Path: TopS2-ThesesHighway Engineering and Development-FTSL1999

Evaluasi penggunaan agregat kasar alam dilapisi semen dalam campuran aspal bergradasi timpang

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:21:01
Oleh : Hardiman
Dibuat : 1999-05-00, dengan 1 file

Keyword : Natural gravel aggregate, asphalt mixtures, cement

Agregat alam masih jarang digunakan dalam produksi campuran aspal, seperti keterbatasan kemampuan saling mengunci antar agregat dan permukaan yang halus menghasilkan daya dukung yang lemah dalam memikul beban lalu lintas. Stabilitas campuran aspal bergradasi timpang terutama berasal dari campuran agregat halus, filler dan aspal. Fraksi agregat kasar dalam campuran terutama untuk memberikan campuran yang lebih ekonomis. Tetapi bila agregat kasar ditingkatkan presentasenya dan partikel-partikel menjadi saling bersentuhan, maka diperkirakan bentuk dan kekasaran permukaan memiliki peran pengaruh yang lebih berarti (significant).
Penelitian ini menyelidiki pengaruh pelapisan fraksi agregat kasar alam dengan semen atas sifat-sifat campuran aspal bergradasi timpang. Campuran dibuat dari agregat kasar alam baik yang dilapisi maupun yang tidak dilapisi, mengandung agregat kasar 40% dan 50%. Sebagai pembandingan, juga diteliti campuran dengan kandungan agregat kasar pecah 30%, 40% dan 50%. Agregat kasar alam dilapisi dengan semen menggunakan salah satu dari dua prosedur dengan perbandingan-perbandingan air-semen 1:1, komposisi pasta ini menunjukkan bahwa pelapisan itu memuaskan secara visual dan agregat yang dilapisi mempunyai nilai tumbukan yang paling rendah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa untuk kandungan agregat kasar pada prosentase yang diteliti, kadar aspal optimum berkurang dengan meningkatnya kandungan agregat kasar. Selain campuran yang mengandung agregat kasar pecah 30% dan 40%, tak satupun dari campuran-campuran yang diteliti memenuhi persyaratan minimum Bina Marga untuk kadar aspal effektif. Ada suatu peningkatan yang berarti (significant) dalam stabilitas dan quotient jika kandungan agregat kasar ditingkatkan sampai 50% dan selanjutnya meningkatkan daya tahan terhadap deformasi. Tegangan indirect tensile juga berkurang. Nilai stabilitas dan quotient campuran yang terbuat dari agregat kasar alam dan agregat kasar alam dilapisi semen hanya sedikit meningkat jika kandungan agregat kasar ditingkatkan dari 40% sampai 50%, sama halnya dengan campuran yang terbuat dari agregat kasar pecah maka nilai ITS juga berkurang. Ada peningkatan yang lebih berarti (significant) terhadap deformasi. Secara keseluruhan terlihat bahwa kombinasi optimum dari sifat-sifat yang diharapkan diperoleh pada kandungan 40% agregat kasar.

Deskripsi Alternatif :

Agregat alam masih jarang digunakan dalam produksi campuran aspal, seperti keterbatasan kemampuan saling mengunci antar agregat dan permukaan yang halus menghasilkan daya dukung yang lemah dalam memikul beban lalu lintas. Stabilitas campuran aspal bergradasi timpang terutama berasal dari campuran agregat halus, filler dan aspal. Fraksi agregat kasar dalam campuran terutama untuk memberikan campuran yang lebih ekonomis. Tetapi bila agregat kasar ditingkatkan presentasenya dan partikel-partikel menjadi saling bersentuhan, maka diperkirakan bentuk dan kekasaran permukaan memiliki peran pengaruh yang lebih berarti (significant).
Penelitian ini menyelidiki pengaruh pelapisan fraksi agregat kasar alam dengan semen atas sifat-sifat campuran aspal bergradasi timpang. Campuran dibuat dari agregat kasar alam baik yang dilapisi maupun yang tidak dilapisi, mengandung agregat kasar 40% dan 50%. Sebagai pembandingan, juga diteliti campuran dengan kandungan agregat kasar pecah 30%, 40% dan 50%. Agregat kasar alam dilapisi dengan semen menggunakan salah satu dari dua prosedur dengan perbandingan-perbandingan air-semen 1:1, komposisi pasta ini menunjukkan bahwa pelapisan itu memuaskan secara visual dan agregat yang dilapisi mempunyai nilai tumbukan yang paling rendah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa untuk kandungan agregat kasar pada prosentase yang diteliti, kadar aspal optimum berkurang dengan meningkatnya kandungan agregat kasar. Selain campuran yang mengandung agregat kasar pecah 30% dan 40%, tak satupun dari campuran-campuran yang diteliti memenuhi persyaratan minimum Bina Marga untuk kadar aspal effektif. Ada suatu peningkatan yang berarti (significant) dalam stabilitas dan quotient jika kandungan agregat kasar ditingkatkan sampai 50% dan selanjutnya meningkatkan daya tahan terhadap deformasi. Tegangan indirect tensile juga berkurang. Nilai stabilitas dan quotient campuran yang terbuat dari agregat kasar alam dan agregat kasar alam dilapisi semen hanya sedikit meningkat jika kandungan agregat kasar ditingkatkan dari 40% sampai 50%, sama halnya dengan campuran yang terbuat dari agregat kasar pecah maka nilai ITS juga berkurang. Ada peningkatan yang lebih berarti (significant) terhadap deformasi. Secara keseluruhan terlihat bahwa kombinasi optimum dari sifat-sifat yang diharapkan diperoleh pada kandungan 40% agregat kasar.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

Download...