Path: TopS2-ThesesIndustrial Engineering and Management-FTI2000

PENGEMBANGAN MODEL INDEKS POTENSI MAHASISWA
SEBASAI DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PERPANJANGAN BATAS WAKTU STUDI
(Studi Kasus : Mahasiswa Diploma III di STMIK LIKMI)

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:50:28
Oleh : Djajasukma Tjahjadi
Dibuat : 2000-00-00, dengan 2 file

Keyword : Human resources; education; students, parents,decision making process, Unnecessary discussion.

Sumber daya manusia merupakan faktor mana yang menentukan kualitas dari suatu kegiatan. Agar dapat memberikan kualitas
yang baik maka pelakunya perlu mendapat pendidikan yang cukup.
Pendidikan dapat diperoleh secara informal maupun formal melalui lembaga pendidikan. Informasi yang disediakan oleh suatu lembaga dapat mempengaruhi kualitas lembaga secara keseluruhan. Informasi yang akurat dan tepat waktu sangat diperlukan agar para pengguna lembaga, yaitu mahasiswa, orangtua, pengelola lembaga dapat mengambil tindakan yang sesuai tepat pada waktunya.
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) LIKMI, tempat penulis melakukan penelitian, telah memanfaatkan
teknologi komputer, sehingga kegiatan rutin dapat dilakukan secara etisien. Namun sistem tersebut belum dapat memberikan Saran bagi manajemen, terutama pada saat para pengambil keputusan dihadapkanpada kasus mahasiswa yang sudah habis masa studinya. Keputusan
perpanjangan batas waktu studi dilakukan melalui diskusi antara pihak
terkait sehingga memerlukan waktu yang lama, dan sering keputusan yang
diambil tidak konsisten, dan tidak terdokumentasi dengan baik.
Berdasarkan masalah itulah penulis mengembangkan Model Indeks Potensi Mahasiswa yang dapat dijadikan dasar pengembangan sistem pendukung keputusan. Pengembangan sistem pendukung keputusan
(SPK) dilakukan dalam dua tahapan besar, yaitu survey pendahuluan dan pengembangan SPK. Survey pendahuluan ditujukan untuk mengidentifikasikan masalah dan mendapat masukan dari manajemen.
Pengembangan SPK dilakukan mulai dari perancangan basis data, pengembangan model keputusan, dan perancangan dialog.
Model Indeks Potensi Mahasiswa pada dasarnya meliputi aspek akademik dan non-akademik mahasiswa. Aspek akademik meliputi prestasi akademik dan kesungguhan belajar. Sedangkan aspek non-akademik meliputi riwayat pendidikan mahasiswa pada tingkat SMU dan sebelumnya, kondisi kesehatan, perilaku selama masa studi, dan juga prestasi ekstra kurikuler yang diraih mahasiswa bersangkutan.
Dengan dikembangkannya Model Indeks Potensi Mahasiswa tersebut, maka proses pengambilan keputusan menjadi semakin cepat, konsisten dan terdokumentasi dengan baik. Diskusi yang berkepanjangan dapat dihindari dan para pengguna dapat menelusuri kembali bagaimana suatu keputusan di masa lampau ditetapkan.

Deskripsi Alternatif :

Sumber daya manusia merupakan faktor mana yang menentukan kualitas dari suatu kegiatan. Agar dapat memberikan kualitas
yang baik maka pelakunya perlu mendapat pendidikan yang cukup.
Pendidikan dapat diperoleh secara informal maupun formal melalui lembaga pendidikan. Informasi yang disediakan oleh suatu lembaga dapat mempengaruhi kualitas lembaga secara keseluruhan. Informasi yang akurat dan tepat waktu sangat diperlukan agar para pengguna lembaga, yaitu mahasiswa, orangtua, pengelola lembaga dapat mengambil tindakan yang sesuai tepat pada waktunya.
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) LIKMI, tempat penulis melakukan penelitian, telah memanfaatkan
teknologi komputer, sehingga kegiatan rutin dapat dilakukan secara etisien. Namun sistem tersebut belum dapat memberikan Saran bagi manajemen, terutama pada saat para pengambil keputusan dihadapkanpada kasus mahasiswa yang sudah habis masa studinya. Keputusan
perpanjangan batas waktu studi dilakukan melalui diskusi antara pihak
terkait sehingga memerlukan waktu yang lama, dan sering keputusan yang
diambil tidak konsisten, dan tidak terdokumentasi dengan baik.
Berdasarkan masalah itulah penulis mengembangkan Model Indeks Potensi Mahasiswa yang dapat dijadikan dasar pengembangan sistem pendukung keputusan. Pengembangan sistem pendukung keputusan
(SPK) dilakukan dalam dua tahapan besar, yaitu survey pendahuluan dan pengembangan SPK. Survey pendahuluan ditujukan untuk mengidentifikasikan masalah dan mendapat masukan dari manajemen.
Pengembangan SPK dilakukan mulai dari perancangan basis data, pengembangan model keputusan, dan perancangan dialog.
Model Indeks Potensi Mahasiswa pada dasarnya meliputi aspek akademik dan non-akademik mahasiswa. Aspek akademik meliputi prestasi akademik dan kesungguhan belajar. Sedangkan aspek non-akademik meliputi riwayat pendidikan mahasiswa pada tingkat SMU dan sebelumnya, kondisi kesehatan, perilaku selama masa studi, dan juga prestasi ekstra kurikuler yang diraih mahasiswa bersangkutan.
Dengan dikembangkannya Model Indeks Potensi Mahasiswa tersebut, maka proses pengambilan keputusan menjadi semakin cepat, konsisten dan terdokumentasi dengan baik. Diskusi yang berkepanjangan dapat dihindari dan para pengguna dapat menelusuri kembali bagaimana suatu keputusan di masa lampau ditetapkan.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, Editor:

File PDF...