Path: Top S3-Dissertations Mathematics and Natural Science 1986

DAMPAK JATUHAN DEBU PABRIK SEMEN TERHADAP HEWAN TANAH

PhD Theses from JBPTITBPP / 2009-12-29 13:55:40
Oleh : Nurdin Muhammad Suin
Dibuat : 1987-00-00, dengan file

Keyword : waste materials;localized air pollution; cement factory; frequently causes changes; vegetation; soil; soil animals; physico-chemical properties.

Perkembangan industri yang cepat merupakan salah satu penyebab pencemaran. Limbah industri tersebar dan mencemari lingkungan sekitarnya. Limbah pabrik semen yang sampai ke lingkungan sekitarnya dapat menyebabkan terpengaruhnya tumbuhan dan tanah di habitat tersebut, yang mungkin juga dapat berpengaruh pada kepadatan dan struktur komunitas hewan tanah yang hidup di sana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak jatuhan debu pabrik semen terhadap hewan tanah, yang dilakukan di sekitar Pabrik Semen Padang, Sumatera Barat. Contoh hewan tanah diambil pada daerah Limau Manis, Sungai Gayo, Ketaping, Ambacang dan Indarung yang jaraknya masing-masing 3600, 2650, 2000, 1300 dan 700 meter dari pabrik semen ke arah barat laut. Penelitian ini dilakukan dengan tiga macam metoda pengambilan contoh,perangkaplubang untuk pengambilan contoh hewan permukaan tanah, corong Barlese﷓Tullgren untuk ekstraksi hewan tanah, dan metoda sortir﷓tangan untuk cacing tanah. Contoh hewan permukaan tanah dan cacing tanah diambil dari bulan Maret 1983 sampai dengan bulan Februari 1984, dan untuk hewan dalam tanah diambil pada bulan Mei sampai dengan Desember 1985. Pengaruh jatuhan debu pabrik semen terhadap hewan tanah ditentukan atas dasar kepadatan, struktur komunitas dan fluktuasi bulanan. Dari penelitian ini didapat hasil sebagai berikut: Jatuhan debu pabrik semen menyebabkan berubahnya sifat fisika﷓kimia tanah, dan kadar debu yang jatuh ke tanah semakin sedikit dengan semakin jauh jaraknya dari pabrik. Jatuhan debu pabrik semen berkorelasi positip dengan pH tanah, sedangkan dengan kadar organik tanah berkorelasi negatip. Suhu dan kadar air tanah tidak berkorelasi dengan jatuhan debu pabrik semen tetapi berkorelasi erat dengan kadar organik tanah. Jatuhan debu pabrik semen menyebabkan berubahnya kepadatan, struktur komunitas dan fluktuasi bulanan hewan permukaan dan hewan dalam tanah. Orthoptera yang merupakan hewan permukaan tanah, kepadatannya tinggi pada daerah yang terkontaminasi (Indarung) dibandingkan dengan daerah kontrol (Limau Manis), tetapi pada Collembola, Acarina dan kelompok hewan permukaan tanah lainnya tidak terlihat perbedaan yang berarti. Kepadatan hewan dalam tanah naik dengan semakin dekatnya lokasi ke pabrik sampai ke Lokasi Ketaping, tetapi kemudian turun lagi ke arah yang lebih dekat ke pabrik, Indarung. Kepadatan Acarina di lokasi Ketaping ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan kepadatannya di lokasi Limau Manis, Ambacang dan Indarung, tetapi tidak berbeda nyata dengan kepadatan di Sungai Gayo. Kepadatan populasi Hymenoptera, Diptera, Collembola dan Arthropoda lainnya juga lebih tinggi di Ketaping dibandingkan dengan lokasi lainnya, tetapi pada kelompok serangga lainnya tidak tampak perbedaannya antar lokasi. Struktur komunitas hewan permukaan tanah dan hewan dalam tanah antar lima lokasi penelitian telah dibandingkan atas dasar kepadatan relatif,frekuensi kehadiran,indeks kesamaan dan indeks diversitas. Ternyata tampak perubahan pada kepadatan relatif,frekuensi, kehadiran,dan indeks kesamaan,sedangkan pada indeks diversitas perbedaannya tidak nyata.




