Path: TopS2-ThesesCivil Engineering-FTSL2000

Analisis nonlinier pelat beton pada pondasi elastis dengan metode elemen hingga.

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:23:25
Oleh : Ruddy Kurniawan
Dibuat : 2000-04-00, dengan 1 file

Keyword : Structural design; Specific structural elements-plates.

Pelat pada pondasi elastis merupakan suatu bentuk modelisasi matematis dari pelat yang terletak di atas tanah. Reaksi tanah direpresentasikan sebagai sekumpulan pegas-pegas elastis dengan reaksi yang sebanding dengan defleksinya. Formulasi elemen hingga nonlinier material pada kontinum tiga dimensi diaplikasikan dalam analisis sampai kondisi ultimit material tercapai. Selama proses pembebanan, tanah diasumsikan elastis penuh, sehingga keruntuhan struktur yang terjadi semata-mata disebabkan oleh keruntuhan pelat beton, bukan oleh keruntuhan tanah. Elemen pelat beton yang telah mengalami retak dimodelkan dengan metode smeared-crack approach. Beberapa model konstitutif beton digunakan dalam analisis, tergantung pada kondisi tegangan utama yang terjadi dalam suatu elemen. Selanjutnya prosedur pertambahan perpindahan diterapkan dalam analisis ini untuk menentukan kurva nonlinieritas struktur secara lengkap.
Material tailing yang merupakan produk buangan dari industri pertambangan PT Freeport, digunakan sebagai campuran beton pada benda uji pelat secara eksperimental. Parameter-parameter material yang diperoleh dari uji eksperimental tersebut dijadikan sebagai data masukan untuk analisis ini.
Hasil analisis menunjukkan trend kurva beban-perpindahan yang mirip dengan hasil uji eksperimental. Untuk mutu beton sampai dengan 30 Mpa, perilaku struktur pelat secara keseluruhan ternyata lebih banyak dipengaruhi oleh efek pondasi elastis. Dari pola retak, terlihat bahwa keruntuhan pelat didominasi oleh keruntuhan geser. Peningkatan kepadatan tanah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kekakuan struktur total.

Deskripsi Alternatif :

Pelat pada pondasi elastis merupakan suatu bentuk modelisasi matematis dari pelat yang terletak di atas tanah. Reaksi tanah direpresentasikan sebagai sekumpulan pegas-pegas elastis dengan reaksi yang sebanding dengan defleksinya. Formulasi elemen hingga nonlinier material pada kontinum tiga dimensi diaplikasikan dalam analisis sampai kondisi ultimit material tercapai. Selama proses pembebanan, tanah diasumsikan elastis penuh, sehingga keruntuhan struktur yang terjadi semata-mata disebabkan oleh keruntuhan pelat beton, bukan oleh keruntuhan tanah. Elemen pelat beton yang telah mengalami retak dimodelkan dengan metode smeared-crack approach. Beberapa model konstitutif beton digunakan dalam analisis, tergantung pada kondisi tegangan utama yang terjadi dalam suatu elemen. Selanjutnya prosedur pertambahan perpindahan diterapkan dalam analisis ini untuk menentukan kurva nonlinieritas struktur secara lengkap.
Material tailing yang merupakan produk buangan dari industri pertambangan PT Freeport, digunakan sebagai campuran beton pada benda uji pelat secara eksperimental. Parameter-parameter material yang diperoleh dari uji eksperimental tersebut dijadikan sebagai data masukan untuk analisis ini.
Hasil analisis menunjukkan trend kurva beban-perpindahan yang mirip dengan hasil uji eksperimental. Untuk mutu beton sampai dengan 30 Mpa, perilaku struktur pelat secara keseluruhan ternyata lebih banyak dipengaruhi oleh efek pondasi elastis. Dari pola retak, terlihat bahwa keruntuhan pelat didominasi oleh keruntuhan geser. Peningkatan kepadatan tanah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kekakuan struktur total.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Ir. Dicky Rezady Munaf, MS., MSCE., PhD.

    , Editor:

File PDF...