Path: TopGray LiteraturesII_Made_Astawa_Rai1998

Aplikasi Metode Observasi untuk Pengendalian Stabilitas Terowongan Bawah Tanah

Proceeding from JBPTITBPP / 2007-02-14 18:46:58
Oleh : Made Astawa Rai
Dibuat : 1998-01-12, dengan 1 file

Keyword : observation method, monitoring, displacement, tunnel sability, extensometer, convergence meter

Menjelang milenium ke-3 mendatang, jumlah proyek konstruksi bawah tanah seperti terowongan dan ruang bawah tanah yang lain baik untuk kepentingan sipil (subway, Underground powerhouse, underground reservoir, dll.) maupun untuk eksplotasi bahan gallian diperkirakan akan semakin meningkat. Oleh karenanya, masa depan rekayasa konstruksi bawah tanah sangat prospektif. Sejalan dengan situasi tersebut, para ahli geoteknik dan ahli terowongan/geomekanika dituntut untuk semakin memahami seluruh konsep rancangan stabilitas konstruksi bawah tanah baik dari segi prosedur, teknik adan analisis, maupun implementasinya di lapangan. Pemantauan (monitoring) sebagai salah satu metode observasi, berperan penting dalam pembangunan terowongan mulai dari tahap rancangan dan konstruksi sampai operasional. Pemantauan perpindahan dinding terowongan misalnya, dapat mendeteksi perilaku massa batuan yang semula masih merupakan asumsi awal. Pemantauan juga mampu memberi peringatan dan informasi yang diperlukan bagi tindakan antisipasi kondisi ketidakstabilan saat konstruksi maupun pengoperasian terowongan. Dalam makalah ini akan dibahas suatu kasus pelaksanaan program pemantauan perpindahan dinding terowongan menggunakan gabungan magnesonic extensometer dan convergence-meter. Pengukuran dilakukan di suatu lokasi penggalian terowongan, pada kedalaman sekitar 300 m dari permukaan tanah.

Deskripsi Alternatif :

Menjelang milenium ke-3 mendatang, jumlah proyek konstruksi bawah tanah seperti terowongan dan ruang bawah tanah yang lain baik untuk kepentingan sipil (subway, Underground powerhouse, underground reservoir, dll.) maupun untuk eksplotasi bahan gallian diperkirakan akan semakin meningkat. Oleh karenanya, masa depan rekayasa konstruksi bawah tanah sangat prospektif. Sejalan dengan situasi tersebut, para ahli geoteknik dan ahli terowongan/geomekanika dituntut untuk semakin memahami seluruh konsep rancangan stabilitas konstruksi bawah tanah baik dari segi prosedur, teknik adan analisis, maupun implementasinya di lapangan. Pemantauan (monitoring) sebagai salah satu metode observasi, berperan penting dalam pembangunan terowongan mulai dari tahap rancangan dan konstruksi sampai operasional. Pemantauan perpindahan dinding terowongan misalnya, dapat mendeteksi perilaku massa batuan yang semula masih merupakan asumsi awal. Pemantauan juga mampu memberi peringatan dan informasi yang diperlukan bagi tindakan antisipasi kondisi ketidakstabilan saat konstruksi maupun pengoperasian terowongan. Dalam makalah ini akan dibahas suatu kasus pelaksanaan program pemantauan perpindahan dinding terowongan menggunakan gabungan magnesonic extensometer dan convergence-meter. Pengukuran dilakukan di suatu lokasi penggalian terowongan, pada kedalaman sekitar 300 m dari permukaan tanah.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • S.Koesnaryo, Ridho K. Wattimena, Editor: