Path: TopS2-ThesesIndustrial Engineering and Management-FTI2000

Estimasi ongkos garansi sepeda motor yang dijual dengan garansi dua dimensi: studi kasus di PT.X.

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:50:29
Oleh : Aceng Komarudin Mutaqin
Dibuat : 2000-06-00, dengan 3 file

Keyword : Regulation of trade (commerce); Guarantees; Warranty.

Garansi adalah suatu kesepakatan kontraktual antara produsen dan konsumen yang mengharuskan produsen melakukan perbaikan terhadap produk yang mengalami kegagalan dalam periode garansi. Bagi produsen yang menjual produk dengan garansi, produsen harus mengeluarkan ongkos tambahan sebagi ongkos pelayanan garansi. Ongkos pelayanan ini tergantung pada bentuk kebijakan garansi serta pola kerusakan produk. Ongkos ini berpengaruh besar terhadap keuntungan produsen, karena berhubungan langsung dengan harga produk. Oleh karena itu penting sekali bagi produsen untuk mengestimasi ongkos garansi secara akurat.
Pada tesis ini akan dilakukan estimasi ongkos garansi dari produk sepeda motor yang dijual oleh PT X. Kebijakan garansi yang diterapkannya adalah kebijakan garansi dua dimensi, yaitu setiap sepeda motor yang dijual diberi garansi selama 6 bulan atau 6.000 km, mana yang berakhir lebih dahulu. Kebijakan garansi ini berlaku untuk komponen tertentu dari unit sepeda motor. Selain itu, setiap komponen diberi garansi hanya untuk kegagalannya yang pertama.
Dalam penelitian ini, sepeda motor dipandang sebagai sebuah system dimana komponen-komponennya berhubungan secara seri. Selanjutnya kerusakan sepeda motor dimodelkan melalui pemodelan kerusakan dari komponen-komponen yang memberikan kontribusi terbesar dari segi ongkos garansi. Pemodelan tersebut dilakukan menggunakan pendekatan satu dimensi yang dimodelkan oleh fungsi hazard bersyarat. Nilai parameter model kegagalan komponen diestimasi dengan menggunakan data klaim garansi seluruh unit sepeda motor yang dijual selama tahun 1998. Dengan mempertimbangkan bentuk kebijakan garansi serta ongkos pelayanan garansi dari setiap komponen, maka dapat dihitung ongkos garansi per sepeda motor.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 220 komponen yang dijamin oleh garansi, ada 13 buah komponen memberikan kontribusi sebesar 80% dari total ongkos garansi per unit sepeda motor berbanding lurus dengan persentase total ongkos garansi, maka total ongkos garansi per unit sepeda motor adalah Rp 1281 (atau sekitar 0.01% dari harga jual unit sepeda motor). Hal ini masih terlalu kecil, karena menurut Blischke dan Murthy (1994) sebagian besar perusahaan yang menjual produk mengeluarkan ongkos garansi sekitar 1,0-1,9% dari harga jual produk.

Deskripsi Alternatif :

Garansi adalah suatu kesepakatan kontraktual antara produsen dan konsumen yang mengharuskan produsen melakukan perbaikan terhadap produk yang mengalami kegagalan dalam periode garansi. Bagi produsen yang menjual produk dengan garansi, produsen harus mengeluarkan ongkos tambahan sebagi ongkos pelayanan garansi. Ongkos pelayanan ini tergantung pada bentuk kebijakan garansi serta pola kerusakan produk. Ongkos ini berpengaruh besar terhadap keuntungan produsen, karena berhubungan langsung dengan harga produk. Oleh karena itu penting sekali bagi produsen untuk mengestimasi ongkos garansi secara akurat.
Pada tesis ini akan dilakukan estimasi ongkos garansi dari produk sepeda motor yang dijual oleh PT X. Kebijakan garansi yang diterapkannya adalah kebijakan garansi dua dimensi, yaitu setiap sepeda motor yang dijual diberi garansi selama 6 bulan atau 6.000 km, mana yang berakhir lebih dahulu. Kebijakan garansi ini berlaku untuk komponen tertentu dari unit sepeda motor. Selain itu, setiap komponen diberi garansi hanya untuk kegagalannya yang pertama.
Dalam penelitian ini, sepeda motor dipandang sebagai sebuah system dimana komponen-komponennya berhubungan secara seri. Selanjutnya kerusakan sepeda motor dimodelkan melalui pemodelan kerusakan dari komponen-komponen yang memberikan kontribusi terbesar dari segi ongkos garansi. Pemodelan tersebut dilakukan menggunakan pendekatan satu dimensi yang dimodelkan oleh fungsi hazard bersyarat. Nilai parameter model kegagalan komponen diestimasi dengan menggunakan data klaim garansi seluruh unit sepeda motor yang dijual selama tahun 1998. Dengan mempertimbangkan bentuk kebijakan garansi serta ongkos pelayanan garansi dari setiap komponen, maka dapat dihitung ongkos garansi per sepeda motor.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 220 komponen yang dijamin oleh garansi, ada 13 buah komponen memberikan kontribusi sebesar 80% dari total ongkos garansi per unit sepeda motor berbanding lurus dengan persentase total ongkos garansi, maka total ongkos garansi per unit sepeda motor adalah Rp 1281 (atau sekitar 0.01% dari harga jual unit sepeda motor). Hal ini masih terlalu kecil, karena menurut Blischke dan Murthy (1994) sebagian besar perusahaan yang menjual produk mengeluarkan ongkos garansi sekitar 1,0-1,9% dari harga jual produk.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Dr. Ir. Bermawi P. Iskandar

    , Editor:

File PDF...