Path: Top > S2-Theses > Business Administration-SBM > 2011

THE MERGER AND ACQUISITION OF THE INDONESIAN STATE-OWNED BANKS IN COMPLIANCE WITH THE SINGLE PRESENCE POLICY: A STRATEGIC PROPOSAL

MERGER DAN AKUISISI BANK-BANK MILIK PEMERINTAH INDOENSIA DALAM MEMENUHI KEBIJAKAN KEPEMILIKAN TUNGGAL: USULAN STRATEGIS

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-16 14:09:16
Oleh : ADJI TIRTO SAPUTRO (NIM : 29109059); Pembimbing : Deddy Priatmodjo Koesrindartoto, Ph.D, S2 - Business Administration
Dibuat : 2011, dengan 6 file

Keyword : merger, acquisition, synergy, scenario analysis, impacts

The Central Bank of Indonesia established a regulation regarding the ownership of every bank operating in the country. The regulation states that an entity may not be a controlling shareholder in more than one bank. Since this regulation was issued, every bank was required to




adhere to it, including the state-owned banks namely, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, and Bank Tabungan Negara (BTN).




This study will focus on the acquisition and merger alternative of the issue to determine the most profitable solution that may be applied to this matter utilizing methods of valuation, scenario analyses, and synergy. This study will also determine the general strategy of the acquisition or merger, based on core competence, and its internal and external impacts from the perspective of flexibility, risk, income, control, timing, and market power.




In this study, 5 scenarios (based on 4 acquisition scenarios and 1 merger scenario) with 2 probable conditions (favorable and unfavorable) are analyzed. Based on the analysis in this study, the values of the individual companies amount to 805 trillion Rupiahs for Bank BNI, 305 trillion Rupiahs for Bank BRI, 322 trillion Rupiahs for Bank Mandiri, and 14 trillion Rupiahs for Bank BTN, with a total combined value of 1,448 trillion Rupiah. Implementing the scenario




analyses, the synergies of each scenario shows that the highest is shown through the acquisition scenario establishing Bank BNI as the parent company, with an average value of 1,040 trillion Rupiahs. Based on the analysis of the core competences, Bank Mandiri will be integrated into the Marketing and Sales element of the primary value chain and the Technological Development element of the supporting value chain, Bank BTN will be integrated into the Services element of the primary value chain, and Bank BRI will be integrated into the Services element of the primary value chain and the Infrastructure element of the supporting value chain.




After determining the most profitable scenario, we analyzed the impact of this decision from the perspectives of flexibility, risk, income, control, timing, and market power. Based on flexibility the decision results in the increased flexibility of external funding, based on risk the decision will result in an acceptable risk based on the ability of fulfilling the liabilities of the companies, based on income the decision will result in the increase of EPS of shareholders, based on control the decision will result in a dilution of control of shareholders, based on timing the decision will take place at an appropriate time according to economic conditions, and based on market power the decision will result in an increase of market power of the bank.




In the implementation of the decision, Bank BNI will have to prepare for an acquisition proceeding including steps of coordination with stakeholders, due diligence, integration planning, and the preparation of public and private statements. From a regulatory viewpoint, the




company has a potential to be charged against anti-monopoly regulations however based on the analysis the company is not at fault. From a political point of view, the decision will incur potential political friction thus the coordination of the acquisition process will have to be done prudently.

Deskripsi Alternatif :

Bank Sentral Indonesia telah mengeluarkan sebuah regulasi mengenai kepemilikan bank yang beroperasi di Indomesia. Regulasi ini menyatakan bahwa sebuah entitas tidak diperbolehkan menjadi pemilik saham dominan di lebih dari satu bank. Sejak dikeluarkannya rehulasi ini, setiap bank diwajibkan untuk megikutinya, termasuk keempat Bank pemerintah, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, dan Bank




Tabungan Negara (BTN).




Studi ini akan difokuskan pada alternatif akuisisi dan merger dan bertujuan untuk mencari solusi yang palin menguntungkan yang dapat diterapkan menggunakan metode




valuasi, analisis skenario, dan sinergi. Studi ini juga bertujuan untuk menentukan strategi umum dari akuisisi atau merger yang akan dilakukan, berdasarkan kompetensi inti, serta dampak internal dan eksternal yang akan dihadapi berdasarkan perspektif fleksibilitas, risiko,




pemasukan, kontrol, waktu, dan kekuatan pasar.




Dalam studi ini, 5 skenario (berdasarkan 4 skenario akuisisi dan 1 skenario merger) dengan 2 kemungkinan kondisi (menguntungkan dan tidak menguntungkan) dianalisis.




Berdasarkan analisis, nilai dari masing-masing bank berjumlah 805 trilyun Rupiah untuk Bank BNI, 305 trilyun Rupiah untuk Bank BRI, 322 trilyun Rupiah untuk Bank Mandiri, dan 14 trilyun Rupiah untuk Bank BTN, dengan total jumlah sebesar 1.448 trilyun Rupiah. Dengan




menerapkan analisis skenario yang telah disebutkan, sinergi dari tiap scenario menunjukkan nilai yang paling tinggi dari scenario akuisisi dengan Bank BNI sebagai induk, dengan nilai rata-rata sebesar 1.040 trilyun Rupiah. Berdasarkan analisis kompetensi inti, Bank Mandiri diintegrasikan kedalam elemen Pemasaran dan Penjualan dari rantai nilai primernya dan elemen Pengembangan Teknologi dari rantai nilai pendukungnya, Bank BTN diintegrasikan kedalam elemen Jasa dari rantai nilai primernya, dan Bank BRI diintegrasikan kedalam elemen Jasa dari rantai nilai primernya serta elemen Infrastruktur dari rantai nilai pendukungnya dilakukan analisis dampak berdasarkan perspektif fleksibilitas, risiko, pemasukan, kontrol, waktu, dan kekuatan pasar. Berdasarkan fleksibilitas keputusan ini menghasilkan peningkatan fleksibilitas berdasarkan kemampuan mencari pendanaan eksternal, berdasarkan risiko keputusan ini menyebabkan tingkat risiko yang dapat diterima berdasarkan kewajiban dari perusahaannya, berdasarkan pemasukan keputusan ini akan menghasilkan peningkatan dari pendapatan per saham pemegangnya, berdasarkan kontrol keputusan ini akan mengakibatkan dilusi kontrol dari pemegang sahamnya, berdasarkan waktu keputusan ini dilakukan pada saat yang cukup tepat dilihat dari kondisi ekonominya, serta berdasarkan kekuatan pasar keputusan ini akan mengakibatkan peningkatan kekuatan pasar dari bank tersebut.




Dalam implementasi dari keputusan ini, Bank BNI harus mempersiapkan diri untuk melalui tahap koordinasi dengan pemangku kepentingan yang bersangkutan, tahap due




diligence, tahap perencanaan integrasi, serta tahap persiapan pernyataan terbuka dan tertutup. Berdasarkan sudut pandang regulasi, perusahaan ini memiliki potensi terkena undang-undang anti-monopoli namun berdasarkan analisis, masih tidak menyalahi peraturan. Dari sudut




pandang politis, keputusan ini dapat menyebabkan gesekan politik yang cukup kuat sehingga proses koordinasi dari akuisisinya harus dilakukan dengan benar.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Deddy Priatmodjo Koesrindartoto, Ph.D, Editor: PKL-SMK

File PDF...