Path: Top » S2-Theses » Civil Engineering » 2000
Analisis tingkat kebutuhan angkutan taksi kota Bandung dengan teknik stated preference.
Oleh : Titi Kurniati
Dibuat : 2000-05-00, dengan 1 file
Keyword : Local transportation; Taxicabs; Limousines.
Penyediaan angkutan umum yang baik tidak terlepas dari kondisi social-ekonomi masyarakatnya. Taksi, sebagai bagian dari fasilitas angkutan umum, mempunyai karaktersitik dan pangsa pasar yang berbeda dengan angkutan umum lainnya. Oleh sebab itu perlu kajian sendiri untuk menentukan tingkat kebutuhan taski.
Penelitian ini menitikberatkan pada pengkajian karaktersitik dan mencari tingkta kebutuhan taksi di Kotamadya Bandung, dan diharapkan untuk memperkirakan jumlah taksi yang dibutuhkan di Kodya Bandung. Metoda yang digunakan untuk menganalisis ini adalah Analisa Kategori-Orang dan perhitungan dilakukan dengan cara melalui pendekatan Multiple Classification Analysis (MCA). Model tingkat pergerakan yang dikembangkan diuji secara statistik sehingga diperoleh model terbaik. Penelitian ini juga mencoba memperoleh gambaran potensi penggunaan taksi pada beberapa kondisi hipotesis. Hal ini dilakukan dengan disain eksperimen Stated Preference, yang dianalisis dengan pendekatan multi regresi. Model pemilihan moda taksi yang diperoleh diuji secara statistik dan parameter model diperiksa terhadap criteria kemasuk-akalan (reasonability criteria). Sensitivitas respon individu dalam memilih moda taksi terhadap perubahan atribut juga diukur dengan menggunakan analisis elastisitas model.
Model tingkat pergerakan terbaik berdasarkan uji statistik menghasilkan 12 kategori tingkat pergerakan, dengan rentang nilai 1,033-3,800 perjalanan/minggu/keluarga. Sedangkan jumlah perjalanan per hari diidentifikasi dengan 3 skenario proporsi pengguna, karena dari penelitian ini tidak diperoleh data proporsi pengguna sebenarnya.
Pada analisis terhadap data Stated Preference, model utilitas yang dihasilkan memenuhi syarat uji statistik dan criteria kemasuk-akalan parameter. Nilai R2 yang dihasilkan cukup rendah, yaitu 0,244. Hal ini salah satunya mungkin disebabkan oleh pemilihan nilai probabilitas untuk transformasi nilai utilitas yang tidak terlalu tepat. Elastisitas probabilitas pemilihan taksi relatif lebih sensitive terhadap perubahan biaya, disbanding terhadap perubahan waktu tempuh perjalanan, perubahan pendapatan, dan perubahan tingkat pelayanan.
Penyediaan angkutan umum yang baik tidak terlepas dari kondisi social-ekonomi masyarakatnya. Taksi, sebagai bagian dari fasilitas angkutan umum, mempunyai karaktersitik dan pangsa pasar yang berbeda dengan angkutan umum lainnya. Oleh sebab itu perlu kajian sendiri untuk menentukan tingkat kebutuhan taski.
Penelitian ini menitikberatkan pada pengkajian karaktersitik dan mencari tingkta kebutuhan taksi di Kotamadya Bandung, dan diharapkan untuk memperkirakan jumlah taksi yang dibutuhkan di Kodya Bandung. Metoda yang digunakan untuk menganalisis ini adalah Analisa Kategori-Orang dan perhitungan dilakukan dengan cara melalui pendekatan Multiple Classification Analysis (MCA). Model tingkat pergerakan yang dikembangkan diuji secara statistik sehingga diperoleh model terbaik. Penelitian ini juga mencoba memperoleh gambaran potensi penggunaan taksi pada beberapa kondisi hipotesis. Hal ini dilakukan dengan disain eksperimen Stated Preference, yang dianalisis dengan pendekatan multi regresi. Model pemilihan moda taksi yang diperoleh diuji secara statistik dan parameter model diperiksa terhadap criteria kemasuk-akalan (reasonability criteria). Sensitivitas respon individu dalam memilih moda taksi terhadap perubahan atribut juga diukur dengan menggunakan analisis elastisitas model.
Model tingkat pergerakan terbaik berdasarkan uji statistik menghasilkan 12 kategori tingkat pergerakan, dengan rentang nilai 1,033-3,800 perjalanan/minggu/keluarga. Sedangkan jumlah perjalanan per hari diidentifikasi dengan 3 skenario proporsi pengguna, karena dari penelitian ini tidak diperoleh data proporsi pengguna sebenarnya.
Pada analisis terhadap data Stated Preference, model utilitas yang dihasilkan memenuhi syarat uji statistik dan criteria kemasuk-akalan parameter. Nilai R2 yang dihasilkan cukup rendah, yaitu 0,244. Hal ini salah satunya mungkin disebabkan oleh pemilihan nilai probabilitas untuk transformasi nilai utilitas yang tidak terlalu tepat. Elastisitas probabilitas pemilihan taksi relatif lebih sensitive terhadap perubahan biaya, disbanding terhadap perubahan waktu tempuh perjalanan, perubahan pendapatan, dan perubahan tingkat pelayanan.
Beri Komentar ?#(3) | Bookmark
| Properti | Nilai Properti |
|---|---|
| ID Publisher | JBPTITBPP |
| Organisasi | |
| Nama Kontak | Drs. Mahmudin, SIP. |
| Alamat | Jl. Ganesha 10 |
| Kota | Bandung |
| Daerah | Jawa Barat |
| Negara | Indonesia |
| Telepon | 62-22-2509118, 2500089 |
| Fax | 62-22-2500089 |
| E-mail Administrator | digilib@lib.itb.ac.id |
| E-mail CKO | digilib@lib.itb.ac.id |
Print ...
Kontributor...
- Ir. Ade Sjafruddin, MSc., PhD; Ir. Pamudji Widodo, MSc., Editor:
Review...

File : itb-s2-si-2000-Titi-taksi-part1.pdf
(545699 bytes)