Path: Top Gray Literatures R Rizal_Zainuddin_Tamin 2000

Kerusakan tegel keramik pada lantai bangunan beton bertulang

Journal from JBPTITBPP / 2007-02-14 18:46:57
Oleh : Rizal Zainuddin Tamin, Dr. Ir.
Dibuat : 2000-00-00, dengan 1 file

Keyword : Ceramic tiles; Mortar; Reinforced concrete slab; Restraint on deformation; Sand.

Kasus kerusakan tegel keramik pada lantai bangunan beton bertulang yang terjadi antara satu atau dua tahun setelah berdirinya bangunan sangat sering dijumpai di Indonesia. Kerusakan itu ditandai oleh terangkat atau terlepasnya tegel dari lantai beton (popping up), yang berarti tidak bekerjanya lagi fungsi perekat dari mortar yang berada di antara tegel keramik dan pelat beton. Penelitian ini mempelajari penyebab terjadinya kerusakan tersebut dan berusaha untuk menemukan teknik yang efisien dan ekonomis untuk menghindarinya. Hipotesa yang dikemukakan mengenai penyebab kerusakan pada tegel keramik adalah adanya perubahan dimensional atau deformasi yang tidak seragam antara mortar sebagai bahan perekat, tegel keramik sendiri, dan pelat lantai beton sehingga terjadi kekangan terhadap deformasi tersebut yang mengakibatkan timbulnya tegangan dan kemudian keretakan terutama pada mortar yang deformasinya paling tertahan. Deformasi ini dapat terjadi akibat susut dan pengembangan terutama pada mortar, atau lendutan akibat beban. Pencegahan kerusakan dapat dilakukan dengan cara memberi lapisan pasir di antara mortar dan pelat beton bertulang sehingga mengurangi sejauh mungkin kekangan terhadap deformasi yang terjadi pada mortar. Teknik ini diterapkan di gedung Labtek VII dan Labtek VIII di Institut Teknologi Bandung yang pembangunannya di biayai oleh dana pinjaman OECF IP434 pada tahun 1996. Dengan teknik tersebut ternyata bahwa lantai keramik tetap berada dalam kondisi yang baik, tanpa kerusakan, 4 tahun setelah pemasangan.

Deskripsi Alternatif :

Kasus kerusakan tegel keramik pada lantai bangunan beton bertulang yang terjadi antara satu atau dua tahun setelah berdirinya bangunan sangat sering dijumpai di Indonesia. Kerusakan itu ditandai oleh terangkat atau terlepasnya tegel dari lantai beton (popping up), yang berarti tidak bekerjanya lagi fungsi perekat dari mortar yang berada di antara tegel keramik dan pelat beton. Penelitian ini mempelajari penyebab terjadinya kerusakan tersebut dan berusaha untuk menemukan teknik yang efisien dan ekonomis untuk menghindarinya. Hipotesa yang dikemukakan mengenai penyebab kerusakan pada tegel keramik adalah adanya perubahan dimensional atau deformasi yang tidak seragam antara mortar sebagai bahan perekat, tegel keramik sendiri, dan pelat lantai beton sehingga terjadi kekangan terhadap deformasi tersebut yang mengakibatkan timbulnya tegangan dan kemudian keretakan terutama pada mortar yang deformasinya paling tertahan. Deformasi ini dapat terjadi akibat susut dan pengembangan terutama pada mortar, atau lendutan akibat beban. Pencegahan kerusakan dapat dilakukan dengan cara memberi lapisan pasir di antara mortar dan pelat beton bertulang sehingga mengurangi sejauh mungkin kekangan terhadap deformasi yang terjadi pada mortar. Teknik ini diterapkan di gedung Labtek VII dan Labtek VIII di Institut Teknologi Bandung yang pembangunannya di biayai oleh dana pinjaman OECF IP434 pada tahun 1996. Dengan teknik tersebut ternyata bahwa lantai keramik tetap berada dalam kondisi yang baik, tanpa kerusakan, 4 tahun setelah pemasangan.


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Puti Farida Marzuki; Mame Slamet Sutoko; Rochhardjanto., Editor:

Download...