Urutan famili Acarina dan subfamili Orthoptera yang hidup di permukaan tanah di lokasi kontrol Limau Manis ternyata tidak berkorelasi dengan yang hidup di lokasi yang tercemar Ambacang dan Indarung. Frekuensi kehadiran Collembola jenis Folsomia, Lepidocyrtus dan Homidia, Hymenoptera jenis Bothroponera, Carrdiocondvla dan Pheidole sp 2, Acarina famili Oribatellidae dan Perlohmanidae rendah di daerah yang terkontaminasi, tetapi Hymenoptera jenis , Acarina famili Galumnidae, Orthoptera jenis Laxoblemus, Cyclopilum dan Myrmecophilinar 6 tinggi dibandingkan dengan yang dari daerah kontrol. Dari indeks kesamaannya terlihat bahwa hewan permukaan tanah antar lokasi berbeda strukturnya. Urutan musing﷓musing kelompok hewan dalam tanah antar lokasi tidak berkorelasi satu dengan yang lainnya.Frekuensi kehadiran Acarina famili Perlohmanidae dan Macrochellidae turun di lokasi yang terkontaminasi.




Fluktuasi semua kelompok hewan permukaan tanah dan hewan tanah berbeda nyata antar lokasi. Kepadatan dan frekuensi kehadiran cacing tanah Fnntoscolex corethrurus (Fr.Mull) menurun dengan semakin dekatnya lokasi dengan pabrik. Kehadiran hewan ini tergolong absolut di lokasi kontrol Limau Manis tetapi di Ambacang dan Indarung asessori dare aksidental. Dampak jatuhan debu pabrik semen terhadap cacing tanah ini tampaknya tidak langsung, tetapi melalui perubahan pH dan kadar organik tanah. Fluktuasi cacing Pontoscolex_x corethrurus itu juga berbeda antar lokasi penelitian. Pengaruh debu semen terhadap cacing tanah tanah Pontoscolex corethrurus (Fr.Mull) jugs. diteliti di laboratorium dalam rangka melihat kemungkinan penggunaannya sebagai alat untuk memantau pencemaran debu semen terhadap tanah. Respon cacing ini terhadap debu semen terlihat pada angka natalitas yang rendah dan mortalitasnya yang tinggi dengan naiknya konsentrasi debu semen yang diberikan pada media tempat pemeliharaannya. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa cacing Pontoscolex corethrurus (Fr.Mull) dapat digunakan sebagai alat untuk memantau dampak jatuhan debu semen terhadap tanah.

Deskripsi Alternatif :

Perkembangan industri yang cepat merupakan salah satu penyebab pencemaran. Limbah industri tersebar dan mencemari lingkungan sekitarnya. Limbah pabrik semen yang sampai ke lingkungan sekitarnya dapat menyebabkan terpengaruhnya tumbuhan dan tanah di habitat tersebut, yang mungkin juga dapat berpengaruh pada kepadatan dan struktur komunitas hewan tanah yang hidup di sana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak jatuhan debu pabrik semen terhadap hewan tanah, yang dilakukan di sekitar Pabrik Semen Padang, Sumatera Barat. Contoh hewan tanah diambil pada daerah Limau Manis, Sungai Gayo, Ketaping, Ambacang dan Indarung yang jaraknya masing-masing 3600, 2650, 2000, 1300 dan 700 meter dari pabrik semen ke arah barat laut. Penelitian ini dilakukan dengan tiga macam metoda pengambilan contoh,perangkaplubang untuk pengambilan contoh hewan permukaan tanah, corong Barlese﷓Tullgren untuk ekstraksi hewan tanah, dan metoda sortir﷓tangan untuk cacing tanah. Contoh hewan permukaan tanah dan cacing tanah diambil dari bulan Maret 1983 sampai dengan bulan Februari 1984, dan untuk hewan dalam tanah diambil pada bulan Mei sampai dengan Desember 1985. Pengaruh jatuhan debu pabrik semen terhadap hewan tanah ditentukan atas dasar kepadatan, struktur komunitas dan fluktuasi bulanan. Dari penelitian ini didapat hasil sebagai berikut: Jatuhan debu pabrik semen menyebabkan berubahnya sifat fisika﷓kimia tanah, dan kadar debu yang jatuh ke tanah semakin sedikit dengan semakin jauh jaraknya dari pabrik. Jatuhan debu pabrik semen berkorelasi positip dengan pH tanah, sedangkan dengan kadar organik tanah berkorelasi negatip. Suhu dan kadar air tanah tidak berkorelasi dengan jatuhan debu pabrik semen tetapi berkorelasi erat dengan kadar organik tanah. Jatuhan debu pabrik semen menyebabkan berubahnya kepadatan, struktur komunitas dan fluktuasi bulanan hewan permukaan dan hewan dalam tanah. Orthoptera yang merupakan hewan permukaan tanah, kepadatannya tinggi pada daerah yang terkontaminasi (Indarung) dibandingkan dengan daerah kontrol (Limau Manis), tetapi pada Collembola, Acarina dan kelompok hewan permukaan tanah lainnya tidak terlihat perbedaan yang berarti. Kepadatan hewan dalam tanah naik dengan semakin dekatnya lokasi ke pabrik sampai ke Lokasi Ketaping, tetapi kemudian turun lagi ke arah yang lebih dekat ke pabrik, Indarung. Kepadatan Acarina di lokasi Ketaping ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan kepadatannya di lokasi Limau Manis, Ambacang dan Indarung, tetapi tidak berbeda nyata dengan kepadatan di Sungai Gayo. Kepadatan populasi Hymenoptera, Diptera, Collembola dan Arthropoda lainnya juga lebih tinggi di Ketaping dibandingkan dengan lokasi lainnya, tetapi pada kelompok serangga lainnya tidak tampak perbedaannya antar lokasi. Struktur komunitas hewan permukaan tanah dan hewan dalam tanah antar lima lokasi penelitian telah dibandingkan atas dasar kepadatan relatif,frekuensi kehadiran,indeks kesamaan dan indeks diversitas. Ternyata tampak perubahan pada kepadatan relatif,frekuensi, kehadiran,dan indeks kesamaan,sedangkan pada indeks diversitas perbedaannya tidak nyata.




