Path: TopS2-ThesesChemistry-FMIPA2000

Membran komposit berpendukung untuk pemisahan zat warna tekstil secara proses osmosis balik.

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:39:37
Oleh : Heru Pratomo AL.
Dibuat : 2000-09-00, dengan 1 file

Keyword : Chemical engineering; Membrane processes.

Telah dilakukan pembuatan membran komposit berpendukung untuk pemisahan zat warna secara proses osmosis balik. Membran komposit ini terdiri dari tiga lapisan, yaitu lapisan pendukung dari kain polyester, lapisan berpori dari polisulfon serta lapisan rapat dari selulosa asetat. Lapisan berpori dicetak langsung di atas polyester dan didiamkan di udara sekitar 30 menit, diikuti dengan pencetakan lapisan rapat di atas lapisan berpori, kemudian dikoagulasikan dalam air. Komposisi lapisan berpori adalah 16% polisulfon, 16% polietilen-glikol dan 68% dimetilasetamida, sedangkan lapisan rapatnya bervariasi anatara 17% - 21% selulosa asetat, 27% - 23% formamida serta 56% aseton. Karakterisasi membran dilakukan dengan mengukur fluks air dan NACl serta menentukan koefisien rejeksi NaCl. Ternyata dalam batas komposisi yang diamati (17% - 21% selulosa asetat), makin tinggi konsentrasi selulosa asetat menyebabkan penurunan fluks air maupun fluks NaCL, sedangkan koefisien rejeksi NaCl meningkat. Pengamatan morfologis dengan SEM menunjukkan adanya tiga lapisan penyusun fluks NaCl, sedangkan koefisien rejeksi NaCl meningkat. Pengamatan morfologis dengan SEM menunjukkan adanya tiga lapisan penyusun membran dengan pori-pori di permukaan yang sangat rapat. Aplikasi membran untuk pemisahan zat warna menunjukkan kinerja yang sangat baik pada konsentrasi 21% selulosa asetat dengan koefisien rejeksi 99,66% dan fluks 39,37 L.m-2.h-1 pada tekanan operasional 10 kg.cm-2.

Deskripsi Alternatif :

Telah dilakukan pembuatan membran komposit berpendukung untuk pemisahan zat warna secara proses osmosis balik. Membran komposit ini terdiri dari tiga lapisan, yaitu lapisan pendukung dari kain polyester, lapisan berpori dari polisulfon serta lapisan rapat dari selulosa asetat. Lapisan berpori dicetak langsung di atas polyester dan didiamkan di udara sekitar 30 menit, diikuti dengan pencetakan lapisan rapat di atas lapisan berpori, kemudian dikoagulasikan dalam air. Komposisi lapisan berpori adalah 16% polisulfon, 16% polietilen-glikol dan 68% dimetilasetamida, sedangkan lapisan rapatnya bervariasi anatara 17% - 21% selulosa asetat, 27% - 23% formamida serta 56% aseton. Karakterisasi membran dilakukan dengan mengukur fluks air dan NACl serta menentukan koefisien rejeksi NaCl. Ternyata dalam batas komposisi yang diamati (17% - 21% selulosa asetat), makin tinggi konsentrasi selulosa asetat menyebabkan penurunan fluks air maupun fluks NaCL, sedangkan koefisien rejeksi NaCl meningkat. Pengamatan morfologis dengan SEM menunjukkan adanya tiga lapisan penyusun fluks NaCl, sedangkan koefisien rejeksi NaCl meningkat. Pengamatan morfologis dengan SEM menunjukkan adanya tiga lapisan penyusun membran dengan pori-pori di permukaan yang sangat rapat. Aplikasi membran untuk pemisahan zat warna menunjukkan kinerja yang sangat baik pada konsentrasi 21% selulosa asetat dengan koefisien rejeksi 99,66% dan fluks 39,37 L.m-2.h-1 pada tekanan operasional 10 kg.cm-2.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Dr. Ing. Cynthia L. Radiman, Editor:

File PDF...