Path: TopS2-ThesesCivil Engineering2001

Kajian efektivitas penyerapan dana bantuan luar negeri terhadap kinerja proyek konstruksi dan upaya pemodelan penilaian efektivitasnya: studi kasus bantuan Jepang.

Master Theses from JBPTITBPP / 2007-04-10 17:27:03
Oleh : Seta Kartika
Dibuat : 2001-00-00, dengan 1 file

Keyword : Foreign loans; Construction industry

Negara-negara berkembang hingga saat ini masih menghadapi berbagai masalah dalam pemenuhan sektor infrastruktur ekonomi dan sosial seperti kesehatan, sanitasi, pendidikan, ketersediaan air bersih, penyediaan listrik, transportasi, telekomunikasi, tenaga, dan infrastruktur lainnya yang merupakan dasar bagi perkembangan ekonomi yang sehat. Perlu diperhatikan bahwa pembangunan dan peningkatan kebutuhan infrastruktur tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar. Untuk mengatasi hal di atas diperlukan suatu upaya pendanaan, antara lain dlam bentuk pemberian bantuan dari negara-negara donor asing, baik dalam bentuk pinjaman finansial maupun bantuan teknis. Dalam penelitian ini, studi kasus yang ditinjau adalah bantuan Jepang.
Menarik untuk disimak bahwa salah satu ciri mekanisme pemberian bantuan luar negeri adalah adanya kecenderungan untuk menggunakan perusahaan-perusahaan konsultan dan kontraktor dari negara asal. Dilihat dari segi positifnya maka melalui cara ini diharapkan akan terjadi transfer teknologi dan pengetahuan manajerial. Sebaliknya keterlibatan perusahaan asing sering kali diartikan sebagai upaya untuk mengurangi atau menutup peluang bagi perusahaan lokal.
Penelitian dilakukan dengan melakukan survei kepada para pelaku konstruksi di Indonesia dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran opini industri konstruksi Indonesia mengenai dampak yang diperoleh dari pemberian bantuan luar n egeri. Selain melakukan survei, dalam penelitian ini juga dikembangkan metode pengukuran kinerja alternatif, dengan metode pengukuran Bappenas sebagai acuan, untuk menilai kinerja pelaksanaan proyek konstruksi bantuan luar negeri. Metode alternatif yang dikembangkan adalah metode OMAX dan DEA. Hasil survei menunjukkan bahwa pemberian bantuan luar negeri memberikan manfaat yang positif dan negatif. Manfaat positif antara lain alih teknologi, sedangkan dampak negatifnya adalah berkurangnya peran perusahaan lokal. Dilihat dari analisis pengukuran kinerja pelaksanaan proyek, ketiga metode yang digunakan memberikan nilai kerja yang relatif sama. Meskipun demikian, metode Bappenas cenderung memberikan nilai yang kurang tepat sehingga perlu digunakan metode alternatif lainnya, misalnya dengan metode OMAX atau DEA.

Deskripsi Alternatif :

Negara-negara berkembang hingga saat ini masih menghadapi berbagai masalah dalam pemenuhan sektor infrastruktur ekonomi dan sosial seperti kesehatan, sanitasi, pendidikan, ketersediaan air bersih, penyediaan listrik, transportasi, telekomunikasi, tenaga, dan infrastruktur lainnya yang merupakan dasar bagi perkembangan ekonomi yang sehat. Perlu diperhatikan bahwa pembangunan dan peningkatan kebutuhan infrastruktur tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar. Untuk mengatasi hal di atas diperlukan suatu upaya pendanaan, antara lain dlam bentuk pemberian bantuan dari negara-negara donor asing, baik dalam bentuk pinjaman finansial maupun bantuan teknis. Dalam penelitian ini, studi kasus yang ditinjau adalah bantuan Jepang.
Menarik untuk disimak bahwa salah satu ciri mekanisme pemberian bantuan luar negeri adalah adanya kecenderungan untuk menggunakan perusahaan-perusahaan konsultan dan kontraktor dari negara asal. Dilihat dari segi positifnya maka melalui cara ini diharapkan akan terjadi transfer teknologi dan pengetahuan manajerial. Sebaliknya keterlibatan perusahaan asing sering kali diartikan sebagai upaya untuk mengurangi atau menutup peluang bagi perusahaan lokal.
Penelitian dilakukan dengan melakukan survei kepada para pelaku konstruksi di Indonesia dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran opini industri konstruksi Indonesia mengenai dampak yang diperoleh dari pemberian bantuan luar n egeri. Selain melakukan survei, dalam penelitian ini juga dikembangkan metode pengukuran kinerja alternatif, dengan metode pengukuran Bappenas sebagai acuan, untuk menilai kinerja pelaksanaan proyek konstruksi bantuan luar negeri. Metode alternatif yang dikembangkan adalah metode OMAX dan DEA. Hasil survei menunjukkan bahwa pemberian bantuan luar negeri memberikan manfaat yang positif dan negatif. Manfaat positif antara lain alih teknologi, sedangkan dampak negatifnya adalah berkurangnya peran perusahaan lokal. Dilihat dari analisis pengukuran kinerja pelaksanaan proyek, ketiga metode yang digunakan memberikan nilai kerja yang relatif sama. Meskipun demikian, metode Bappenas cenderung memberikan nilai yang kurang tepat sehingga perlu digunakan metode alternatif lainnya, misalnya dengan metode OMAX atau DEA.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Dr.Ir. Biemo W. Soemardi, Editor:

Download...