Path: Top S2-Theses Industrial Engineering and Management 2000

Pengembangan dan pengujian algoritma affected operation rescheduling

Master Theses from JBPTITBPP / 2007-03-14 18:12:32
Oleh : Dian Retno Sari Dewi
Dibuat : 2000-06-30, dengan 1 file

Keyword : Operation rescheduling

Seringkali terjadi bahwa penjadwalan yang telah ditetapkan pada tahap perencanaan ternyata pada saat dilaksanakan di lantai pabrik mengalami gangguan. Hal tersebut dapat mengganggu jadwal awal yang telah dibuat, untuk itu diperlukan adanya penjadwalan ulang (rescheduling). Ada bermacam cara rescheduling, diantaranya adalah: total rescheduling dan affected operation rescheduling. Pada total rescheduling, penjadwalan ulang dilakukan pada semua job, termasuk job yang tidak mengalami gangguan (non affected) sedangkan pada affected operation reschduling, penjadwalan ulang hanya dilakukan pada job yang mengalami gangguan (affected). Karena itu algoritma total rescheduling memerlukan perhitungan yang lebih lama dibandingkan algoritma affected operation rescheduling. Pada penelitian ini dikembangkan algoritma affected operation rescheduling untuk mengatasi gangguan baik gangguan tunggal ataupun gangguan ganda dengan mempertimbangkan adanya alternatif mesin pada lingkungan job shop. Algoritma affected operation rescheduling yang dikembangkan diuji menggunakan perancangan eksperimen faktorial dengan uji ANOVA. Dalam perancangan eksperimen faktorial dipakai algoritma total rescheduling sebagai pembandingnya. Dengan beberapa set data awal dan beberapa skenario gangguan, akan dibandingkan fungsi tujuan yang dihasilkan dari pemakaian algoritma affected operation rescheduling dan total rescheduling. Fungsi tujuan yang diukur adalah adalah mean tardiness dan mean flow time. Hasil pengujian menunjukkan bahwa untuk beberapa skenario jenis gangguan menggunakan algoritma affected operation rescheduling memberikan perbedaan yang tidak signifikan dibandingkan dengan total rescheduling pada level confidence 95% (untuk ukuran permasalahan 16 0perasi sampai dengan 64 operasi). Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah dapat dibuktikan secara statistik bahwa algoritma affected rescheduling sama baiknya dengan algoritma total rescheduling dan menangkis anggapan selama ini bahwa algoritma total rescheduling selalu lebih baik. Selain itu hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi scheduler, untuk dapat memilih algoritma yang tepat sehingga dapat mengatasi masalah gangguan dengan cepat.

Deskripsi Alternatif :

Seringkali terjadi bahwa penjadwalan yang telah ditetapkan pada tahap perencanaan ternyata pada saat dilaksanakan di lantai pabrik mengalami gangguan. Hal tersebut dapat mengganggu jadwal awal yang telah dibuat, untuk itu diperlukan adanya penjadwalan ulang (rescheduling). Ada bermacam cara rescheduling, diantaranya adalah: total rescheduling dan affected operation rescheduling. Pada total rescheduling, penjadwalan ulang dilakukan pada semua job, termasuk job yang tidak mengalami gangguan (non affected) sedangkan pada affected operation reschduling, penjadwalan ulang hanya dilakukan pada job yang mengalami gangguan (affected). Karena itu algoritma total rescheduling memerlukan perhitungan yang lebih lama dibandingkan algoritma affected operation rescheduling. Pada penelitian ini dikembangkan algoritma affected operation rescheduling untuk mengatasi gangguan baik gangguan tunggal ataupun gangguan ganda dengan mempertimbangkan adanya alternatif mesin pada lingkungan job shop. Algoritma affected operation rescheduling yang dikembangkan diuji menggunakan perancangan eksperimen faktorial dengan uji ANOVA. Dalam perancangan eksperimen faktorial dipakai algoritma total rescheduling sebagai pembandingnya. Dengan beberapa set data awal dan beberapa skenario gangguan, akan dibandingkan fungsi tujuan yang dihasilkan dari pemakaian algoritma affected operation rescheduling dan total rescheduling. Fungsi tujuan yang diukur adalah adalah mean tardiness dan mean flow time. Hasil pengujian menunjukkan bahwa untuk beberapa skenario jenis gangguan menggunakan algoritma affected operation rescheduling memberikan perbedaan yang tidak signifikan dibandingkan dengan total rescheduling pada level confidence 95% (untuk ukuran permasalahan 16 0perasi sampai dengan 64 operasi). Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah dapat dibuktikan secara statistik bahwa algoritma affected rescheduling sama baiknya dengan algoritma total rescheduling dan menangkis anggapan selama ini bahwa algoritma total rescheduling selalu lebih baik. Selain itu hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi scheduler, untuk dapat memilih algoritma yang tepat sehingga dapat mengatasi masalah gangguan dengan cepat.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

Download...