu senyawa golongan steroid, yaitu β-sitosterol dari kayu akar Artocarpus fretessi. Kemudian, dari pengujian antibakteri didapatkan kudraflavon C aktif terhadap bakteri B.subtilis dan S.dysentriae, sedangkan mulberokromen juga aktif terhadap bakteri S.dysentriae.

Deskripsi Alternatif :

Artocarpus is one of the plant that belongs to Moraceae family which spreading in South Asia, Papua Nugini, South Pasific and including Indonesia. Artocarpus is one of main genus and has the most diversity in Moraceae family. In Indonesia, Artocarpus is discovered in Sumatera, Bangka, Kalimantan, and Sulawesi. In Ethnobotany, this plant is widely used for malaria drug, dyssentri medicine, and skin medicine. Previous studies have reported that Artocarpus consists of secondary metabolites such as prenylated flavonoids, calkon, stilben, arylbenzofuran, and triterpene. Artocarpus was known to have many bioactivity, such as antibacterial, antimalarial, antiHIV, etc. Artocarpus fretessi Hassk or locally known as “Maumbi” or “Kelembi” is a jack fruit plant which is an endemic species from South Sulawesi and one of species from Artocarpus genus. In this research, the isolation of secondary metabolites from wood roots of Artocarpus fretessi was conducted by maceration method using methanol as solvent. The extract separation was conducted with hexane and ethyl acetate as an eluent in a ratio of 9:1, 7:3, 6:4, 1:1, 3:7, and 100% ethyl acetate, using liquid-vacuum and radial chromatography technique. The purification was conducted with an eluent that has many polarity variation, using radial chromatography technique. Based on the method used, there are three known flavonoid derivatives identified and isolated, which are cudraflavone C, mulberine, and mulberochromene and one known steroid derivatives, which is β-sitosterol. Determining the structure of secondary metabolite was done by using spectroscopy analysis such as 1H-NMR, 13C-NMR and 2D-NMR. These flavon compounds undergo substitutions with isoprenyl (C5) substituent on carbon 3 (C-3) and carbon 6 (C-6), which then undergo cyclization forming a ring of pyran. This steroid compounds undergo oxidation reaction in alcohol group to ketone. It is known that Artocarpus has two subgenus which are, Pseudojaca and Artocarpus. The secondary metabolite produced from Pseudojaca is more modest than Artocarpus. The discovery of secondary metabolite in Artocarpus fretessi can provide clue that this plant can bridge the kinship between Pseudojaca and Artocarpus. From antibacterial test, cudraflavone C againts B.subtilis and S.dysentriae is active with MIC 3,125 mg/L in which chloramphenicol as a comparison has MIC 6,25 mg/L and the MBC values was obtained from cudraflavone C to B.subtilis is 50mg/L, so that can be concluded that the compound is bacteriostatic. Afterwards, mulberochromene againts S.dysentriae is active with MIC 3,125 mg/L in which chloramphenicol as a comparison has MIC 6,25 mg/L. In conclusion, there are three flavon derivatives, which is cudraflavone C, mulberine, and mulberochromene, that are substituted by prenyl and one steroid derivatives, which is β-sitosterol from wood roots of Artocarpus fretessi. Afterwards, from antibacterial testing was obtained that cudraflavone C is active againts B.subtilis and S.dysentriae whereas mulberochromene againts S.dysentriae is active too.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Prof. Dr. Yana Maolana Syah, Editor: Alice Diniarti

File PDF...