Path: Top > Member > hidayat@unix.lib.itb.ac.id

PERANCANGAN SCAFFOLDING GEDUNG PARKIR PROYEK LIFESTYLE CENTER SUMMARECON BANDUNG

SCAFFOLDING PLANNING OF PARKING BUILDING LIFESTYLE CENTER SUMMARECON BANDUNG

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-12-11 11:30:01
Oleh : ADE AULIADI AKBAR (NIM : 15013138), S1 - Civil Engineering-FTSL
Dibuat : 2017, dengan 12 file

Keyword : Bekisting, Scaffolding, Defleksi, Penjadwalan ; Formwork, Scaffolding, Deflection, Scheduling

Pelaksanaan bangunan sipil dimulai dengan tahapan struktur yang merupakan tahapan terpenting karena menjadi penentu agar bangunan dapat bertahan sesuai dengan umur rencana dalam menerima beban baik dari beban sendiri atau beban luar. Suatu bangunan beton bertulang sangat rawan terhadap keruntuhan jika tidak direncanakan dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan suatu perencanaan struktur atas yang tepat dan teliti agar dapat memenuhi kriteria kekuatan, kenyamanan, keselematan, dan ketahanan bangunan. Untuk menahan beton selama beton dituang dan dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan dibutuhkan bekisting yang merupakan sarana pembantu mencetak beton. Salah satu komponen utama dalam pekerjaan bekisting adalah perancah (scaffolding) yang merupakan struktur sementara yang digunakan untuk menyangga bekisting sebelum dilakukan pemasangan besi tulangan dan pengecoran. Scaffolding yang baik adalah scaffolding yang kuat mampu menahan beban yang bekerja dan scaffolding yang dapat mempertahankan bentuk elemen struktur diatasnya dengan tidak melebihi defleksi yang diizinkan. Spesifikasi Scaffolding yang digunakan dalam proyek gedung parkir Lifestyle Center Summarecon Bandung adalah terdiri dari Main Frame 1219, Ladder Frame 90, Jack Base 40, dan Cross Brace. Jarak antar scaffolding yang digunakan dalam proyek gedung parkir Lifestyle Center Summarecon Bandung ini berkisar antara 1.6 meter sampai dengan 2 m. Dengan jarak tersebut, scaffolding sudah mampu menahan beban yang terjadi dan dapat mempertahankan bentuk elemen diatasnya dengan tidak melebihi defleksi yang diizinkan.

Deskripsi Alternatif :

A civil building construction starts with the most important stages which is structure stages because it determines the building to withstand durability in both live load and dead load bearing. The reinforced-concrete building has a high risk level on destruction if the planning stages do not work well. Therefore, the structure planning must be designed correctly to fulfill the criteria design such as strength, serviceability, safety, and durability. To withstand the fresh concrete while casting and forming the structure element, a formwork is needed. One of the main item of formwork is scaffolding which is used for temporary structure to support the formwork before reinforcement and casting. A well-designed scaffolding supposed to support load bearing and maintain the structure form without exceeding the allowable deflection. Lifestyle Center Summarecon Bandung Project use a frame scaffolding which consists of Main Frame 1219, Ladder Frame 90, Jack Base 40, and Cross Brace. The space between scaffoldings is designed around 1.6 m to 2 m. By attaining the space, scaffolding is capable to bear the current loads and maintain the structure form without exceeding the allowable deflection.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id