Path: Top S2-Theses Industrial Engineering and Management 1999

Identifikasi faktor-faktor produksi yang secara signifikan berpengaruh pada output sektor industri farmasi di Indonesia periode tahun 1976-1997.

Master Theses from JBPTITBPP / 2007-03-14 18:12:31
Oleh : Effrit Dhasatra Effendi
Dibuat : 2000-01-00, dengan 2 file

Keyword : Secondary industries and services-pharmaceutical industry.

Sektor industri farmasi, baik industri farmasi formulasi maupun industri obat tradisional, merupakan industri pengobatan (manufaktur) kimia yang memproses bahan baku obat (bahan sintetik atau bahan alam) untuk dijadikan sediaan farmasi yang siap pakai (obat jadi atau obat tradisional). Sebagai industri barang konsumsi (obat), sektor industri farmasi termasuk industri hilir yang perkembangannya sangat bergantung pada keberhasilan pengembangan dan pembangunan industri hulunya seperti: industri bahan farmasi dan simplisia, industri kimia dasar (organic & anorganik), industri pengolahan migas, dll.
Suatu isu nasional yang sering dikeluhkan masyarakat adalah mahalnya harga obat-obatan, sehingga nilai konsumsi obat perkapita di Indonesia masih yang terendah di Asia Tenggara dan lebih lagi jika dibandingkan dengan negara maju seperti: Jepang, Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat. Sebagaimana yang sering dibahas dalam berbagai publikasi masa, salah satu penyebabnya adalah karena ketergantungan yang tinggi sektor industri farmasi nasional akan bahan baku obat impor. Karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui factor-faktor produksi yang paling berpengaruh dalam perkembangan sektor industri farmasi di Indonesia.
Badan Pusat Statistik mengelompokkan variable input industri yang meliputi: input bahan baku, bahan bakar (termasuk gas dan tenaga listrik), bahan/barang lainnya (selain bahan baku/penolong), jasa industri, sewa (gedung, mesin, alat), dan jasa non-industri. Dengan menyertakan factor produksi tenaga kerja dan modal (kapital), dalam penelitian ini dilakukan identifikasi terhadap factor-faktor produksi yang secara dignifikan berpengaruh pada variable output (nilai tambah dan total sales) sector industri farmasi di Indonesia.
Untuk mencapai tujuan tersebut, dalam penelitian ini dilakukan analisis linier regresi berganda dengan model ekonometrik sebagai modifikasi dari model fungsi produksi Cobb-Douglas. Berdasarkan hasil estimasi model pertumbuhan output sector industri farmasi selama periode penelitian (1976-97), untuk sector industri farmasi formulasi diketahui adanya ketergantungan yang kuat secara signifikan terhadap bahan baku obat terutama bahan baku obat impor dan juga barang lainnya yang merupakan pembelian-pembelian dari pihak ketiga. Dalam sector industri obat tradisional, pengaruh yang dominan dan signifikan berasal dari variable barang modal tetap (prasarana industri) dan jasa industri. Pengaruh yang signifikan juga diberikan oleh variable sewa, tingkat upah TK, barang lainnya dan bahan baku obat. Estimasi model pertumbuhan output terhadap return to scale, baik untuk sector industri farmsi formulasi maupun sector industri obat tradisional menunjukkan increasing return to scale.

Deskripsi Alternatif :

Sektor industri farmasi, baik industri farmasi formulasi maupun industri obat tradisional, merupakan industri pengobatan (manufaktur) kimia yang memproses bahan baku obat (bahan sintetik atau bahan alam) untuk dijadikan sediaan farmasi yang siap pakai (obat jadi atau obat tradisional). Sebagai industri barang konsumsi (obat), sektor industri farmasi termasuk industri hilir yang perkembangannya sangat bergantung pada keberhasilan pengembangan dan pembangunan industri hulunya seperti: industri bahan farmasi dan simplisia, industri kimia dasar (organic & anorganik), industri pengolahan migas, dll.
Suatu isu nasional yang sering dikeluhkan masyarakat adalah mahalnya harga obat-obatan, sehingga nilai konsumsi obat perkapita di Indonesia masih yang terendah di Asia Tenggara dan lebih lagi jika dibandingkan dengan negara maju seperti: Jepang, Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat. Sebagaimana yang sering dibahas dalam berbagai publikasi masa, salah satu penyebabnya adalah karena ketergantungan yang tinggi sektor industri farmasi nasional akan bahan baku obat impor. Karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui factor-faktor produksi yang paling berpengaruh dalam perkembangan sektor industri farmasi di Indonesia.
Badan Pusat Statistik mengelompokkan variable input industri yang meliputi: input bahan baku, bahan bakar (termasuk gas dan tenaga listrik), bahan/barang lainnya (selain bahan baku/penolong), jasa industri, sewa (gedung, mesin, alat), dan jasa non-industri. Dengan menyertakan factor produksi tenaga kerja dan modal (kapital), dalam penelitian ini dilakukan identifikasi terhadap factor-faktor produksi yang secara dignifikan berpengaruh pada variable output (nilai tambah dan total sales) sector industri farmasi di Indonesia.
Untuk mencapai tujuan tersebut, dalam penelitian ini dilakukan analisis linier regresi berganda dengan model ekonometrik sebagai modifikasi dari model fungsi produksi Cobb-Douglas. Berdasarkan hasil estimasi model pertumbuhan output sector industri farmasi selama periode penelitian (1976-97), untuk sector industri farmasi formulasi diketahui adanya ketergantungan yang kuat secara signifikan terhadap bahan baku obat terutama bahan baku obat impor dan juga barang lainnya yang merupakan pembelian-pembelian dari pihak ketiga. Dalam sector industri obat tradisional, pengaruh yang dominan dan signifikan berasal dari variable barang modal tetap (prasarana industri) dan jasa industri. Pengaruh yang signifikan juga diberikan oleh variable sewa, tingkat upah TK, barang lainnya dan bahan baku obat. Estimasi model pertumbuhan output terhadap return to scale, baik untuk sector industri farmsi formulasi maupun sector industri obat tradisional menunjukkan increasing return to scale.


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Prof.DR. Matthias Aroef, MSIE
    , Editor:

Download...