Path: TopMemberena@lib.itb.ac.idDistance_LearningReligionSalman_MosqueRamadhan1421_HKuliah_Subuh

Kajian Tafsir Quran Juz 5

Distance Learning from JBPTITBPP / 2001-01-22 ::00
Oleh : Taufiqurrahman
Dibuat : 2000-00-00, dengan 1 file

Keyword : kuliah subuh, kajian tafsir.
Sumber pengambilan dokumen : Masjid Salman ITB.

Qs. An-nisaa
Al-Qur’an memperhatikan wanita secara khusus. Wanita memiliki potensi yang sama dengan laki-laki dalam hak-hak dan dalam beribadah untuk mencapai derajat taqwa. Sedangkan di Eropa wanita dianggap setengah manusia, yang hak-haknya sangat lebih rendah dari laki-laki.
Al-Qur’an bercerita tentang wanita-wanita yang shalehah seperti Maryam dan Asiyah. Dalam satu hal laki-laki dilebihkan dari wanita secara fisik dan akal (lebih rasional), sehingga laki-laki menjadi pemimpin buat wanita. Akan tetapi laki-laki tidak memiliki kemampuan untuk selalu mengarahkan wanita, seperti istrinya N. Luth dan N. Nuh yang tetap ingkar kepada Allah sementara suaminya adalah seorang Nabi yang paling taat kepada Allah. Hal ini dikarenakan bahwa wanita memiliki karakter dan keperibadian tersendiri yang dapat menentukan sikapnya. Laki-laki boleh memiliki istri sampai 4 orang tetapi sulit sekali baginya untuk berlaku adil. Allah memperingatkan jangan sampai kecenderungan suami terhadap salah seorang istrinya menjadikan ia tidak bisa berlaku adil kepada istrinya yang lain.
Surat ini diantaranya berisi ayat yang berkenaan dengan orang munafik. Munafikin hanya mencari keuntungan bersama orang-orang mukmin. Ketika orang mukmin memliki keuntungan mereka ikut gabung, tetapi ketika mendapat kesulitan mereka menjauhi, malah bisa bergabung dengan kaum kafir. Abdullah bin Ubay bin salul adalah bapak para munafik, tapi Rasulullah tidak memeranginya, karena khawatir akan digunjingkan bahwa Rasul memerangi pengikutnya sendiri. Bahkan ketika Abdullah bin Ubay mati, Rasullah hendak men-shalatkannya, tapi diingatkan oleh Umar, dan turunlah firman Allah yang melarang Rasul men-shalatkannya.
Diantara karakter orang munafik adalah : mereka hendak menipu Allah padahal dia menipu dirinya sendiri, dan apabila berdiri untuk sholat ia berdiri dengan malasnya, dan ia shalat untuk diketahui oleh orang (ria).
Allah SWT menghendaki kita mengambil pemimpin dari kalangan mukminin sendiri. Dan dilarang mengambil orang kafir sebagai pemimpin dan teman-teman dekatnya dan meninggalkan orang mukmin. Inilah ciri orang munafik.

Deskripsi Alternatif :

n/a

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • narator: Dede Siti Hasanah, S.Sos, Editor:

File PDF...