Path: TopMemberena@lib.itb.ac.idDistance_LearningReligionSalman_MosqueRamadhan1421_HCeramah_Tarawih

Merenungi Kemajemukan Bangsa Indonesia

Distance Learning from JBPTITBPP / 2001-01-22 ::00
Oleh : Miftah Faridl, KH.
Dibuat : 2000-00-00, dengan 1 file

Keyword : ceramah tarawih, Indonesia.
Sumber pengambilan dokumen : Masjid Salman ITB.

Dalam Islam ada dua terminologi:
1. Ikhtilaf: perbedaan, yang mana keberadaannya sudah menjadi sunnatullah. Sebagaimana dalam QS. Al-Hujurat, Allah menjadikan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Dan yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa. Dalam ayat-ayat sebelumnya disebutkan :
- perlunya budaya tabayyun: mencek kebenaran informasi, jangan sampai membenci, membuat penderitaan kepada saudara kita karena salah informasi
- perlunya budaya Ishlah: membetulkan informasi yang salah, mendamaikan antara saudaranya, meluruskan yang tidak lurus, walaupun pada saat ini dianggap aneh/asing, tapi kata Nabi berbahagialah orang yang aneh itu
- keharusan menjauhkan diri dari budaya taskhiriyah: meremehkan golongan/kaum yang lain. Karena boleh jadi kaum yang diperolok-olokkan itu lebih baik dari yang mengolok-olok
- Hindarkan budaya su’uzhan: negatif thinking kepada saudara kita.
- Jangan membiasakan menghina orang lain, mengganti nama orang dengan gelar-gelar yang menyakitkan.
- Jangan membiasakan Tajassus: mencari-cari kejelekan orang lain, sampai akhirnya berghibah/menggunjing.
2. Ikhtiraq: perpecahan. Jangan sampai perbedaan-perbedaan yang ada menjadikan perpecahan diantara ummat Islam sendiri. Ikhtiraq ini diawali oleh konflik yang terbesar, yaitu yang menyangkut imamah/kepemimpinan. Akhirnya pecahlah ummat Islam dalam Syi’ah dan Sunni. Karena Syi’ah menganggap penggantian Rasul oleh Abu Bakar, Umar dan Utsman adalah tidak sah karena menurut mereka seharusnya adalah Ali. Sedangkan menurut sunni pemilihan itu adalah sah, karena pada waktu itupun tidak ada pertentangan. Fitnah pertama dimulai dari pembunuhan Utsman bin Affan. Dari sini berbagai aliran muncul.
Kemudian lahirlah Sunni dipelopori oleh Al-’Asy’ari dan Al-Maturidi, yaitu yang mencoba mencari ishlah antara aliran-aliran yang ada. Pemerintahan dinasti Umayyah berhasil dalam syi’ar da’wah, dan ekonomi, tetapi menyebabkan kehidupan dinasti diliputi dengan kemewahan. Ada tokoh yang tidak senang dengan keglamouran itu, diantanya Abu Dzar Al-Ghifari, dari sini lahirlah sufi-sufi dan aliran tasauf. Tapi sebenarnya Ummat Islam terbesar sekarang adalah sama yaitu sunni.
Kita sekarang punya banyak keragaman, perbedaan-perbedaan, tapi bagaimana ikhtilaf itu dapat disikapi dengan toleran agar perbedaan tersebut dapat menjadi rahmat bukan menjadi perpecahan/ikhtiraq yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Allah menganjurkan kita toleran terhadap agama lain (lakum diinukum waliyadiin), apalagi dengan sesama muslim.

Deskripsi Alternatif :

n/a

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • narator: Dede Siti Hasanah, S.Sos, Editor:

Download...