Path: Top Member ena@lib.itb.ac.id Distance_Learning Religion Salman_Mosque Ramadhan 1421_H Kuliah_Subuh

Kajian Tafsir Quran Juz 7

Distance Learning from JBPTITBPP / 2001-01-22 ::00
Oleh : Anis Rasidi
Dibuat : 2000-00-00, dengan 1 file

Keyword : kuliah subuh, kajian tafsir.
Sumber pengambilan dokumen : Masjid Salman ITB.

QS. Al-Maidah:
Ayat 82-86 : Orang-orang Yahudi dan Nasrani serta hubungan mereka dengan orang-orang mukmin
Allah telah mendebat para ahli kitab dengan hujjah untuk menghancurkan keyakinan mereka. Mereka menjadikan agama Islam sebagai senda gurau, bahkan orang-orang yahudi mengatakan bahwa tangan Allah itu terbelenggu, dan mereka membunuh para Nabi. Kesesatan Nasrani juga mengenai keyakinan tentang Al-Masih bahkan diantara mereka ada yang mengganggap bahwa Allah itu salah satu di antara yang ketiga. Allah mencela mereka dan menghujjah untuk menghancurkan keyakinan mereka itu.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Hakim, dan Ibnu Mardhalait bahwa ketika itu Rasulullah sedang berada di Mekkah dan mengkhawatirkan para sahabatnya akan menerima siksaan dari kaum musyrikin, maka rasulullah mengutus Ja’far bin Abi Muthalib, Ibnu Mas’ud dan Utsman bin Ma’shum, dalam satu rombongan kepada Najasi, Raja Habasah. Mereka berbincang mengenai N. Isa dan Maryam. Dan Para Sahabat diperintah untuk membacakan ayat yang telah diturunkan. Dan ketika dibacakan, Raja dan para Rahibnya mencucurkan air mata karena kebenaran Al-Qur’an. Hal ini karena mereka tidak menyombongkan diri.
Pada saat perang salib betapa bencinya nasrani kepada muslim karena kekalahan-kekalahan mereka, mereka membenci Islam, oleh karenanya segala sesuatu tentang Islam, berusaha mereka musnahkan walaupun hati mereka telah mengakui kebenaran Al-Qur’an. Hal ini terjadi pada raja Najasi dan juga sampai sekarang.

Ayat 87-89 : Larangan mengharamkan makanan yang halal, sumpah dan kafaratnya
Seringkali konteks halal dan thoyyib (baik) ini dipisahkan, padahal dalam Al-Qur’an selalu bersatu. Daging kambing halal tetapi bagi pengidap darah tinggi itu tidak thayyib. Begitupun melampaui batas dalam makanan yang dikonsumsi adalah tidak thayyib. Thayyib pula harus memperhatikan kandungan gizi. Sesuatu yang sudah dihalalkan tidak boleh diharamkan.
Kafarat dari sumpah yang disengaja kemudian dilanggar adalah memberi makan 10 orang miskin, yaitu makanan yang biasa diberikan kepada keluarga atau membebaskan budak. jika tidak sanggup shaum 3 hari.
Ayat 90-93 : Larangan meminum khamr (minuman keras), berjudi, berkorban untuk berhala, dan mengundi nasib
Larangan ini menunjukkan kita harus senantiasa sadar supaya tidak digoyahkan oleh syaithan. Kita mampu membedakan mana yang benar dan yang salah dengan cara mentaati Allah dan Rasul-Nya. Untuk itu kita harus senantiasa sadar, jangan meminum/memakan yang dapat menghilangkan dan merusak akal kita seperti minuman yang memabukkan.
Ayat 101-105 : Larangan bertanya tentang hal yang menyebabkan kemudharatan
Kita tidak perlu bertanya yang menyebabkan kemudharatan, tetapi jika bisa menguasai diri hal ini perlu, untuk semakin meningkatkan keimanan kita kepada Allah. Ada batas kemampuan manusia yang harus diperhatikan. Karena pernah ada golongan yang bertanya kepada nabinya, tetapi malah ia tidak bisa beriman, contohnya orang Yahudi.
Ayat 106-108 : Anjuran berwasiat dengan persaksian
Ayat ini diserukan kepada mukmin. Ayat ini ada kaitannya dengan hukum waris. Sebelum warisan dibagikan, sebelumnya harus dibayarkan dulu hutang-hutangnya dan penuhi dulu apa yang ada dalam wasiat. Disaksikan oleh dua orang. Dan jika dilakukan dalam perjalanan, dua-duanya muslim, atau boleh salah satunya adalah ahli kitab jika tidak ada lagi mukmin yang adil.
Ayat 110-120 : Beberapa kisah tentang Isa AS.
Bercerita tentang lahirnya Nabi Isa dan kehidupannya. Ayat ini membantah anggapan-anggapan salah kaum nasrani tentang Isa.

Al-An-‘Am
KEYAKINAN TENTANG KEESAAN ALLAH ITULAH AKHIRNYA YANG MENANG
Ayat 1-3 : Dalil-dalil tentang keesaan Allah
Surat ini dimulai dengan hamdalah. Bahwa segala puji hanya bagi Allah, Ialah yang menciptakan manusia, langit dan bumi (alam semesta). Dan menjelaskan awal kejadian manusia, langit dan bumi, tapi terkadang orang melupakannya. Ayat ini sering diulang untuk mengingatkan kita tentang ketauhidan.
Kegelapan dan terang/cahaya ditafsirkan para ulama berbeda-beda:
1. Kegelapan malam dan cahaya siang: bantahan kaum majusi yang menganggap ada dua tuhan yaitu Tuhan cahaya dan Tuhan kegelapan
2. Kekufuran dan keimanan: dari jahiliyah kepada zaman sekarang yang risalahnya yang disampaikan oleh Rasulullah SAW

Ayat 4-6: sebab-sebab kekafiran kaum musyrikin dan ancaman terhadap mereka
Kaum musyrikin telah mendustakan Al-Qur’an. Cerita dalam Al-Qur’an adalah benar, tapi umat Islam masih ketinggalan dari segi ilmu pengetahuan, karena umat Islam banyak yang meninggalkan Al-Qur’an.
Ayat 12-21: keagungan Allah dan persaksian-Nya atas kenabian Muhammad SAW.
Dialog tentang keesaan dan keagungan Allah diajarkan oleh Allah kepada N. Muhammad dan bagaimana menyampaikannya kepada kaumnya.
Ayat 22-32 : Kesaksian kaum musyrikin terhadap dirinya sendiri dan keadaan mereka di hari kiamat.
Ayat 33-37 : Firman Allah yang membesarkan hati Nabi Muhammad SAW.
Ayat 38-49 : Kesempurnaan ilmu Allah dan bukti kekukasaan-Nya
Binatangpun adalah ummat sebagaimana manusia yang masih ada dalam kekuasan-Nya.

Deskripsi Alternatif :

n/a

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • narator: Dede Siti Hasanah, S.Sos, Editor:

Download...