Urutan famili Acarina dan subfamili Orthoptera yang hidup di permukaan tanah di lokasi kontrol Limau Manis ternyata tidak berkorelasi dengan yang hidup di lokasi yang tercemar Ambacang dan Indarung. Frekuensi kehadiran Collembola jenis Folsomia, Lepidocyrtus dan Homidia, Hymenoptera jenis Bothroponera, Carrdiocondvla dan Pheidole sp 2, Acarina famili Oribatellidae dan Perlohmanidae rendah di daerah yang terkontaminasi, tetapi Hymenoptera jenis , Acarina famili Galumnidae, Orthoptera jenis Laxoblemus, Cyclopilum dan Myrmecophilinar 6 tinggi dibandingkan dengan yang dari daerah kontrol. Dari indeks kesamaannya terlihat bahwa hewan permukaan tanah antar lokasi berbeda strukturnya. Urutan musing﷓musing kelompok hewan dalam tanah antar lokasi tidak berkorelasi satu dengan yang lainnya.Frekuensi kehadiran Acarina famili Perlohmanidae dan Macrochellidae turun di lokasi yang terkontaminasi.




Fluktuasi semua kelompok hewan permukaan tanah dan hewan tanah berbeda nyata antar lokasi. Kepadatan dan frekuensi kehadiran cacing tanah Fnntoscolex corethrurus (Fr.Mull) menurun dengan semakin dekatnya lokasi dengan pabrik. Kehadiran hewan ini tergolong absolut di lokasi kontrol Limau Manis tetapi di Ambacang dan Indarung asessori dare aksidental. Dampak jatuhan debu pabrik semen terhadap cacing tanah ini tampaknya tidak langsung, tetapi melalui perubahan pH dan kadar organik tanah. Fluktuasi cacing Pontoscolex_x corethrurus itu juga berbeda antar lokasi penelitian. Pengaruh debu semen terhadap cacing tanah tanah Pontoscolex corethrurus (Fr.Mull) jugs. diteliti di laboratorium dalam rangka melihat kemungkinan penggunaannya sebagai alat untuk memantau pencemaran debu semen terhadap tanah. Respon cacing ini terhadap debu semen terlihat pada angka natalitas yang rendah dan mortalitasnya yang tinggi dengan naiknya konsentrasi debu semen yang diberikan pada media tempat pemeliharaannya. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa cacing Pontoscolex corethrurus (Fr.Mull) dapat digunakan sebagai alat untuk memantau dampak jatuhan debu semen terhadap tanah.


Beri Komentar ?#(1) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Prof. Dr. D. A. Tisnaamidjaja, Editor:

Download...