Path: TopGray LiteraturesIIskandar_Zulkarnain1999

CRETACEOUS TECTONIC EVENTS OF THE BANTIMALA AREA,
SOUTH SULAWESI-INDONESIA; EVIDENCE FROM ROCK CHEMISTRY

Journal from JBPTITBPP / 2007-02-14 18:46:57
Oleh : lskandar Zulkarnain
Dibuat : 1999-00-00, dengan 1 file

Keyword : metamorphic rocks, rock precursor, subduction zone, granitic and sedimentary character, micro content, Beniof Zone,exhumation

Daerah Bantimala terletak di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), lebih kurang 50 km keamh utam dari Ujung
Pandang, Sulawesi Selatan. Komplek Bantimala dibentuk terutama oleh melange, rijang, basalt, batuan ultrabasa dan
percampuran antara batuan malihan derajat rendah, menengah dan tekanan tinggi. Kumpulan radiolaria pada rijang
menunjukkan umur Kapur Tengah (Albian-Cenomanian), sementara itu hasil pentar&han umur dengan K-At pada
batuan malihan menunjukkan kisaran umur dari 132 hingga 114 juta tahun (Wakita dkk., 1994). Perbedaan waktu
antara proses malihan dengan pengendapan rijang diyakini sebagai periode pengangkatan Komplek Bantimala.
Hasil analisis kimia dari 36 batuan malihan Komplek ini menurjukkan kisaran SiOz yang lebar dari 43.97 hingga 85.99
%berat. Ini mencerminkan jenis batuan asal yang sangat bervariasi mulai dari basalt, batuan intermediet dan granitik
hingga batuan sedimen, sementara itu hasil analisis petrografi mengelompokkan batuan ini keda.lam batuan malihan
derajat rendah dan tekanan tinggi. Kandungan SiOz tertinggi berkisar antara 70.75 hingga 85.99 %berat yang
mencerminkan karakter batuan granitik dan sedimen, sedangkan sisanya mewakili komposisi batuan basalt dan
intermediet. Sejumlah besar conto mengandung garnet, kuarsa, muskovit dan paragonit, sedangkan beberapa
diantarsnya mengandung glaukofan. Conto laimtya disusun oleh khlorit, epidote, albit dan kuarsa.
Pembentukan batuan mengandung glaukofan mengindikasikan bahwa batuan ini berasal dari suatu sistem penunjaman
dan asosiasinya dengan batuan malihan derajat rendah dan sedang mencerminkan bahwa mereka terangkat dari level
yang berbeda pada Zona Beniof. Komposisi batuan malihan tekanan tinggi yang mencerminkan karakater granitik dan
sedimen menunjukkan bahwa batuan itu seharusnya berasal dari suatu lingkungan kontinen. Hal ini menggimg kepada
suatu kesimpulan bahwa sistem penunjaman dimaksud telah terhenti ketika sebuah kontinen mikro terhunjam
memasuki Zona Beniof. Pengangkatan batuan malihan tersebut diperkirakan terjadi segera setelah proses malihan,
sebelum pengendapan rijang.

Deskripsi Alternatif :

Daerah Bantimala terletak di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), lebih kurang 50 km keamh utam dari Ujung
Pandang, Sulawesi Selatan. Komplek Bantimala dibentuk terutama oleh melange, rijang, basalt, batuan ultrabasa dan
percampuran antara batuan malihan derajat rendah, menengah dan tekanan tinggi. Kumpulan radiolaria pada rijang
menunjukkan umur Kapur Tengah (Albian-Cenomanian), sementara itu hasil pentar&han umur dengan K-At pada
batuan malihan menunjukkan kisaran umur dari 132 hingga 114 juta tahun (Wakita dkk., 1994). Perbedaan waktu
antara proses malihan dengan pengendapan rijang diyakini sebagai periode pengangkatan Komplek Bantimala.
Hasil analisis kimia dari 36 batuan malihan Komplek ini menurjukkan kisaran SiOz yang lebar dari 43.97 hingga 85.99
%berat. Ini mencerminkan jenis batuan asal yang sangat bervariasi mulai dari basalt, batuan intermediet dan granitik
hingga batuan sedimen, sementara itu hasil analisis petrografi mengelompokkan batuan ini keda.lam batuan malihan
derajat rendah dan tekanan tinggi. Kandungan SiOz tertinggi berkisar antara 70.75 hingga 85.99 %berat yang
mencerminkan karakter batuan granitik dan sedimen, sedangkan sisanya mewakili komposisi batuan basalt dan
intermediet. Sejumlah besar conto mengandung garnet, kuarsa, muskovit dan paragonit, sedangkan beberapa
diantarsnya mengandung glaukofan. Conto laimtya disusun oleh khlorit, epidote, albit dan kuarsa.
Pembentukan batuan mengandung glaukofan mengindikasikan bahwa batuan ini berasal dari suatu sistem penunjaman
dan asosiasinya dengan batuan malihan derajat rendah dan sedang mencerminkan bahwa mereka terangkat dari level
yang berbeda pada Zona Beniof. Komposisi batuan malihan tekanan tinggi yang mencerminkan karakater granitik dan
sedimen menunjukkan bahwa batuan itu seharusnya berasal dari suatu lingkungan kontinen. Hal ini menggimg kepada
suatu kesimpulan bahwa sistem penunjaman dimaksud telah terhenti ketika sebuah kontinen mikro terhunjam
memasuki Zona Beniof. Pengangkatan batuan malihan tersebut diperkirakan terjadi segera setelah proses malihan,
sebelum pengendapan rijang.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: