Path: TopS2-ThesesIndustrial Engineering and Management-FTI2014

ANALISIS PENINGKATAN NILAI TAMBAH INDUSTRI-INDUSTRI BERKADAR TEKNOLOGI RENDAH BAGI PEMBANGUNAN PEREKONOMIAN INDONESIA

ANALYSIS ON THE INCREASING VALUE ADDED OF LOW TECHNOLOGY INDUSTRIES FOR INDONESIA ECONOMIC DEVELOPMENT

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:50:41
Oleh : ACHMAD ANDRIYANTO (NIM : 23410034), S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 2014, dengan 7 file

Keyword : nilai tambah per tenaga kerja, teknologi rendah, GDP per kapita, potensi pasar.

Dalam sejarah pembangunan ekonominya, Indonesia pernah menggunakan teknologi yang tinggi meski secara infrastruktur maupun modal sosialnya belum siap bahkan hingga sekarang. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan pembangunan ekonomi di Indonesia dengan tanpa menggunakan teknologi tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan nilai tambah di sektor-sektor industrinya. Metode yang digunakan untuk menganalisis peningkatan nilai tambahnya adalah metode Hayami, karena metode ini digunakan untuk menganalisis peningkatan nilai tambah untuk industri-industri berkadar teknologi rendah baik industri pengolahan maupun industri non-pengolahan.


Dengan proses peningkatan satu tahap industri dan proses restrukturisasi pada industri-industri yang berkadar teknologi rendah seperti industri tekstil dan produk tekstil serta industri pengolahan kelapa sawit, nilai tambah per tenaga kerja yang menjadi indikator kemakmuran sebuah negara, dapat ditingkatkan. Pengembangan yang dilakukan pada sampel komoditas industri dalam penelitian ini adalah dengan memproduksi benang dari serat rami, restrukturisasi mesin pembuatan serat polyester, restrukturisasi mesin pembuatan benang dari serat polyester, restrukturisasi mesin pembuatan kain tenun, restrukturisasi mesin pembuatan kain finishing dan produksi fat powder.


Dari pengujian yang dilakukan terhadap keenam sampel komoditas industri tersebut, didapatkan median peningkatan nilai tambah per tenaga kerja sebesar Rp. 6.618.241. Jika median peningkatan nilai tambah ini diterapkan pada seluruh tenaga kerja di industri-industri berkadar teknologi rendah di Indonesia yang mencapai 3.027.180 orang, akan di dapatkan total peningkatan GDP sebesar Rp. 20.034.607.607.536 atau meningkat 0,24 % dibandingkan dengan GDP pada tahun 2012. Sedangkan untuk peningkatan GDP per kapita/peningkatan kemakmuran adalah sebesar 13,83 % dibandingkan dengan GDP per kapita pada tahun 2012. Pengujian ini juga menunjukkan potensi permintaan pasar baik pasar domestik maupun internasional terhadap produk usulan yang dikembangkan.

Deskripsi Alternatif :

Through out it's economic development, Indonesia has been capitalizing in high technology despite the lacks in both social capital and infrastructure standard. Based on this previous problems, actions need to be taken to improve Indonesia's economic development without the need to utilize high technology. One of the effort to do as such is to increase industrial value added. To analyze the increased in the low technology industrial value added, in both process and non-process industry, Hayami method is applied.


By improving the industrial level to a level higher than it previous state and restructuring the process in low technology industries, such as textile, textile product, and oil palm process, the value added for each worker can be raised. The value added per worker indicates the country productivity. The improvement mentioned in the industrial process sampled in this study is the production of Ramie yarn/fibers, restructuring of polyester yarn and fiber machinary, restructuring of woven product machinary, restructuring of finished fabric manufacturing machinary and production of fat powder.


Based on the study in six sampled commodities, the median for the increased value added for each workers are Rp. 6,618,241.-. If this numbers are implemented to every workers in Indonesia’s low technology industries, it result in increasing GDP Rp. 20,034,607,607,536.- or 0.24% higher compared to GDP in 2012. GDP per capita are increased by 13.38% compared to previous year (2012). This study also providing a significant evidence of potential demands for the proposed product, both in domestic and international market.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Ir. Mame Slamet Sutoko, Editor: Alice Diniarti

File PDF...