Path: TopMemberena@lib.itb.ac.idDistance_LearningReligionSalman_MosqueRamadhan1421_HCeramah_Tarawih

Menegakkan Akhlaq Islam

Islamic Etiquette

Distance Learning from JBPTITBPP / 2001-01-22 ::00
Oleh : Irfan Anshory
Dibuat : 2000-00-00, dengan 1 file

Keyword : ceramah tarawih, akhlaq Islam.
Sumber pengambilan dokumen : Masjid Salman ITB.

Akhlak adalah bagaimana sikap/tingkah laku yang mewarnai aktivitas kita sehari-hari. Akhlak ada hubungannya dengan makhluk. Jadi kita sebagai makhluk harus berakhlak sesuai dengan tuntunan Islam. Sudah sewajarnya generasi Islam mempunyai akhlak sesuai dengan Al-Qur’an. Yang pertama (secara vertikal) adalah hamba akhlak kita sebagai Allah, yang harus kita tanamkan adalah bahwa Allah telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling mulia, dan hal ini berhubungan dengan ikrar Laa Ilaaha Illallaah, maka kita hanya pantas mengabdi kepada Allah saja, karena tak ada seorangpun yang patut disembah, dimintai pertolongan, kecuali Allah.
Ada Ilah lain selain Allah yang paling banyak disembah manusia secara tak sengaja yaitu hawa nafsu. Dalam QS. Al-Furqan: 43, Al-Jatsiyah: 25, Allah memperingatkan kita “pernahkan engkau memperhatikan orang yang mengambil hawa nafsu sebagai Ilahnya”. Untuk itu di bulan Ramadhan ini kita dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu kita, terutama nafsu makan dan minum, serta nafsu syahwat. Karena jika tidak dikendalikan dapat menjadi Ilah lain selain-Nya.
Akhlak yang kedua (horisontal) bahwa kita adalah khalifah di muka bumi. Sebagai khalifah Allah, kita harus meniru sifat Allah, yaitu membebaskan manusia dari kelaparan (menegakkan keadilan di bidang ekonomi) dan membebaskan manusia dari ketakutan (menegakkan keadilan di bidang sosial politik). Ketika negara-negara Islam dijajah, maka kita tidak bisa menjalankan fungsinya sebagai khalifah. Baru setelah Perang Dunia II, satu persatu dengan dipelopori Indonesia negara-negara Islam membebaskan dirinya dari penjajahan.
Dan tahun ini dari 148 negara anggota PBB 56 negara adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Dan baru akhir abad ke-20 ini bermunculan pemenang-pemenang nobel yang beragama Islam. Tahun 1999 pemenang nobel bidang kimia adalah Ahmad Ziwer dari Mesir. 1998 pemenang nobel kedokteran : Farid Murad dari Albania. 1984, Nazib Mahfud dari Mesir sebagai pemenang nobel sastra. Nobel Fisika 1979 dimenangkan oleh Prof. Abdussalam dari Pakistan. Hal ini menunjukkan bahwa jika diberi kesempatan, ummat Islam mampu menjadi khalifah.
Akhlak yang ketiga, bahwa kita itu adalah makhluk yang bersifat hanif yaitu cenderung pada kebenaran. Kita yakin yang dilarang oleh Allah adalah yang tidak baik untuk kita, dan yang diperintah oleh Allah adalah yang baik untuk kita.
‘Idul fithri : kembali kepada fitrah seperti telur yang menetas (Fathara : menetas), karena Ramadhan ini adalah bulan maghfirah, bulan yang penuh dengan ampunan. Agama kita tidak mengenal sang penebus dosa. Dosa kita bisa hilang hanya dengan usaha kita sendiri. Dan perlu diingat: ikut-ikutan merayakan hari natal itu betul-betul tidak dibenarkan, secara agama maupun secara ilmiah.

Deskripsi Alternatif :

n/a

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • narator: Dede Siti Hasanah, S.Sos, Editor:

File PDF...