Path: TopS2-ThesesUrban and Regional Planning-SAPPK2000

Penanganan kebisingan lalu lintas di jalan perkotaan: studi kasus kota Bandung.

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:25:27
Oleh : Dendi Pryandana
Dibuat : 2000-09-00, dengan 1 file

Keyword : Economic development;

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di perkotaan menyebabkan aktifitas dan volume lalu lintas makin meningkat, hal ini menyebabkan tingkat kebisingan akan meningkat pula. Kebisingan ini akan mengganggu kesehatan manusia, mengurangi kenyamanan dan kualitas hidup. Tingkat kebisingan dipengaruhi oleh sumber bising (volume lalu lintas, kecepatan, komposisi kendaraan, serta jenis aspal yang digunakan) dan jalur rambah / media bising (udara, tanah, bangunan pengalan, tanaman, serta jarak antara sumber dan penerima). Untuk mengatasi kebisingan harus dicarikan penanganannya.

Studi ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kebisingan di ruas jalan Soekarno Hatta, Lingkar Selatan, Junjunan, Juanda, Merdeka, Pajajaran, Asia Afrika, Ahmad Yani. Selain itu juga untuk melihat faktor-faktor penyebab kebisingan lalu lintas serta untuk mengkaji tindakan atau cara penanganan yang dikelompokkan dalam tindakan penataan ruang, manajemen lalu lintas, desain jalan, serta insulasi gedung untuk mengurangi kebisingan.

Hasil studi menunjukkan tingkat kebisingan rata-rata di semua ruas jalan di atas sudah melampaui baku mutu yang telah ditentukan, di mana faktor penyebabnya adalah volume kendaraan, jarak pengukuran, serta komposisi kendaraan.

Penanganan pada kondisi eksisting yang dapat diterapkan meliputi penanaman lansekap jalan, pemasangan noise barrier, penggunaan perkerasan dengan aspal karet di depan bangunan-bangunan khusus yang sensitif terhadap kebisingan, serta pengaturan sirkulasi/jam lewat kendaraan berat.

Deskripsi Alternatif :

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di perkotaan menyebabkan aktifitas dan volume lalu lintas makin meningkat, hal ini menyebabkan tingkat kebisingan akan meningkat pula. Kebisingan ini akan mengganggu kesehatan manusia, mengurangi kenyamanan dan kualitas hidup. Tingkat kebisingan dipengaruhi oleh sumber bising (volume lalu lintas, kecepatan, komposisi kendaraan, serta jenis aspal yang digunakan) dan jalur rambah / media bising (udara, tanah, bangunan pengalan, tanaman, serta jarak antara sumber dan penerima). Untuk mengatasi kebisingan harus dicarikan penanganannya.

Studi ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kebisingan di ruas jalan Soekarno Hatta, Lingkar Selatan, Junjunan, Juanda, Merdeka, Pajajaran, Asia Afrika, Ahmad Yani. Selain itu juga untuk melihat faktor-faktor penyebab kebisingan lalu lintas serta untuk mengkaji tindakan atau cara penanganan yang dikelompokkan dalam tindakan penataan ruang, manajemen lalu lintas, desain jalan, serta insulasi gedung untuk mengurangi kebisingan.

Hasil studi menunjukkan tingkat kebisingan rata-rata di semua ruas jalan di atas sudah melampaui baku mutu yang telah ditentukan, di mana faktor penyebabnya adalah volume kendaraan, jarak pengukuran, serta komposisi kendaraan.

Penanganan pada kondisi eksisting yang dapat diterapkan meliputi penanaman lansekap jalan, pemasangan noise barrier, penggunaan perkerasan dengan aspal karet di depan bangunan-bangunan khusus yang sensitif terhadap kebisingan, serta pengaturan sirkulasi/jam lewat kendaraan berat.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Ir. Iwan Pratoyo Kusumantoro, MT
    , Editor: