Path: TopS2-ThesesBiology-SITH2017

PENGARUH INFEKSI MIKROBA ENDOFIT TERHADAP KANDUNGAN METABOLIT KININ YANG DIHASILKAN PADA KULIT BATANG DAN DAUN TANAMAN KINA Cinchona ledgeriana Moens. dan Cinchona succirubra Pavon et Klot.

THE INFLUENCE OF ENDOPHYTE MICROBIAL INFECTION OF QUININE CONTENT ON Cinchona ledgeriana Moens. and Cinchona succirubra Pavon et Klot. BARK AND LEAVES

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-10-02 11:02:53
Oleh : ADELIA FEBRIYOSSA (NIM: 20615008), S2 - Biology-SITH
Dibuat : 2017-10-02, dengan 1 file

Keyword : Cinchona, Kinin, Mikroba endofit, Asam salisilat, Bacillus mycoides.

Kina (Cinchona spp.) salah satu tanaman obat yang mampu menghasilkan metabolit sekunder berupa kinin pada kulit batang sebagai sistem pertahanan. Selain sebagai pertahanan, kinin juga dimanfaatkan untuk obat antimalaria. Pemanenan kulit batang untuk mendapatkan kinin membutuhkan waktu yang cukup lama dan kinin yang dihasilkan juga sedikit, sehingga dilakukan upaya untuk meningkatkan jumlah kinin secara cepat dan banyak dengan memanipulasi proses biosintesis metabolit sekunder dengan menambahkan elisitor biotik. Salah satu jenis elisitor biotik yang digunakan untuk menginduksi pembentukan metabolit kinin adalah mikroba endofit yang diisolasi dari jaringan daun, batang dan akar kina. Metode dengan penambahan elisitor biotik diharapkan dapat menstimulasi peningkatan metabolit kinin dengan cepat dan lebih banyak. Penelitian diawali dengan mengisolasi mikroba endofit pada daun, batang dan akar kina, kemudian dilanjutkan dengan penapisan isolat berdasarkan luas nekrosis untuk mendapatkan isolat mikroba endofit terpilih yang diuji fitokimia secara in vivo. Selanjutnya dilakukan karakterisasi profil protein untuk melihat protein ekstraseluler yang dihasilkan dari interaksi isolat terpilih dan tanaman kina serta identifikasi isolat terpilih secara molekuler. Dari hasil penelitian didapatkan 43 isolat mikroba endofit (23 jamur dan 20 bakteri), kemudian dilakukan penapisan dan didapatkan satu isolat bakteri endofit terpilih (BK A1-2) dengan persentase luas nekrosis tertinggi sebesar 37,5%. Dari hasil pengujian fitokimia menggunakan beberapa metode perlakuan pada kulit batang kina C. ledgeriana dan C. succirubra, metode Cakar Bakteri Buka (CBB) dan Cakar Asam Salisilat Buka (CAB) merupakan metode perlakuan yang paling baik dalam memacu peningkatan metabolit kinin dengan persentase peningkatan untuk C. ledgeriana masing-masingnya sebesar 4% dan 10%, kemudian C. succirubra sebesar 6% dan 20%. Pada daun kedua spesies kina sama sekali tidak terdeteksi adanya metabolit kinin yang dihasilkan setelah dinduksi mikroba endofit. Ditemukan interaksi yang terjadi antara isolat terpilih dan tanaman kina dengan dihasilkan pita protein berbeda yang memiliki berat molekul protein sebesar 33 kDA. Isolat bakteri endofit terpilih yang mampu meningkatkan metabolit kinin pada kulit batang kina diidentifikasi sebagai Bacillus mycoides.

Deskripsi Alternatif :

Cinchona spp. is one of medicinal plant producing secondary metabolite such as quinine as defense system. Other than defense system, quinine also used as antimalarial drug. It takes time to harvest quinine from Cinchona’s tree bark and not much yield could be obtained, so effort are made to enhance quinine content more quickly by adding biotic elicitor to manipulate biosynthesis secondary metabolite process. One of biotic elicitor used to induce quinine metabolite formation is endophyte microbe which isolated from Cinchona’s leaves tissue, barks and roots. Biotic elicitor addition method is expected to stimulate more and faster quinine metabolite production. The research started by isolate endophyte microbes from leaves, barks and roots, then continued with isolate screening based on necrotic area to obtain selected endophyte microbes for in vivo phytochemical test. Next, characterization protein profile were done to understand extracellular protein generated from interaction between selected isolate and Cinchona plant and molecular selected isolate identification. In total, 43 endophyte microbes isolate (23 fungi and 20 bacteria), then after screening process, BK A1-2 founded as selected endophyte microbe with the highest percentage necrotic area (37,5%). From phytochemical test using several treatments to C. ledgeriana dan C. succirubra tree bark, scratch-exposed-bacteria (CBB) and scratch-exposed-salicylic acid (CAB) treatments were the best treatment to enhance quinine metabolite production for C. ledgeriana as much as 4% and 10%. C. succirubra for 6% and 20%, respectively. Both species, no quinine metabolite detected from its leaves after induced by endophyte microbes. An interaction between selected isolate and Cinchona plant resulted to different protein band with molecular weight of 33 kDA. Selected endophyte bacteria isolate which able to enhance quinine metabolite production on Cinchona’s tree bark was identified as Bacillus mycoides.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, Editor: Alice Diniarti

File PDF...