Path: Top S2-Theses Electrical Engineering 1998

PENGENDALIAN TRAFIK DAN KONGESTI
PADA JARINGAN ATM DENGAN
PENERAPAN AMBANG BATAS ALIRAN SEL

Master Theses from JBPTITBPP / 2007-03-15 17:15:39
Oleh : Agus Hardono
Dibuat : 1998-05-00, dengan 1 file

Keyword : congestion; ATM; quality of Service (QoS) ; network; threshold violation; Markov Modulated Bernoulli Process/MMBP;cell loss ; cell rate; bandwidth.

Pada saat jaringan mengalami kongesti, node ATM bisa mengurangi beban dengan jalam mengalami sel berprioritas rendah. Saat pembuangan sel tersebut merupakan parameter yang kritis. Bila terlalu cepat maka Quality of Service (QoS) berkurang sementara jaringan masih memiliki sisa kapasitas. Terlambat membuang sel, kemacetan timbul karena total kapasitas jaringan lebih kecil di banding dengan jumlah total lebar pita maxsimum pelanggan.

Node ATM mempergunakan ambang batas (threshold) pendudukan sel pada buffer untuk menetapkan saat pembuangan sel. Didefinisikan dua tingkat threshold. Bila threshold I di lewati maka node ATM mulai membuang sel prioritas rendah. Akan tetapi bila ternyata jumlah sel terus bertambah sehingga threshold II tercapai, maka di samping membuang sel, node Atm juga mengirimkan masage ke node yang lain agar mulai mengurangi bebannya. Pada tesis ini masalah dibatasi pada pengamatan pembuangan sel prioritas rendah bila threshold dilewati. Sedang pengiriman massage ke jaringan merupakan materi yang masih harus di teliti lebih lanjut.

Perbaikan perpormensi jaringan ATM dengan penerapan threshold di laporkan pada IEEE report (vol. 4, No. 2 April 1996). Penelitian sejenis dalam bentuk sejenis , ditulis dalam tesis ini dengan mempergunakan platform, environment dan model sumber trafik yang berbeda. Simulasi di jalankan dengan flatform personal computer (PC) dengan Operating Sistem Windows 95, environment bahasa pemrograman objek oriented C++, sedangkan model trafik yang di pergunakan adalah Makov Modulated Bornoulli Process (MMBP).

Simulasi di lakukan dengan kondisi dengan tanpa makanisme threshold. Di kenal adanya satu bit pada header sel yang menunjukan sel prioritas rendah (CLB bit = 1) dan tinggi (CLP bit = 0). Kedua jenis sel tersebut dibangkitkan, dan pemberian tanda prioritas tersebut di lakukan oleh sumber trafik.

Hasil simulasi menunjukan bahwa terdapat hubungan cell loss vs. burstiness (didefinisikan sebagai: peak rate/mean rate) dan cell loss vs. cell rate. Cell loss meningkat bila burstiness berkurang dan cell loss meningkat bila cell rate meningkat. Loss sel berkurang bila mekanisme threshold di terapkan.

Sehingga jaringan akan memiliki performrnsi yang lebih baik bila threshold di terapkan, dan dengan mengetahui burstiness dari sumber trafik, pemakaian lebar pita bisa di atur agar bisa menagani lebih banyak lagi pelanggan.

Deskripsi Alternatif :

Pada saat jaringan mengalami kongesti, node ATM bisa mengurangi beban dengan jalam mengalami sel berprioritas rendah. Saat pembuangan sel tersebut merupakan parameter yang kritis. Bila terlalu cepat maka Quality of Service (QoS) berkurang sementara jaringan masih memiliki sisa kapasitas. Terlambat membuang sel, kemacetan timbul karena total kapasitas jaringan lebih kecil di banding dengan jumlah total lebar pita maxsimum pelanggan.

Node ATM mempergunakan ambang batas (threshold) pendudukan sel pada buffer untuk menetapkan saat pembuangan sel. Didefinisikan dua tingkat threshold. Bila threshold I di lewati maka node ATM mulai membuang sel prioritas rendah. Akan tetapi bila ternyata jumlah sel terus bertambah sehingga threshold II tercapai, maka di samping membuang sel, node Atm juga mengirimkan masage ke node yang lain agar mulai mengurangi bebannya. Pada tesis ini masalah dibatasi pada pengamatan pembuangan sel prioritas rendah bila threshold dilewati. Sedang pengiriman massage ke jaringan merupakan materi yang masih harus di teliti lebih lanjut.

Perbaikan perpormensi jaringan ATM dengan penerapan threshold di laporkan pada IEEE report (vol. 4, No. 2 April 1996). Penelitian sejenis dalam bentuk sejenis , ditulis dalam tesis ini dengan mempergunakan platform, environment dan model sumber trafik yang berbeda. Simulasi di jalankan dengan flatform personal computer (PC) dengan Operating Sistem Windows 95, environment bahasa pemrograman objek oriented C++, sedangkan model trafik yang di pergunakan adalah Makov Modulated Bornoulli Process (MMBP).

Simulasi di lakukan dengan kondisi dengan tanpa makanisme threshold. Di kenal adanya satu bit pada header sel yang menunjukan sel prioritas rendah (CLB bit = 1) dan tinggi (CLP bit = 0). Kedua jenis sel tersebut dibangkitkan, dan pemberian tanda prioritas tersebut di lakukan oleh sumber trafik.

Hasil simulasi menunjukan bahwa terdapat hubungan cell loss vs. burstiness (didefinisikan sebagai: peak rate/mean rate) dan cell loss vs. cell rate. Cell loss meningkat bila burstiness berkurang dan cell loss meningkat bila cell rate meningkat. Loss sel berkurang bila mekanisme threshold di terapkan.

Sehingga jaringan akan memiliki performrnsi yang lebih baik bila threshold di terapkan, dan dengan mengetahui burstiness dari sumber trafik, pemakaian lebar pita bisa di atur agar bisa menagani lebih banyak lagi pelanggan.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Ir. F. Ahmadi Djaja Sugita, M.Sc
    , Editor:

Download...