Path: Top > S1-Final Project > Geological Engineering-FITB > 2015

KARAKTERISASI BATUAN DASAR TEREKAHKAN LAPANGAN LANGKAP, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN, INDONESIA

FRACTURED BASEMENT RESERVOIR CHARACTERIZATION LANGKAP FIELD, SOUTH SUMATRA BASIN, INDONESIA

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2018-05-17 11:35:14
Oleh : ADHI WIBOWO PRAKOSO (NIM : 12010020), S1 - Geological Engineering-FITB
Dibuat : 2015, dengan 8 file

Keyword : Cekungan Sumatra Selatan, karakterisasi rekahan, batuan dasar

Cekungan Sumatra Selatan merupakan salah satu cekungan yang memberikan tatanan struktur batuan dasar yang kompleks, serta menghasilkan salah satu reservoir batuan dasar yang paling produktif di dunia. Analisis lebih jauh tentang reservoir batuan dasar pada Lapangan Langkap perlu dilakukan untuk memahami kompleksitas di daerah penelitian.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi rekahan, memetakan struktur kedalaman, serta memahami sejarah geologi serta hubungannya dengan pembentukan rekahan pada interval batuan dasar pada Lapangan Langkap, Cekungan Sumatra Selatan, Indonesia. Metode yang digunakan adalah: interpretasi log, pemetaan bawah permukaan, serta rekonstruksi penampang.

Satuan tektonostratigrafi pada daerah penelitian terbagi menjadi 3 sekuen: sekuan prerift (batuan dasar), sekuan syn-rift (Formasi Lemat), dan sekuen post-rift (Formasi

Talang Akar, Formasi Baturaja, Anggota Batupasir Telisa, Formasi Telisa). Batuan dasar pada daerah penelitian terdiri atas litologi marmer dan granit. Struktur pada

daerah penelitian terdiri atas 2 orientasi utama, yaitu NE-SW dan NW-SE. Rekahan pada daerah penelitian merupakan rekahan yang berhubungan dengan sesar (fault related), dengan orientasi cenderung NE-SW. Pembentukan rekahan pada daerah penelitian dikontrol oleh rekahan yang sudah ada sebelumnya, deformasi ekstensional pada masa Eosen hingga Oligosen Awal, serta deformasi kontraksional pada masa

Pliosen - Pleistosen. Densitas rekahan dipengaruhi oleh litologi, proses karstifikasi pada batuan dasar litologi marmer, serta zona hancuran dan lokalisasi. Rekahan

produktif terbentuk pada orientasi yang sejajar pada in-situ stress, yakni berarah NESW.

Sejarah geologi daerah penelitian adalah: terjadinya rifting dari Eosen Akhir hingga Oligosen Awal sehingga terendapkan sikuen syn-rift yaitu Formasi Lemat; terendapkan sikuen post-rift yaitu: Formasi Baturaja, Anggota Batupasir Telisa, dan Formasi Telisa; serta pada Pliosen - Pleistosen terjadi perubahan arah tegasan menjadi cenderung NE-SW sehingga terjadi reaktivasi serta pengangkatan.

Deskripsi Alternatif :

South Sumatra Basin is one of the basins that has complex structural basement as well as one of the most productive basement reservoir in the world. Further analysis about basement reservoir in Langkap Field is required to understand the complexity of research area. The purpose of this research is to identify and characterize fractures, depth structure map, and understand historical geology as well as its correlation with the forming of fractures in basement interval of Langkap Field, South Sumatra Basin, Indonesia. The methods used are log interpretation, subsurface mapping, and cross section reconstruction. Tectonostratigraphy unit in research area is divided into three sequences which are pre-rift sequence (basement rocks), syn-rift sequence (Lemat Formation), and post-rift sequence (Talang Akar Formation, Baturaja Formation, Telisa Sandstone Member, Telisa Formation). Basement rocks in research area consist of marble and granite. Structures here have two main orientations which are NE-SW dan NW-SE. Fractures in research area are fault-related fractures, which the orientation tends to be NE-SW. The forming of fractures was controlled by fractures that had existed before: extensional deformation from Eocene to Early Oligocene and contractional in Pliocene to Pleistocene. FracturesÂ’ density was controlled by lithology, karstification in marble basement, and damaged and localization zone. Productive fractures were developed in orientation that was parallel with in-situ stress which was NE-SW. Historical geology of research area begins with rifting from Late Eocene to Early Oligocene that deposited syn-rift sequence which is Lemat Formation. Post-rift sequence was then deposited after, which consist of Baturaja Formation, Telisa Sandstone Member, and Telisa Formation. During Pliocene to Pleistocene there was change of stress to NE-SW which caused reactivation and uplift.


Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS1 - Geological Engineering-FITB
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id