Path: TopS2-ThesesDevelopment Studies-SAPPK2007

OPTIMISASI SISTEM PASOKAN BAHAN BAKAR MINYAK INDONESIA UNTUK MENUNJANG KETAHANAN ENERGI NASIONAL (TAHUN 2015-2025)

THE OPTIMIZATION OF INDONESIAN OIL FUEL SUPPLY SYSTEM TO SUPPORT NATIONAL ENERGY RESILIENCE (YEAR 2015-2025)

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:28:17
Oleh : ADITYAWARMAN (NIM 24005045), S2 - Development Studies
Dibuat : 2007, dengan 7 file

Keyword : Energi, Ketahanan Energi, Optimisasi Pasokan BBM

Salah satu trend utama dalam konstelasi politik dunia saat ini adalah mengenai permasalahan ketahanan energi untuk menunjang pertumbuhan ekonomi negara yang sangat bergantung kepada minyak bumi, hal ini dapat dilihat melalui sejarah dimana pada embargo minyak tahun 1973, revolusi Iran pada tahun 1978-1979, invasi Irak terhadap Kuwait pada tahun 1991, invasi Amerika Serikat terhadap Irak pada tahun 2003 dimana pada semua peristiwa tersebut terdapat hubungan langsung antara kekurangan pasokan energi dengan kelesuan pertumbuhan ekonomi global pada umumnya.

Indonesia yang mempunyai posisi geografis strategis di kawasan asia pasifik sebagai jalur utama transportasi energi (Selat Malaka) dan dimasa depan di prediksikan dapat tampil sebagai salah satu kekuatan ekonomi di kawasan tersebut sebaiknya memperhitungkan perencanaan jangka panjang energi khususnya minyak bumi, karena sebagai negara yang mempunyai posisi peralihan dari eksportir minyak bumi menjadi negara pengimpor minyak bumi yang mempunyai kerentanan relatif tinggi yang berhubungan dengan keamanan pasokan BBM dalam negeri akibat ketergantungan yang tinggi pada jenis komoditas ini. Kemanan energi adalah masalah multi dimensi, tetapi dapat dikatakan bahwa keadaaan tersebut dapat di capai apabila sebuah negara dapat memenuhi kebutuhan energi nya secara ekonomis, reliabel, ramah lingkungan dan dalam kuantitas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pembangunan ekonomi nya. Untuk memenuhi keamanan energi tersebut, diperlukan kebijakan-kebijakan yang mendukung ekspansi keseluruhan elemen dari pasokan energi dan pembangunan infrastruktur, dengan daya tampung yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Penelitian ini membahas tentang optimasi sistem pasokan minyak bumi dan BBM jangka panjang Indonesia untuk tahun 2015 hingga tahun 2025, sistem optimasi mempergunakan pendekatan pemrograman linier dengan faktor keputusan : mendirikan kilang dalam negeri atau mengimpor BBM. Analisis SWOT dipergunakan untuk memperbandingkan ke tiga buah skenario yang telah dioptimasi tersebut dengan menggunakan sudut pandang keekonomian dan ketahanan sistem pasokan BBM dalam negeri.

Pertanyaan yang akan dijawab melalui penelitian ini adalah:

Dengan mempertimbangkan sudut pandang ekonomi dan ketahanan BBM nasional maka apakah sebaiknya Indonesia:

1. Tetap mengimpor BBM untuk memenuhi kebutuhan nasional dan tidak menambah kapasitas kilang dalam negeri (Risiko tinggi terhadap impor BBM)?

2. Menambah kapasitas kilang dalam negeri dengan cara membangun kilang baru atau meng"upgrade" kilang lama, yang mungkin berdampak kepada bertambahnya impor minyak mentah (Risiko tinggi terhadap impor minyak mentah)?

Manfaat yang diharapkan dari kajian ini yaitu memberikan gambaran makro tentang strategi pengadaan minyak bumi dan BBM untuk memenuhi kebutuhan nasional beserta konsekuensi nya ditinjau dari aspek ekonomi dan ketahanan BBM.

Tiga buah skenario sistem pasokan Minyak bumi dan BBM di perbandingkan dan di ulas dengan menggunakan metode SWOT setelah melalui proses optimasi biaya penyediaan. Tiga buah skenario tersebut adalah:

1. Skenario Business as Usual (BAU).

2. Skenario upgrade kilang lama.

3. Skenario penambahan kilang baru.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum terjadi trade off (pertukaran) dari biaya yang harus dikeluarkan biaya yang dikeluarkan untuk sistem penyediaan BBM dengan ketahanan pasokan BBM dalam negeri.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah:

a. Secara ekonomi skenario yang paling optimum adalah Skenario BAU, yaitu dengan tetap mengimpor BBM untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri walaupun ketahanan BBM dalam negeri menjadi rentan akibat ketergantungan terhadap pasokan BBM dari luar negeri.

b. Sedangkan melalui analisis SWOT didapat bahwa skenario penambahan kilang baru merupakan skenario yang paling optimum karena skenario ini memadukan unsur keekonomian dan ketahanan sistem pasokan BBM nasional secara optimum bila dibandingkan dua skenario lainnya.

c. Skenario upgrade kilang tidak direkomendasikan meskipun pada skenario ini faktor ketahanan BBM nasional paling tinggi, hal ini dikarenakan biaya keseluruhan dari skenario ini sangat tinggi akibat ketidak efisienan dari desain kilang dalam negeri yang mengakibatkan harga per satuan volume dari BBM hasil pengilangan minyak mentah menjadi tinggi.

d. Penambahan kapasitas kilang akan memperkecil paparan risiko terhadap impor BBM tetapi memperbesar paparan risiko terhadap impor minyak mentah.

e. Pada skenario penambahan kapasitas kilang baru terdapat trend harga minyak mentah untuk produksi BBM melebihi harga jual BBM itu sendiri, hal ini dikarenakan desain produksi kilang dalam negeri untuk jenis BBM bensin dan Solar cenderung kecil padahal permintaan jenis BBM tersebut adalah yang tertinggi dan terus meningkat di masa yang akan datang.

e. BBM yang paling rentan terhadap risiko impor pada semua skenario adalah jenis Bensin dan Solar.

f. Skenario yang mungkin untuk dipertimbangkan sebagai salah satu solusi permasalahan sistem pasokan BBM nasional berdasarkan analisis SWOT pada penelitian ini adalah Skenario BAU dan Skenario Penambahan Kilang Baru.

Deskripsi Alternatif :

One of main trend in of the nowadays world politics constellation is about energy resilience problem to support nation economic growth which heavily depend on petroleum as energy resource, this argument is strengthen by the history which in the Oil Embargo 1973, the Iranian revolution of 1978-79, the Iraqi invasion of Kuwait in 1990, and US invation of Iraq in 2003 made abundantly clear the direct link between energy supplies and The world economic growth in general.

Indonesia which has strategic geographical position in Asia-Pacific area as main energy transportation route (Malakka Strait) and has been predicted could transform to one of the economic power in the region should consider about long run energy planning especially petroleum, because as a country which in transition from petroleum exporter to Petroleum importing country which has relatively high peril relating to national security of oil fuel supply as result of high dependency at this type of commodity.

Energy security is a multi-dimensional issue. In its most fundamental sense, energy security is assured when the nation can deliver energy economically, reliably, environmentally safely, and in quantities sufficient to support the national growing economy and defense needs. To do so requires policies that support expansion of all elements of the energy supply and delivery infrastructure, to meet the demands of economic growth.

This research is about optimization of the Indonesian long run petroleum and oil fuel supply system to support energy resilience (year 2015-2025), the optimization system utilizes linear programming method with the decision factor is to build local refinery or import the oil fuel to fulfill national demand. SWOT analysis is utilized to compare the three scenarios by using economics and resilience point of view which has been optimized.

The questions that tried to answered in this research is

Considering economic and national energy resilience point of view, should Indonesia:

1. Importing more oil fuel to fulfill national demand by staying on current existing refinery capacity (High risk due to oil fuel import)?

2. Expanding the capacity of existing or construct new refineries that might cause importing more crude oil to fulfill oil fuel demand (High risk due to crude oil import)?

Benefit expected from this study that is giving macro image about strategy of fulfilling national demand of crude oil and oil fuel with its consequence evaluated from economic and oil fuel resilience point of view.

The three oil fuel supply systems which will be optimized, analyzed, compared in this research are:

1. Business as Usual (BAU) scenario.

2. Upgrading old refinery scenario.

3. Construct new refinery scenario.

Result of this research indicates that in general trade off occurred among overall oil fuel supply system cost with national oil fuel resilience.

Conclusions from this research are.

1. Through the economic analysis, the most optimum scenario is the BAU scenario, which is still import oil fuel to fulfill requirement in country although resilience of oil fuel in country becomes more risky as result of dependency to oil fuel supply from other country.

2. While through SWOT analysis the construct new refinery scenario is the most optimum because this scenario optimized the element of economics and resilience of oil fuel supply system if compared to two other scenarios.

3. Refinery upgrading scenario is not recommended even though at this scenario the oil fuel resilience factor is the highest among the others, this is because the total cost from this scenario is very high as result from the inefficient in local refinery design.

4. Addition of refinery capacities will minimize exposure to oil fuel import risk but in the other hand will enlarging the exposure to crude oil import risk.

5. At upgrading old refinery scenario the optimization result show that there is a trend that the price of crude oil to produce oil fuel exceeds the selling price of oil fuel itself, this phenomena is caused by the design of local refinery for oil fuel type gasoline and automotive diesel oil relative small even though the national demand for these type oil fuel are the highest and still increasing in the future.

6. The type of oil fuel which most susceptible to import risk at every scenario is gasoline and automotive diesel oil.

7. In this research, according to SWOT analysis, the most possible and feasible scenarios for Indonesian oil fuel supply system problem are the BAU Scenario and Construct New Refinery Scenario.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr. Ir. Arsegianto M.Sc., Editor: Vika A. Kovariansi

Download...