Path: TopGray LiteraturesOOnno_Widodo_Purbo2000

Society Audit bagi Hasil Penelitian?

Proceeding from JBPTITBPP / 2007-02-14 18:47:01
Oleh : Onno W.Purbo
Dibuat : 2000-00-00, dengan 1 file

Keyword : proceeding, int.Seminar Digital Library, Onno, Ismail.

Mudah-mudahan pemikiran yang kami coba tuangkan dalam tulisan ini tidak terlalu kontroversial dalam dunia pendidikan di Indonesia. Karena beberapa hal konvensional seperti HAKI, hak cipta, hak paten, badan akreditasi menjadi tidak relevan. Kami mohon maaf sebelumnya.

Kami masih berfikir bahwa tidak mungkin melepaskan proses monitoring & evaluasi penelitian sebagai sebuah proses terpisah dari konteks total system pendidikan bahkan mungkin merupakan bagian integral dari proses transformasi bangsa Indonesia menuju “knowledge based society”. Stake holder penelitian perlu di identifikasi dengan lebih cermat untuk melihat parameter yang tepat dalam memonitor & mengevaluasi penelitian. Berbasis stake holder yang dipilih – maka proses evaluasi akan menyesuaikan dengan habitat-nya.

Dalam sebuah sistem perguruan tinggi untuk transformasi masyarakat menuju “knowledge based society”, kami pikir perlu kerangka Knowledge Management (KM) yang tepat untuk mengembangkan core competence & local content yang sustainable & mandiri. Manajemen tacit (implicit) knowledge, explicit knowledge maupun potential knowledge melalui mekanisme collaboration, digital library maupun kemampuan analysis menjadi penting untuk di implementasikan dengan dukungan standar operasi perguruan tinggi bersinergi dengan media digital. Dalam kerangka KM - maka proses “penelitian” hanyalah salah satu aktifitas yang berjalan menggunakan system KM yang di implementasikan. Salah satu filosofi mendasar KM di antara knowledge worker adalah:

“Knowledge is power. Share it and it will multiply”

Sebuah filosofy yang mungkin akan sangat berat dilakukan bagi orang yang masih berpijak pada paradigma lama & platform informasi yang lambat. Umumnya mereka berfikir masih pada hak cipta, paten, HAKI sebagai proteksi knowledge & ide.

Proses monitoring & evaluasi akhirnya di kembalikan kepada tujuan yang ingin dicapai mengacu pada nilai-nilai yang dipegang oleh stake holder penelitian tersebut. Kami merasakan mungkin tujuan & misi yang diemban sebuah penelitian akan menentukan siapa stake holder-nya? Berapa besar impact sebuah penelitian? Berapa nilai sebuah penelitian? Bagaimana proses pengakuan hasil penelitian? – seberapa effektif share knowledge yang diperoleh dari penelitian kepada stake holder?

Deskripsi Alternatif :

Mudah-mudahan pemikiran yang kami coba tuangkan dalam tulisan ini tidak terlalu kontroversial dalam dunia pendidikan di Indonesia. Karena beberapa hal konvensional seperti HAKI, hak cipta, hak paten, badan akreditasi menjadi tidak relevan. Kami mohon maaf sebelumnya.

Kami masih berfikir bahwa tidak mungkin melepaskan proses monitoring & evaluasi penelitian sebagai sebuah proses terpisah dari konteks total system pendidikan bahkan mungkin merupakan bagian integral dari proses transformasi bangsa Indonesia menuju “knowledge based society”. Stake holder penelitian perlu di identifikasi dengan lebih cermat untuk melihat parameter yang tepat dalam memonitor & mengevaluasi penelitian. Berbasis stake holder yang dipilih – maka proses evaluasi akan menyesuaikan dengan habitat-nya.

Dalam sebuah sistem perguruan tinggi untuk transformasi masyarakat menuju “knowledge based society”, kami pikir perlu kerangka Knowledge Management (KM) yang tepat untuk mengembangkan core competence & local content yang sustainable & mandiri. Manajemen tacit (implicit) knowledge, explicit knowledge maupun potential knowledge melalui mekanisme collaboration, digital library maupun kemampuan analysis menjadi penting untuk di implementasikan dengan dukungan standar operasi perguruan tinggi bersinergi dengan media digital. Dalam kerangka KM - maka proses “penelitian” hanyalah salah satu aktifitas yang berjalan menggunakan system KM yang di implementasikan. Salah satu filosofi mendasar KM di antara knowledge worker adalah:

“Knowledge is power. Share it and it will multiply”

Sebuah filosofy yang mungkin akan sangat berat dilakukan bagi orang yang masih berpijak pada paradigma lama & platform informasi yang lambat. Umumnya mereka berfikir masih pada hak cipta, paten, HAKI sebagai proteksi knowledge & ide.

Proses monitoring & evaluasi akhirnya di kembalikan kepada tujuan yang ingin dicapai mengacu pada nilai-nilai yang dipegang oleh stake holder penelitian tersebut. Kami merasakan mungkin tujuan & misi yang diemban sebuah penelitian akan menentukan siapa stake holder-nya? Berapa besar impact sebuah penelitian? Berapa nilai sebuah penelitian? Bagaimana proses pengakuan hasil penelitian? – seberapa effektif share knowledge yang diperoleh dari penelitian kepada stake holder?


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • co-author : Ismail Fahmi, Editor:

Download...