Path: TopS2-ThesesChemistry-FMIPA2000

Ekstraksi berilium (II) dari bijih yang mengandung illite, clinochlore dan kuarsa dengan asetilaseton sebagai pengompleks

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:39:37
Oleh : Radna Nurmasari
Dibuat : 2000-09-00, dengan 1 file

Keyword : Extraction of beryllium, acetylacetone, mixture of illite, clinochlore and quartz ores

Telah dilakukan penentuan kondisi optimum ekstraksi berillium (II) dengan asetilaseton sebagai pengompleks. Kondisi optimum ini digunakan untuk pemisahan berillium (II) dari bijih campuran illite clinochlore dan kuarsa yang terutama mengandung besi dan aluminium yang cukup tinggi. pH optimum ekstraksi 25 ml berillium (II) 25 ppm adalah 7 dengan waktu ekstraksi selama 6 menit. Untuk penggunaan volume fasa air sebesar 25 mL dan volume fasa organik kloroform sebesar 15 mL, penambahan pengompleks asetilaseton 15% yang memberikan persen ekstraksi optimum adalah sebesar 2 mL. Ekstraksi berillium dari sampel buatan berupa campuran berillium, besi dan aluminium dengan perbandingan mol berillium terhadap besi dan aluminium 1:1:1 sampai 1:6:6 memberikan persen ekstraksi berillium mendekati 100%.Persen ekstraksi berillium dari variasi volume sampel bijih mengandung senyawa illite, clinochlore dan kuarsa dengan penambahan berillium standar 500 ppm dengan berbagai variasi volume yaitu 1,3 dan 5mL diperoleh mendekati 100%. Kloroform yang digunakan sebagai fasa organik dapat digunakan kembali untuk ekstraksi berillium selanjutnya. Kemampuan ekstraksi berillium ke fasa organik menggunakan kloroform menurun setelah dilakukan tiga kali penggunaan ulang

Deskripsi Alternatif :

Telah dilakukan penentuan kondisi optimum ekstraksi berillium (II) dengan asetilaseton sebagai pengompleks. Kondisi optimum ini digunakan untuk pemisahan berillium (II) dari bijih campuran illite clinochlore dan kuarsa yang terutama mengandung besi dan aluminium yang cukup tinggi. pH optimum ekstraksi 25 ml berillium (II) 25 ppm adalah 7 dengan waktu ekstraksi selama 6 menit. Untuk penggunaan volume fasa air sebesar 25 mL dan volume fasa organik kloroform sebesar 15 mL, penambahan pengompleks asetilaseton 15% yang memberikan persen ekstraksi optimum adalah sebesar 2 mL. Ekstraksi berillium dari sampel buatan berupa campuran berillium, besi dan aluminium dengan perbandingan mol berillium terhadap besi dan aluminium 1:1:1 sampai 1:6:6 memberikan persen ekstraksi berillium mendekati 100%.Persen ekstraksi berillium dari variasi volume sampel bijih mengandung senyawa illite, clinochlore dan kuarsa dengan penambahan berillium standar 500 ppm dengan berbagai variasi volume yaitu 1,3 dan 5mL diperoleh mendekati 100%. Kloroform yang digunakan sebagai fasa organik dapat digunakan kembali untuk ekstraksi berillium selanjutnya. Kemampuan ekstraksi berillium ke fasa organik menggunakan kloroform menurun setelah dilakukan tiga kali penggunaan ulang

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

File PDF...