Path: Top > S1-Final Project > Environmental Engineering-FTSL > 2014

STUDI PEMANFAATAN LUMPUR SUNGAI CILIWUNG MELALUI PROSES PENGOMPOSAN SECARA AEROB

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 10:25:21
Oleh : ADHITYA NUR RACHMAN (NIM : 15309048), S1 - Environmental Engineering Study Programme
Dibuat : 2014, dengan 7 file

Keyword : kompos, sungai, lumpur, ciliwung, rasio C/N

Lumpur sungai merupakan salah satu limbah padat dan menjadi salah satu penyebab bencana alam di Indonesia terutama banjir. Dibutuhkan satu teknologi pengolahan yang tepat guna sehingga dapat meminimalisir timbunan lumpur yang ada. Salah satu cara untuk mengatasi timbulan lumpur ini adalah dengan menjadikan lumpur sungai sebagai salah satu bahan pengomposan. Lumpur Sungai Ciliwung memiliki rasio C/N sebesar 12 dengan kadar air sebesar 70% yang berpotensi untuk dimanfaatkan melalui proses pengomposan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi pengomposan pada lumpur Sungai Ciliwung serta mengetahui teknik pengomposan terbaik untuk pembuatan kompos dengan bahan dasar lumpur Sungai Ciliwung melalui metode aerob. Metode pengomposan dilakukan dengan teknik windrow dan passive aerated static pile dengan waktu pengomposan selama 41 hari. Pada metode passive aerated static pile dilakukan 2 variasi yaitu terowongan kompos segitiga menggunakan bambu dengan ukuran 160 x 30 x 20 cm dan pipa PVC dengan ukuran 160 x 40 x 60 cm. Pengambilan data dilakukan dengan monitoring harian pada kompos dan analisa laboratorium pada sampel kompos hari ke 0; 3; 6; 9; 12; 15; 18; 22; 25; 30; 33; 37; dan 41 hari. Hasil yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan standard kualitas kompos SNI 19-7030-2004 tentang Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik. Kenaikan suhu yang signifikan pada metode windrow disebabkan oleh aktifnya kinerja mikroorganisme dalam proses pengomposan dengan masing-masing suhu tertinggi tiap reaktor adalah 48,5 oC, 38,5 oC, dan 39,5 oC. Sementara pada passive aerated static pile, suhu yang terjadi dalam tumpukan pile cenderung stabil. Rasio C/N pada metode windrow hari ke-41 sebesar 8 sementara pada passive aerated static pile masing-masing adalah 11 dan 10. Hal ini menunjukkan bahwa metode windrow lebih baik dalam memaksimalkan proses pengomposan dibandingkan dengan passive aerated static pile. Keseluruhan hasil analisa menunjukkan bahwa terjadi degradasi pada materi organik lumpur Sungai Ciliwung. Ketiga running pengomposan yang dijalankan juga menghasilkan kualitas kompos yang hampir memenuhi seluruh parameter yang terdapat pada SNI 19-7030-2004 mengenai standar kualitas kompos.

Deskripsi Alternatif :

Mud rivers can cause many natural disasters in Indonesia, especially floods. It needs an appropriate technology to minimize the existing pile of mud. One of the solution for this problem is making the river mud as composting material. Mud Ciliwung River has a C/N ratio of 12 with a water content 70% which can potentially be exploited through the composting process. The purpose of this study was to assess the potential of the sludge composting Ciliwung and know the best techniques for making compost composting with mud base material Ciliwung River through aerobic method. Composting method was done by using windrow and passive aerated static pile composting time for 30 days. In the passive aerated static pile method, it is used 2 variations called compost tunnels using bamboo triangle with a size of 160 x 30 x 20 cm and PVC pipes with a size of 160 x 40 x 60 cm. The data were collected by daily monitoring of the compost and laboratory analysis of samples in 0; 3; 6; 9; 12; 15; 18; 22; 25; 30; 33; 37; and 41 days of composting. The results obtained are then compared with SNI 19-7030-2004 standard of quality compost from organic waste compost specifications. Significant temperature rise caused by active windrow method of performance of microorganisms in the composting process with the highest temperature of each piles are 48,5 oC, 38,5 oC, and 39,5 oC. While the aerated static pile, temperatures tend to occur in a stable heap pile. C/N ratio in the windrow method day 41 by 8 while the passive aerated static pile, respectively 11 and 10. This suggests that a better method in maximizing the windrow composting process than the passive aerated static pile. Overall results of the analysis show that the degradation of organic matter sludge Ciliwung River happened. The three composting reactor also produces quality compost that meets almost all parameters contained in SNI 19-7030-2004 on compost quality standards.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Mochammad Chaerul, ST. MT., Editor: Alice Diniarti

File PDF...