Path: TopS2-ThesesIndustrial Engineering and Management1999

Analisis penerapan pajak royalti batubara di Indonesia

Master Theses from JBPTITBPP / 2007-03-14 18:12:32
Oleh : Rudianto Ekawan
Dibuat : 1999-10-00, dengan 1 file

Keyword : Tax royalty, coal

Didalam Kontrak Perjanjian Kerjasama batubara dan Keppres No. 49 tahun 1981, diatur kewajiban finansial yang harus dipenuhi oleh investor, diantaranya adalah pembayaran royalti, yaitu perusahaan berkewajiban menyerahkan sekurang-kurangnya 13,5% produksi batubaranya ke pemerintah (PN Batubara) dalam bentuk natura.
Besarnya pengenaan royalti ini adalah sama untuk setiap perusahaan tidak memperhitungkan aspek kondisi geologi, kualitas batubara ataupun jalur pengankutan yang dihadapi perusahaan. Sehingga pengenaan royalti ini tidak berdasarkan konsep ability to pay. Oleh karena itu perlu ditentukan tarip royalti untuk perusahaan yang menggunakan metode tambang terbuka dan tambang bawah tanah serta untuk perusahaan yang mempunyai kualitas batubara yang rendah (low rank coal) dan kualitas yang tinggi (high rank coal). Metode analisis yang digunakan adalah metode aliran kas dengan menggunakan kriteria analisis net value dan internal rate of return (IRR). Suatu model generik disusun sebagai dasar dalam melakukan simulasi dengan menggunakan suatu nilai IRR batas 20% (threshold IRR). Data yang digunakan adalah data dari 13 perusahaan tambang batubara yang sedang dalam tahap operasi, biaya kapital, depresi, perpajakan dan amortisasi.
Berdasarkan simulasi maka diperoleh hasil sebagai berikut: tarif royalti tambang terbuka batubara yang diusulkan adalah sebesar 13%; tarif royalti tambang bawah batubara yang diusulkan adalah sebesar 10%; untuk perusahaan yang mempunyai kondisi marginal (nilai jual rendah karena kualitasnya rendah dan atau letaknya terpencil) maka perlu diterapkan sistem allowance tertentu (misalnya dalam bentuk pengurangan tarif royalti).

Deskripsi Alternatif :

Didalam Kontrak Perjanjian Kerjasama batubara dan Keppres No. 49 tahun 1981, diatur kewajiban finansial yang harus dipenuhi oleh investor, diantaranya adalah pembayaran royalti, yaitu perusahaan berkewajiban menyerahkan sekurang-kurangnya 13,5% produksi batubaranya ke pemerintah (PN Batubara) dalam bentuk natura.
Besarnya pengenaan royalti ini adalah sama untuk setiap perusahaan tidak memperhitungkan aspek kondisi geologi, kualitas batubara ataupun jalur pengankutan yang dihadapi perusahaan. Sehingga pengenaan royalti ini tidak berdasarkan konsep ability to pay. Oleh karena itu perlu ditentukan tarip royalti untuk perusahaan yang menggunakan metode tambang terbuka dan tambang bawah tanah serta untuk perusahaan yang mempunyai kualitas batubara yang rendah (low rank coal) dan kualitas yang tinggi (high rank coal). Metode analisis yang digunakan adalah metode aliran kas dengan menggunakan kriteria analisis net value dan internal rate of return (IRR). Suatu model generik disusun sebagai dasar dalam melakukan simulasi dengan menggunakan suatu nilai IRR batas 20% (threshold IRR). Data yang digunakan adalah data dari 13 perusahaan tambang batubara yang sedang dalam tahap operasi, biaya kapital, depresi, perpajakan dan amortisasi.
Berdasarkan simulasi maka diperoleh hasil sebagai berikut: tarif royalti tambang terbuka batubara yang diusulkan adalah sebesar 13%; tarif royalti tambang bawah batubara yang diusulkan adalah sebesar 10%; untuk perusahaan yang mempunyai kondisi marginal (nilai jual rendah karena kualitasnya rendah dan atau letaknya terpencil) maka perlu diterapkan sistem allowance tertentu (misalnya dalam bentuk pengurangan tarif royalti).

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

Download...